Beranda Ekonomi Daerah Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Sektor Pertanian Kembali Diminati Generasi Muda

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Sektor Pertanian Kembali Diminati Generasi Muda

29
0

NERACAONLINE – Sembilan puluh delapan tahun setelah ikrar 1928, semangat Sumpah Pemuda diuji bukan lewat slogan, melainkan lewat kerja di lapangan. Dari lahan pertanian, cerita tentang anak muda yang memilih bertani justru muncul ketika kritik di ruang publik sedang ramai.

Praktisi penggerak pemuda tani Andik Nur Prabowo mengungkapkan bahwa sektor pertanian di Era Pemerintahan Presiden Prabowo kembali diminati generasi muda karena hasilnya membaik, ditopang harga gabah yang meningkat, pupuk subsidi yang tersedia secara kontinu, adanya program pompanisasi hingga penyerapan hasil tani melalui Program MBG.

“Sekarang harga gabah di lapangan bisa tembus Rp8.500,” ujarnya dalam Dialog Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu (28/10). Harga itu berada di atas harga pembelian pemerintah Rp6.500 per kilogram. “Sekarang hasilnya tinggi, jadi anak muda tertarik ke situ. Kerja di dekat rumah dapat hasil gede, siapa yang enggak mau,” kata Andik.

Sebagai gambaran bahwa sebelum tahun 2025, harga Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat Petani sulit menyentuh harga Rp6.000, bahkan di tahun 2021 hanya berada diangka Rp4.500-Rp4.900. Namun sejak tahun 2025, Pemerintah menetapkan HPP Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500 per kg, setelah itu, harga gabah ditingkat petani tidak pernah turun di bawah HPP tersebut.

Perbaikan paling terasa ada pada sarana produksi dan irigasi. “Untuk pupuk subsidi sekarang datangnya lebih awal. Dulu sering telat, waktu pemupukan belum datang,” ujarnya. Sebelumnya petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya tiga sampai empat kali lipat. Untuk air, ia menuturkan bantuan pompanisasi membuat lahan yang jauh dari sungai tetap produktif. “Pompanisasi untuk petani padi yang jauh dari sungai, yang enggak punya pompa itu dikasih. Bisa panen dua tahun tiga kali, yang sebelumnya hanya dua kali,” katanya. Dari lahan setengah hektar, ia menargetkan menambah menjadi dua hektar.

Program makan bergizi gratis juga disebut memberi dampak langsung. “Untuk dampak MBG itu ya penyerapan pangan. Beras harganya stabil,” ujarnya. Ia menyebut harga melon di tingkat petani kini sekitar Rp14.000 per kilogram, lebih baik daripada saat panen tidak terserap pasar.

Soal kebebasan berpendapat, Andik menegaskan tidak merasa dibatasi untuk menyampaikan keluhan petani. “Saya juga enggak takut, enggak apa gitu. Karena kalau ada yang ingin dibuktikan, ayo ke sini, tak kasih tahu,” ujarnya. Ia lantas menegaskan pilihan sikapnya sebagai petani. “Daripada turun ke jalan, mending turun ke lahan. Karena masih banyak pekerjaan lahan. Kita sebagai petani kok ngapain turun ke jalan, bukan ke lahan kita,” katanya. Baginya hidup dari lahan sudah cukup. “Sore lihat tanaman, habis magrib kumpul anak istri, itu cukup,” ujarnya.

Cerita lapangan itu sejalan dengan capaian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat produksi padi Januari sampai Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton gabah kering giling dan produksi beras 25,29 juta ton. Nilai Tukar Petani September 2026 menyentuh 131,11 atau tertinggi dalam 34 tahun terakhir, sedangkan Cadangan Beras Pemerintah per 20 Oktober 2026 tercatat 4,56 juta ton. “Stok kita banyak, masih melimpah. Stok Cadangan Beras Pemerintah kita 4,5 juta ton. Jadi aman,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pengamat sosial Sekolah Vokasi Universitas Indonesia Dr. Devie Rahmawati menilai kritik tetap penting, namun kerja nyata yang menentukan. “Kritik di jalanan itu menjaga kita agar tidak lengang. Tetapi inovasi dan kerja nyata itu akan membantu kita untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya. Ia mengajak anak muda turun langsung menemui petani. “Datangin, sowan ke Mas Andik, kita belajar cari guru. Dan saya yakin, habis pergi ke sana pasti enggak mau balik lagi ke kota-kota yang belum tentu memberikan kesempatan sebesar pertanian, kelautan, dan yang masih banyak belum digarap di negeri tercinta ini,” katanya.

 

Artikulli paraprakPerkuat Posisi Sebagai Pameran Perdagangan Terbesar, Krista Exhibitions Kembali Hadirkan KRISTA InterFOOD 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini