Beranda CSR Menanam Harapan dan Menuai Masa Depan Lewat Bertani Berkelanjutan

Menanam Harapan dan Menuai Masa Depan Lewat Bertani Berkelanjutan

26
0

Perubahan iklim global yang selalu menjadi isu sentral di bidang pertanian menuntut petani untuk merubah cara lama bertani yang dinilai tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Apalagi, aktivitas pertanian modern kini telah menimbulkan setidak-tidaknya dua masalah ekologis paling menonjol, yakni alih fungsi dan degradasi lahan.

Menurut Kurnia, peneliti Ahli Muda dari BRIN, pemberian pupuk anorganik terus menerus dan berlebih membawa dampak negatif bagi lingkungan karena bisa menimbulkan kerusakan struktur tanah dan menurunkan populasi biota tanah.“Pada kondisi saat ini harga pupuk yang mahal dan langka cukup memprihatinkan sehingga kita perlu berupaya meningkatkan efisiensi pupuk anorganik. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati yang bermutu,” ujarnya.

Ya, konsep pertanian berkelanjutan atau yang juga disebut sustainable agriculture dipandang sebagai solusi dan sebagai langkah antisipasi dalam menanggulangi dampak iklim global. Bertani berkelanjutan sendiri merupakan integrasi dari berbagai aspek fisik, biologi, sosial, ekonomi untuk pengembangan praktik pertanian yang aman dan ramah lingkungan.

Diharapkan dengan praktek tersebut bisa meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan tidak menjadi bagian dari efek negatif untuk masa depan. Pertanian berkelanjutan pun harus mampu melindungi sumber daya produktifnya, misalnya menjaga kesuburan tanah, melindungi persedian air permukaan dan air tanah, mampu beradaptasi dengan adanya perubahan iklim. Berangkat dari upaya pemberdayaan petani pasca tambang dan memberikan dampak luas kepada masyarakat, PT Vale Indonesia Tbk membekali puluhan petani binaan di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah dengan keterampilan pertanian sehat ramah lingkungan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.“Pelatihan ekologi tanah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, dalam hal ini petani, sehingga mereka mampu menerapkan praktik pertanian yang sehat dan berkelanjutan,” kata Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma di Morowali.

Kegiatan ini juga untuk menjawab kebutuhan akan produk pertanian organik yang telah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan mendorong permintaan ini. Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2022 menyatakan permintaan global untuk produk organik diperkirakan akan tumbuh 10-15% setiap tahun, sejalan dengan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup.

Di Indonesia, situasinya tidak kalah menarik. Pasar produk organik tumbuh pesat, dengan perkiraan pertumbuhan sekitar 20% per tahun sejak 2020, menurut laporan Asosiasi Pertanian Organik Indonesia (AOI) di 2023. Luas lahan pertanian organik di Indonesia telah mencapai sekitar 300.000 hektar pada 2022, dan saat ini terdapat sekitar 10.000 petani yang terlibat dalam praktik pertanian organik. Lebih dari 1.200 produk telah mendapatkan sertifikasi organik dari lembaga yang diakui.

PT Vale pada pelaksanakan pelatihan ekologi tanah dan pengelolaan pertanian sehat dan ramah lingkungan berkelanjutan inni diikuti puluhan petani organik dari sejumlah desa di wilayah pemberdayaan perusahaan tersebut. Endra menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang peningkatan pendapatan riil yang dijalankan melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

Program tersebut, kata dia, bertujuan memperkuat kapasitas petani melalui pemahaman tentang kesehatan tanah, pengelolaan ekosistem pertanian, serta penerapan budidaya organik yang berkelanjutan. Selama lima hari, para peserta mendapatkan materi mengenai ekologi tanah, sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), teknik pengomposan, hingga praktik budidaya organik.

Mereka juga mengikuti berbagai praktik lapangan, seperti pengujian tekstur tanah, daya kapiler, dan aerasi, pengenalan biota tanah, serta pembuatan kompos dan MOL. Endra mengatakan, perusahaan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat melalui bidang-bidang penting, seperti pertanian, ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.“Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar semakin mandiri dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian,” ujarnya.

Dia menambahkan, melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menerapkan sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lainnya di desa masing-masing sehingga praktik pertanian organik yang sehat dan berkelanjutan dapat semakin berkembang di wilayah Morowali.

 

Melengkapi Pemahaman

Salah seorang peserta, Hafirudin, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Dirinya yang telah menerapkan metode pertanian organik selama kurang lebih dua tahun menilai pelatihan itu membantu melengkapi pemahamannya dalam mengelola lahan.“Saya sudah kurang lebih dua tahun menerapkan metode organik dalam pertanian, tetapi belum sempurna. Alhamdulillah melalui pelatihan ini saya dan teman-teman mendapatkan tambahan ilmu. Pemahaman yang sebelumnya kurang tepat menjadi lebih jelas setelah mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Menurut dia, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan mengenai pertanian organik, tetapi juga membantu petani memahami kondisi lahan dan menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat. Hal senada juga disampaikan Makol Paraga, salah satu petani organik binaan, pendampingan ini memberikan dampak terhadap hasil panen dan ekonomi bagi petani. Bahkan dirinya menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas beras lewat ilmu yang didapat. “Kami ingin produk kami dikenal tidak hanya di lokal, tetapi juga dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Kami percaya bahwa setiap butir beras yang kami hasilkan membawa cerita dan dedikasi,” ujarnya dengan semangat.

Dengan semangat ini, dia berharap kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dapat terus berlanjut, sehingga hasil pertanian yang diperoleh dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Rudi, petani binaan PT Vale di Desa Ululere, Morowali mengaku merasakan sendiri berkah yang dibawa padi organik. Rudi mengungkapkan, hasil panennya mengalami peningkatan dibanding saat masih menerapkan pertanian konvensional. Saat musim panen, sawah Rudi menghasilkan beras sebesar 1.4 ton, atau meningkat sekitar 500 kilogram dibanding sebelumnya. “Sistem pertanian yang diperkenalkan oleh tim PT Vale Indonesia memaksimalkan pendapatan kami petani-petani di area pemberdayaan. Selain itu, program tersebut berguna dalam jangka panjang karena sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara Sulaiman sebagai salah satu penerima manfaat program PT Vale Indonesia mengatakan, meskipun awalnya masih asing dengan konsep peternakan berkelanjutan yang ditawarkan PT Vale Indonesia, dirinya sangat terbantu dengan adanya tenaga pendamping budidaya peternakan organik yang sudah ditugaskan PT Vale Indonesia bersamaan dengan pemberian kandang dan anakan ayam.

Amrizal, perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan, sangat senang melihat antusiasme petani berkat dukungan dari PT Vale IGP Morowali. “Ini adalah tanda bahwa pertanian organik semakin diterima dan diminati,” ucapnya.

Harapan Amrizal adalah agar lahan dan jumlah petani yang terlibat terus berkembang, sehingga produk organik berkualitas dapat dihasilkan secara konsisten. “Inisiatif ini bisa menjadi model bagi kelompok tani lainnya untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan,” imbuhnya.

Melalui metode SRI Organik, PT Vale juga mengajarkan kepada petani cara menggunakan pupuk organik. Dengan optimalisasi pupuk organik, para petani dapat memanfaatkan bahan yang murah, bebas zat kimia, dan bersifat alami. Selain tidak membutuhkan biaya, pemanfaatan pupuk organik juga menjaga unsur hara pada tanah pertanian.

Dengan demikian, metode ini membawa untung, tak hanya bagi petani dan konsumen yang menikmati produk ini, tetapi juga bagi kelestarian bumi. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, PT Vale berusaha mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Inisiatif ini bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik untuk semua.

 

Artikulli paraprakDanamon Kembali Masuk Daftar 100 Perusahaan Terbesar di Indonesia versi Fortune
Artikulli tjetërHadapi Nataru 2026/2027, Jasa Raharja Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Keselamatan Transportasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini