Beranda Ekonomi Terapkan QHSE Terintegrasi, PT Huadian Bukit Asam Power Raih Empat Penghargaan IQSA...

Terapkan QHSE Terintegrasi, PT Huadian Bukit Asam Power Raih Empat Penghargaan IQSA 2026 

23
0

Jakarta, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) meraih empat penghargaan di ajang Indonesia QHSE for Business Sustainability Awards 2026 (IQSA Awards 2026) yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas upaya HBAP dalam membangun budaya quality, health, safety, and environment (QHSE) yang terintegrasi.

Penghargaan tersebut meliputi The Best QHSE Safety Culture and Company Concerned 2026, The Best QHSE Sustainable Energy 2026, The Best QHSE in Digital Innovation 2026. Penghargaan juga diberikan kepada Wakil Direktur Utama HBAP, Dody Arsadian sebagai The Best QHSE Leadership Excellence 2026.  

Empat kategori tersebut menarik karena merepresentasikan spektrum penerapan QHSE di HBAP. Ada budaya keselamatan, pengelolaan energi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital, hingga peran kepemimpinan dalam memastikan QHSE tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas.

HBAP merupakan perusahaan patungan antara China Huadian Hongkong Company Limited (CHDHK) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dengan komposisi kepemilikan masing-masing 55 persen dan 45 persen. Perusahaan membawa visi menjadi perusahaan penyedia tenaga listrik kelas dunia yang terpercaya dan berorientasi pada nilai-nilai keberlanjutan.

QHSE sebagai Bagian dari Keberlanjutan 

Bagi HBAP, keberlanjutan tidak diposisikan sebagai agenda yang berdiri sendiri. Perusahaan memandang konsep industri hijau sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan energi, mengurangi emisi, sekaligus menerapkan prinsip keberlanjutan dalam proses produksi.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui perhatian terhadap perkembangan kebijakan pemerintah mengenai pajak karbon dan perdagangan karbon. HBAP telah melakukan perhitungan emisi karbon dan melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM untuk tahun 2024 dan 2025, dengan pendampingan lembaga validasi dan verifikasi.

Salah satu penerapannya terlihat di PLTU MT Sumsel-8. Pembangkit ini menggunakan teknologi boiler supercritical yang memiliki efisiensi tinggi dalam mengubah batu bara menjadi energi listrik. Dengan beroperasi pada suhu dan tekanan di atas titik kritis, teknologi tersebut mampu menghasilkan energi lebih besar dengan penggunaan bahan bakar yang lebih sedikit.

Efisiensi ini tidak hanya menurunkan konsumsi batu bara dan biaya operasional, tetapi juga mengurangi dampak lingkungan. PLTU MT Sumsel-8 juga dilengkapi Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk menekan emisi sulfur dioksida (SO₂), sebagai bagian dari upaya pengendalian polusi udara.

Langkah menuju industri hijau juga diterapkan melalui sejumlah inisiatif di lingkungan perusahaan. HBAP memanfaatkan area operasional untukengembangan pembangkit listrik tenaga surya, antara lain PLTS kanopi parkir mobil di kantor site dengan kapasitas 162,25 kWp, PLTS di area ash yard dengan kapasitas 47.600 kWh, serta penerangan jalan umum tenaga surya dengan kapasitas total 150 Wp.

Agenda keberlanjutan HBAP juga menyentuh aspek pemanfaatan limbah. Fly ash dan bottom ash (FABA) dioptimalkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan jamban sehat di Desa Tanjung Lalang dan pemasangan paving block berbahan dasar FABA di halaman SD 16 Tanjung Lalang.

Membangun Sistem QHSE yang Terintegrasi 

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, HBAP berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan melalui Sistem Manajemen Ketenagalistrikan (SMK2) serta manajemen mutu, kesehatan, keselamatan, dan perlindungan lingkungan (QHSE).

Prinsip-prinsip tersebut wajib diterapkan oleh seluruh entitas di wilayah operasional perusahaan, termasuk seluruh direktorat, kontraktor, subkontraktor, serta pihak pendukung lainnya, guna mencapai peningkatan kinerja QHSE secara berkelanjutan.

Kerangka Sistem Manajemen Terintegrasi HBAP mencakup kepatuhan terhadap regulasi, kode etik, budaya perusahaan, good corporate governance (GCG), serta manajemen risiko dalam setiap proses bisnis. Sistem tersebut juga diarahkan untuk memastikan kepuasan pelanggan, menghilangkan bahaya dan mengurangi risiko K3, mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta mencegah pencemaran lingkungan.

Pada saat yang sama, perusahaan mendorong keterlibatan karyawan dan perwakilannya dalam pengembangan, penerapan, dan evaluasi sistem manajemen. Budaya QHSE yang kuat dibangun melalui partisipasi, bukan semata-mata instruksi dari manajemen.

Pendekatan tersebut diperkuat dengan komitmen terhadap inovasi rendah karbon, penyediaan sumber daya yang memadai, evaluasi berkala, serta peningkatan berkelanjutan. Sistem manajemen juga diarahkan untuk memastikan instalasi tenaga listrik berada dalam kondisi andal, aman, dan ramah lingkungan.

HBAP juga mendorong budaya keselamatan hadir dalam aktivitas sehari-hari melalui berbagai program yang menyentuh langsung perilaku dan kesadaran pekerja. Program tersebut antara lain Safety Campaign, Emergency Response Simulation, Health Campaign, Daily Toolbox Meeting, Daily Safety Meeting, Daily Inspection, Well-being Program, dan Mental Health Awareness Program. Perusahaan juga memiliki HBAP Health Clinic sebagai bagian dari dukungan terhadap kesehatan pekerja.

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan dibangun melalui proses yang konsisten. Toolbox meeting sebelum pekerjaan, inspeksi harian, simulasi keadaan darurat, hingga kampanye kesehatan merupakan bagian dari upaya menjadikan QHSE sebagai kebiasaan dalam operasional.

Transformasi digital menjadi dimensi lain yang melengkapi penerapan QHSE HBAP. Perusahaan mengembangkan Continuous Emission Management System dan Real Time Plant Monitoring sebagai bagian dari transformasi digital dan inovasi HSE.

Pemanfaatan sistem digital memberikan peluang untuk memperkuat pemantauan kondisi operasional dan lingkungan secara lebih cepat. Dalam operasional pembangkit listrik, kemampuan memperoleh informasi secara real time menjadi penting untuk mendukung pengambilan keputusan, menjaga keandalan instalasi, serta mengantisipasi potensi masalah.

Artikulli paraprakKetua Iperindo Dorong Kebijakan Fiskal Bagi Pembangunan Kapal Baru di Indonesia
Artikulli tjetërDanone Indonesia Bersama PMI Dukung Warga Terdampak Gempa NTT   

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini