Beranda Industri WEPSEA 2026 Dibuka di Jakarta, Industri Kemasan ASEAN Didorong Adopsi AI dan...

WEPSEA 2026 Dibuka di Jakarta, Industri Kemasan ASEAN Didorong Adopsi AI dan Teknologi Hijau

46
0

 

NERACAONLINE – World Expo of Packaging Industry Southeast Asia (WEPSEA) 2026 resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta, Kamis (27/8/2026). Pameran yang berlangsung hingga 29 Agustus 2026 ini mempertemukan pelaku industri kemasan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi perkembangan teknologi, inovasi, serta peluang bisnis di pasar Asia Tenggara.

WEPSEA 2026 diselenggarakan RX (China) bekerja sama dengan World Packaging Organisation (WPO). Mengusung fokus pada inovasi, transformasi digital, dan keberlanjutan, pameran ini menempati area lebih dari 22.000 meter persegi.

Vice President RX Greater China Alex Wang mengatakan, WEPSEA 2026 menjadi wadah bagi pelaku industri untuk memperluas koneksi bisnis sekaligus mendorong kolaborasi di Indonesia dan kawasan ASEAN.

“WEPSEA 2026 menjadi platform yang menampilkan inovasi, memperluas koneksi bisnis, dan mendorong kolaborasi industri kemasan di Indonesia serta kawasan ASEAN, dengan fokus pada AI, smart manufacturing, dan sustainable packaging,” ujar Alex.

Pameran ini mencakup berbagai segmen industri, mulai dari bahan baku kertas, printing dan converting, mesin dan otomasi, material ramah lingkungan, hingga solusi aplikasi kemasan.

WEPSEA 2026 juga digelar bersamaan dengan Paper Chain Expo, Pack Plus, dan Bakery ASEAN. Kolaborasi tersebut membentuk ekosistem pameran yang mencakup rantai industri kemasan, mulai dari bahan baku hingga produk dan aplikasi akhir.

 

Dorong Transformasi Digital

Transformasi digital menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam WEPSEA 2026. Melalui Next-Generation Smart Packaging Solutions Forum, para pelaku industri membahas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan otomasi dalam proses printing serta produksi kemasan.

Sejumlah teknologi yang menjadi perhatian antara lain intelligent prepress automation, optimalisasi alur kerja, dan automated imposition. Penerapan teknologi tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus membantu menekan biaya.

Selain itu, WEPSEA 2026 menghadirkan Southeast Asia Packaging Industry Conference 2026 yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari daya saing industri, perkembangan rantai pasok, peluang investasi, hingga tren digital printing.

Konferensi tersebut juga mengangkat perkembangan kemasan berbasis prinsip environmental, social, and governance (ESG) serta penerapan Extended Producer Responsibility (EPR). Secara keseluruhan, WEPSEA 2026 menghadirkan lebih dari 20 agenda yang terdiri atas konferensi, forum, lokakarya, hingga kegiatan networking.

Kemasan Pangan Ramah Lingkungan

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah forum “Pulp Molded Packaging as an Alternative to Plastic Food Packaging”. Forum ini mempertemukan pemilik merek, produsen kemasan, pemasok bahan kemasan, serta penyedia teknologi untuk membahas perkembangan kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan.

Forum tersebut melibatkan perwakilan dari berbagai sektor, termasuk platform pesan-antar makanan, jaringan restoran cepat saji, produsen makanan, dan peritel di Indonesia. Sejumlah perusahaan yang hadir antara lain GoFood, GrabFood, KFC Indonesia, McDonald’s Indonesia, HokBen, Richeese Factory, Kopi Kenangan, Charoen Pokphand Indonesia, Japfa, Indofood, Indomaret, dan Alfamart.

Perubahan pola konsumsi masyarakat turut mendorong kebutuhan terhadap inovasi kemasan pangan. Pertumbuhan layanan pesan-antar makanan dan ritel modern membuat kemasan dituntut memiliki daya tahan lebih baik, seperti tahan minyak, tidak mudah bocor, tahan panas, serta mampu menjaga kualitas makanan selama proses pengiriman.

Di sisi lain, perkembangan regulasi lingkungan, standar keamanan kontak pangan, persyaratan halal, serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keberlanjutan membuat pemilik merek mulai mencari alternatif terhadap kemasan plastik.

Salah satu material yang dinilai memiliki potensi adalah molded fiber atau kemasan berbahan serat cetak. Material tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti wadah makanan untuk dibawa pulang, baki makanan bersekat, baki produk segar, kemasan telur, penyangga gelas minuman, hingga kemasan makanan siap santap.

Namun, penggunaan molded fiber tidak semata-mata ditujukan untuk menggantikan plastik. Produk tersebut juga dituntut memiliki performa tinggi, memenuhi standar keamanan pangan, tahan terhadap minyak dan air, bebas PFAS, dapat mendukung proses produksi otomatis, efisien dari sisi biaya, serta sesuai dengan ketentuan regulasi.

Bidik 25.000 Buyer

Selain menghadirkan teknologi dan inovasi, WEPSEA 2026 memperkuat agenda business matching. Penyelenggara menargetkan lebih dari 25.000 buyer melalui targeted buyer invitations, one-on-one business matching, dan Targeted Attendee Program (TAP).

Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pemasok dengan pengambil keputusan, pemilik merek, distributor, serta calon mitra bisnis dari Indonesia maupun negara-negara ASEAN.

Untuk memperluas jejaring, WEPSEA 2026 juga menggelar Business Networking Cocktail Reception dan PACT Alliance Indonesia Golf Invitational.

Dengan mempertemukan pemasok internasional, converter, produsen kemasan, pemilik merek, buyer, dan asosiasi industri, WEPSEA 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia maupun memperluas pasar ke kawasan ASEAN.

Artikulli paraprakGandeng Ponpes Bahrul Ulum, BSN Bidik Potensi Ekonomi Pesantren
Artikulli tjetërPTPN III (Persero) dan BRIN Perkuat Sinergi Riset hingga Inovasi untuk Percepatan Swasembada Pangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini