Beranda Teknologi LG Dominasi Pasar Mesin Cuci Front Loading di Indonesia

LG Dominasi Pasar Mesin Cuci Front Loading di Indonesia

31
0

 

NERACAONLINE – PT LG Electronics Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar mesin cuci bukaan depan (front loading) di Indonesia berdasarkan hasil riset independen NIQ-GfK untuk performa pasar sepanjang 2026.

Berdasarkan data NIQ-GfK 2026, LG menguasai pasar mesin cuci bukaan depan atau front loading sebesar 40,5%. Sementara untuk bukaan atas atau top loading dengan market share sebesar 20,2% dan twin tube sebesar 19,6%. “Artinya 4 dari 10 pembeli mesin cuci front loading itu memilih LG,” kata Account Development Director GfK, Indriansyah Febrialdy.

Pencapaian tersebut memperkuat posisi LG di pasar elektronik rumah tangga nasional di tengah persaingan industri mesin cuci yang semakin mengandalkan inovasi teknologi, efisiensi, dan kemudahan penggunaan.

President LG Electronics Indonesia Ha Sang-chul mengatakan, kepemimpinan pasar tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan yang ditawarkan perusahaan.

“Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus kepercayaan yang sangat berarti bagi kami. Bagi LG, menjadi pilihan konsumen bukan hanya tentang menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut relevan dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ha Sang-chul.

Untuk mempertahankan posisinya, LG memperluas portofolio mesin cuci dengan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan meningkatkan kapasitas pencucian. Strategi tersebut menyasar kebutuhan rumah tangga yang semakin beragam, sekaligus menawarkan pengalaman mencuci yang lebih praktis.

Sepanjang 2026, LG mengembangkan teknologi AI DD™ (Artificial Intelligence Direct Drive) dan AI Wash yang dirancang untuk mengenali karakteristik cucian dan menyesuaikan proses pencucian. Perusahaan juga mengintegrasikan LG ThinQ agar pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi pintar melalui telepon pintar.

Selain mesin cuci front loading, LG memperluas penawaran produk melalui lini LG WashTower dan mesin cuci bukaan atas (top loading). Untuk kapasitas besar, perusahaan menghadirkan LG WashTower WT2520NHBA dengan kapasitas pencucian 25 kilogram dan pengeringan 20 kilogram, serta mesin cuci top loading LG TX2522ST5G berkapasitas 22 kilogram.

Product Director Living HS LG Electronics Indonesia Kim Nack Sun mengatakan, pengembangan teknologi dan kapasitas besar ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen dalam mengelola pekerjaan rumah tangga.

“Kami mengembangkan perpaduan kecerdasan buatan dan kapasitas besar untuk menghadirkan pengalaman mencuci yang semakin praktis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” katanya.

Di sisi pemasaran, LG memperkuat komunikasi dengan konsumen melalui jaringan dealer, kolaborasi dengan kreator digital, serta komunitas afiliasi. Perusahaan juga mengandalkan layanan purnajual untuk mendukung pengalaman konsumen sejak pemilihan produk hingga penggunaan.

Selain memimpin pasar mesin cuci front loading, LG meraih Indonesia Customer Satisfaction Award 2026 yang diselenggarakan SWA Network untuk kategori mesin cuci. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan tambahan terhadap aspek kepuasan pelanggan yang dinilai penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen.

Product Manager Living HS LG Electronics Indonesia Ratih Nadiah mengatakan, perusahaan berupaya menjaga kualitas produk dan layanan agar kepemimpinan pasar sejalan dengan kepuasan pengguna.

“Bagi kami, pencapaian yang paling berarti adalah ketika kepercayaan konsumen terhadap produk berjalan seiring dengan kepuasan mereka dalam menggunakannya,” ujarnya.

Pencapaian tersebut bertepatan dengan 36 tahun perjalanan LG di Indonesia. Untuk memperingati momentum itu, perusahaan akan menggelar rangkaian LG AI Wash Exhibition di empat kota, termasuk Jakarta, guna memperkenalkan inovasi mesin cuci terbarunya kepada konsumen.

LG juga merencanakan program sosial sepanjang November melalui Social Challenge yang mengajak masyarakat membagikan kisah mengenai guru yang memberikan inspirasi. Melalui program tersebut, perusahaan akan memberikan total 36 unit mesin cuci kepada 36 guru terpilih.

Ha Sang-chul menegaskan, perusahaan akan melanjutkan pengembangan teknologi dan peningkatan layanan untuk mempertahankan kepercayaan konsumen di Indonesia.

“Memasuki perjalanan 36 tahun di Indonesia, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan dorongan bagi kami untuk terus berinovasi, meningkatkan layanan, dan memberikan kontribusi yang semakin berarti bagi masyarakat,” pungkasnya.

Artikulli paraprakJangkau 42 Kota di Indonesia, AstyFarm Catat Pertumbuhan Nilai Transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini