Tangerang, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali membuka Program Vokasi Pelatihan Pijat, Spa, dan Bekam Syariah gratis batch dua di Kota Tangerang, Banten, Senin (31/8/2026). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, kesiapan kerja, dan kemandirian ekonomi mustahik.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS RI berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Tangerang dan Latifa Spa Academy.
Program tersebut resmi dibuka oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Drs. Danni Budianto Sarangih, MCL., bersama Kepala Divisi Perdagangan dan Umum BAZNAS RI Deden Kuswanda serta Founder and CEO Latifa Indonesia Verawati Amir di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang, Banten.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan, Program Vokasi Pelatihan Pijat, Spa, dan Bekam Syariah kembali dihadirkan sebagai bagian dari upaya BAZNAS memberdayakan mustahik agar lebih mandiri sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
“BAZNAS terus mendorong pemberdayaan mustahik. Melalui pelatihan ini diharapkan para penerima manfaat pelatihan (mustahik) memiliki kompetensi, kesiapan, dan kesempatan kerja yang lebih baik,” ujar Idy dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Idy menjelaskan, dalam pelatihan tersebut para peserta akan memperoleh pelatihan keterampilan teknis dan soft skills, sertifikasi, pendampingan, serta fasilitasi penempatan kerja melalui jaringan mitra Latifa Academy.
“Salah satu upaya utama kami adalah mentransformasi mustahik menjadi muzaki. Jadi, ini merupakan kesempatan baik untuk para mustahik bisa segera mendapatkan penghasilan dari pelatihan ini,” kata Idy.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Drs. Danni Budianto Sarangih, MCL., menyambut baik pelaksanaan Program Vokasi Pelatihan Pijat, Spa, dan Bekam Syariah di Kota Tangerang. Ia mengatakan, seluruh program pemberdayaan BAZNAS pada akhirnya diarahkan agar mustahik dapat mencapai kemandirian.
“Saya harap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik hingga mendapatkan sertifikasi yang resmi. Niatkan dari pelatihan ini bahwa minimal kita harus mandiri,” ucapnya.
Kepala Divisi Perdagangan dan Umum BAZNAS RI Deden Kuswanda mengatakan, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya BAZNAS RI untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong para mustahik agar kelak dapat menjadi muzaki.
Deden mengatakan, selain untuk membuka akses pekerjaan, BAZNAS RI juga melihat potensi para terapis untuk terlibat dalam berbagai program sosial dan kebencanaan. Para terapis nantinya dapat menjadi bagian dari tim relawan BAZNAS yang diterjunkan untuk membantu masyarakat di lokasi tertentu.
“Intinya dari vokasi adalah siap untuk bekerja hingga bisa mandiri. Para terapis ini juga bisa nanti berkolaborasi dengan berbagai program BAZNAS. Kadang-kadang kami (BAZNAS) membuat posko dan para terapis membantu para relawan, termasuk posko mudik dan layanan lainnya,” ujarnya.






































