NERACAONLINE – PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey memperkuat pengembangan bisnis konsultasi Environmental, Social, and Governance (ESG) seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap penerapan prinsip keberlanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pemahaman terhadap indikator ESG bersama lembaga pemeringkat global S&P Global.
Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan IDSurvey dengan delegasi S&P Global di Waskita IDSurvey Tower, Jakarta, Kamis (5/11). Pertemuan itu membahas perkembangan indikator ESG dan relevansinya terhadap tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, serta ketahanan bisnis dalam jangka panjang.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan penguatan ESG memiliki arti strategis bagi industri pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau Testing, Inspection, and Certification (TIC). Pasalnya, industri tersebut sangat bergantung pada integritas dan kepercayaan.
Menurut dia, penerapan ESG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan aspek keberlanjutan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kualitas tata kelola dan memperkuat daya tahan bisnis.
“Kepercayaan merupakan fondasi bisnis jasa survei. Bagi IDSurvey, penguatan ESG menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas tata kelola, membangun ketahanan bisnis, dan memastikan pertumbuhan yang bertanggung jawab,” ujar Sinung dalam keterangan resmi, Minggu (8/11).
Dia menambahkan, pemahaman terhadap perkembangan indikator ESG juga menjadi landasan bagi IDSurvey untuk memperkuat layanan konsultasi yang dapat menjawab kebutuhan industri. Melalui layanan tersebut, perusahaan ingin membantu pelaku usaha memetakan kebutuhan, menentukan prioritas perbaikan, hingga mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi dan proses bisnis secara terukur.
Dalam pertemuan tersebut, IDSurvey mendalami perkembangan indikator ESG yang digunakan S&P Global serta relevansinya terhadap praktik keberlanjutan perusahaan. Hasil diskusi diharapkan menjadi masukan untuk mengidentifikasi ruang perbaikan internal sekaligus menyelaraskan prioritas keberlanjutan dengan karakteristik bisnis dan kebutuhan pemangku kepentingan.
Sinung menilai, penguatan kapabilitas konsultasi ESG menjadi salah satu peluang pengembangan bisnis IDSurvey Group. Dengan kompetensi yang dimiliki, perusahaan berupaya membantu pelaku usaha menerjemahkan prinsip keberlanjutan menjadi langkah perbaikan yang konkret dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Sebagai strategic holding BUMN jasa survei yang menaungi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), PT SUCOFINDO, dan PT Surveyor Indonesia, IDSurvey mengandalkan sinergi kompetensi lintas entitas untuk memperluas layanan konsultasi ESG di berbagai sektor industri.
Selain konsultasi, IDSurvey Group juga memiliki kompetensi di bidang survei, pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan klasifikasi. Kompetensi tersebut menjadi modal perusahaan dalam membantu pelaku usaha memenuhi standar, menjaga kualitas operasional, serta meningkatkan kepercayaan terhadap produk dan layanan Indonesia.
“Dialog bersama S&P Global memperkaya pemahaman kami terhadap perkembangan indikator ESG. Perspektif ini menjadi masukan untuk menajamkan prioritas perbaikan internal sekaligus memperkuat arah pengembangan bisnis konsultasi ESG,” kata Sinung.
Melalui penguatan tersebut, IDSurvey menargetkan kompetensi layanan konsultasi dalam grup semakin relevan dengan kebutuhan transformasi industri, terutama dalam mendorong penerapan standar keberlanjutan dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tuntutan bisnis yang semakin memperhatikan aspek ESG.






































