Beranda CSR Perkuat Ketahanan Pangan Akar Rumput, Amartha Dorong Pemberdayaan Perempuan Petani

Perkuat Ketahanan Pangan Akar Rumput, Amartha Dorong Pemberdayaan Perempuan Petani

21
0

NERACAONLINE- Dorong pemberdayaan ekonomi perempuan, Amartha Financial menyediakan pembiayaan produktif bagi UMKM di akar rumput, termasuk perempuan yang berperan dalam rantai pangan di perdesaan. Dengan pendampingan, perempuan di perdesaan dapat terus mengembangkan usaha, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di komunitasnya. “Melihat potensi yang ada, Amartha konsisten memperkuat ekosistem UMKM melalui akses permodalan, pendampingan, serta memberikan kesempatan untuk memperluas akses pasar bagi para perempuan di perdesaan. Dukungan permodalan dan pendampingan yang kami lakukan berhasil mendukung hampir 99.000 mitra di perdesaan untuk membuka lapangan kerja baru, di mana 97% dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan.”kata Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain menyediakan pembiayaan produktif, Amartha memperluas dukungannya melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat yang dinaungi Amartha.org, yayasan yang dibangun Amartha dalam rangka mendorong dampak berkelanjutan bagi masyarakat daerah. Salah satu inisiatifnya adalah pemulihan ketahanan pangan masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dukungan tersebut mencakup pemulihan saluran irigasi yang mengairi lahan pertanian bagi lebih dari 900 kepala keluarga atau hampir 3.000 jiwa, serta pemberian hewan ternak sapi untuk mendukung produksi kompos.“Dengan pulihnya irigasi, lahan pertanian mulai kembali produktif. Kami berharap upaya ini dapat memulihkan perekonomian sekaligus meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk bangkit kembali,”ujar Andi Taufan.

Upaya pemulihan juga diperkuat melalui pelatihan tata kelola organisasi, manajemen keuangan, produksi, dan pemasaran bagi kelompok tani serta UMKM penyintas bencana. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat kembali produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan ekonomi lokal.“Pemberdayaan perempuan perdesaan bukan hanya sebatas memberikan akses permodalan, melainkan tentang membangun ekosistem berkelanjutan agar mereka dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan. Melalui ekosistem layanan keuangan digital yang dikembangkan Amartha, kami akan terus hadir mendukung perempuan di perdesaan agar terus berdaya, mandiri, dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,”jelas Andi.

Ketangguhan perempuan perdesaan dalam menopang ketahanan pangan keluarga tercermin nyata dari kisah Ibu Sumarni, petani palawija asal Kabupaten Sukoharjo. Bukan hanya sebagai petani, Ibu Sumarni juga merupakan tulang punggung keluarga, yang telah menekuni usaha palawija lebih dari 7 tahun.

Sebelum menanam palawija, Ibu Sumarni sempat menanam melon, tetapi terkendala modal untuk mengembangkan usahanya. Titik balik hadir ketika ia bergabung menjadi mitra Amartha 5 tahun yang lalu. Ibu Sumarni memperoleh dukungan pembiayaan yang digunakan untuk keberlanjutan usaha tanam palawija.“Berkat modal dari Amartha, saya bisa lebih leluasa mengembangkan usaha palawija ini. Kebanyakan pembeli tinggal di sekitar rumah, jadi mereka bisa langsung membeli hasil panen. Saya bisa mendapat penghasilan hingga Rp500.000 setiap dua hari, terutama saat harga sedang bagus,” kata Sumarni.

Meski harus menjalani pekerjaan berat saat mengolah tanah, mulai dari memupuk, mencangkul, hingga meratakan tanah, namun hasil jerih payah Ibu Sumarni mampu untuk membiayai kebutuhan harian keluarga dan pendidikan anak. Dirinya berharap usahanya dapat terus berkembang agar sang anak memiliki masa depan lebih baik serta mewujudkan impian pribadinya untuk beribadah umroh.

 

Dari Pesisir Gerakkan Ekonomi Desa

Tidak hanya perempuan petani, pemberdayaan ekonomi perempuan perdesaan juga merambah sektor kelautan melalui cerita Ibu Mariani, perempuan petani rumput laut dari Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, yang berhasil memperluas kapasitas usahanya karena akses pembiayaan dan pendampingan dari Amartha.

Empat tahun lalu,  dia memulai usaha dari beberapa helai rumput laut yang dijemur di belakang rumah. Pendapatan Ibu Mariani tidak selalu stabil karena sangat dipengaruhi cuaca, pasang surut, dan kondisi laut. Meski begitu, ia tetap bertahan, hingga akhirnya bergabung menjadi mitra Amartha.

Ibu Mariani mendapatkan dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha. Dukungan tersebut digunakan untuk memperluas area budidaya. Hasilnya, produksi meningkat dan pendapatan mengalami kenaikan.“Usaha rumput laut ini membantu saya menyekolahkan anak-anak, bekal masa depan mereka. Pembiayaan dan pendampingan dari Amartha membuat produksi usaha saya bisa terus berkembang dan pendapatan meningkat,” jelas Ibu Mariani.

Selain membantu memastikan anak-anaknya tetap bersekolah, usaha Ibu Mariani juga memberi manfaat bagi warga sekitar. Kini, dirinya melibatkan beberapa tetangga yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, untuk membantu memanen dan menjemur rumput laut, sehingga menambah penghasilan bagi para ibu.

Asal tahu saja, perempuan memegang peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dari produksi hingga distribusi. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) of United Nation (UN), perempuan menyumbang sekitar 41% tenaga kerja pertanian global. Di Indonesia, sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian sempit hingga Februari 2025, mencakup budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Jumlah tersebut menegaskan peran perempuan dalam ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.

Namun, kontribusi ini masih menghadapi tantangan, mulai dari akses permodalan, literasi digital, hingga dampak perubahan iklim. Menjawab kebutuhan tersebut, sejak 2010 Amartha Financial menyediakan pembiayaan produktif bagi UMKM. Momentum hari Perempuan Perdesaan Internasional yang diperingati setiap 15 Oktober, menjadi pengingat penting bahwa dukungan nyata bagi perempuan petani, nelayan, dan UMKM di perdesaan harus terus diperkuat. Sepanjang tahun 2025, hampir 30% mitra Amartha bergerak di sektor pertanian dan peternakan.

 

Artikulli paraprakKejar Pertumbuhan Bisnis, Optik Melawai Resmikan Gerai Ke-500
Artikulli tjetërBerkolaborasi Yayasan Benih Baik, AAJI Salurkan Bantuan Pemulihan Gempa di NTT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini