Beranda Industri PTSI: Komponen Lokal Tak Sekadar Angka, tapi Penggerak Ekosistem Industri

PTSI: Komponen Lokal Tak Sekadar Angka, tapi Penggerak Ekosistem Industri

18
0

 

NERACAONLINE – Penguatan penggunaan komponen lokal dinilai menjadi salah satu kunci untuk memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. Hal ini mendorong PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI memperkuat perannya melalui kapabilitas di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC).

PTSI mengambil peran melalui layanan pengukuran, penilaian, dan verifikasi komponen lokal yang terdapat dalam produk maupun jasa. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung terciptanya industri dalam negeri yang semakin mandiri, berkualitas, dan berdaya saing.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero), Sarjuni Adicahya mengatakan, penguatan industri nasional tidak cukup hanya dilihat dari besaran komponen lokal yang digunakan.

Menurutnya, peningkatan penggunaan komponen lokal harus mampu mendorong penguatan industri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi hingga sumber daya manusia.

“Penguatan industri dalam negeri tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Lebih dari itu, kita perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh,” ujar Sarjuni dalam Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero).

Dia menambahkan, PTSI berupaya mendukung proses tersebut melalui layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel sehingga capaian penggunaan komponen lokal dapat diukur secara objektif dan dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaannya, proses pengukuran dan verifikasi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pre-assessment, monitoring, witnessing, hingga post-audit.

Menurut Sarjuni, peningkatan penggunaan komponen lokal memiliki dampak yang lebih luas terhadap ekosistem industri. Ketika semakin banyak pelaku industri nasional terlibat dalam penyediaan barang dan jasa, manfaat ekonomi juga dapat mengalir kepada pemasok, manufaktur, sektor distribusi hingga tenaga kerja.

Rantai pasok yang semakin kuat, lanjutnya, pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, sekaligus menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.

Impor Turun, Produksi Meningkat

Salah satu gambaran dampak kebijakan yang mendorong peningkatan komponen lokal terlihat pada perkembangan industri handphone, komputer genggam, dan tablet.

Berdasarkan pemaparan dalam Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero), pada periode 2014–2019, impor produk tersebut tercatat mengalami penurunan hingga 93%. Di sisi lain, produksi dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat.

Perkembangan tersebut turut diikuti dengan tumbuhnya investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.

“Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” jelas Sarjuni.

Dia menilai penguatan industri nasional tetap perlu memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan, kualitas dan daya saing produk dalam negeri.

Industri lokal tidak hanya dituntut mampu memproduksi barang dan jasa, tetapi juga perlu meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, serta menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar.

Dalam konteks tersebut, PTSI menempatkan kapabilitas TIC sebagai bagian dari ekosistem pendukung industri nasional. Melalui kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan yang dapat membantu pelaku industri meningkatkan kualitas, kapasitas, serta kredibilitas produknya.

Bagi PTSI, penguatan industri dalam negeri merupakan proses jangka panjang. Semakin kuat kapasitas industri nasional, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat diciptakan dan dipertahankan di dalam negeri secara mandiri dan berkelanjutan.

PTSI meyakini penguatan penggunaan komponen lokal dan peningkatan kapabilitas industri dapat menjadikan sektor industri semakin berperan sebagai penggerak perekonomian nasional.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung juga dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan penguatan ekosistem industri nasional dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Artikulli paraprakAIA Luncurkan Nura Care, Perkuat Proteksi Kesehatan hingga Masa Pensiun

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini