Beranda UMKM Dukungan KUR BRI, Juragan Ikan Brothers Sukses Bawa Ekspor Hingga Pasok...

Dukungan KUR BRI, Juragan Ikan Brothers Sukses Bawa Ekspor Hingga Pasok MBG

12
0

Di saat publik dipenuhi pro dan kontrak soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun berkah bagi Iwan Arjon (52), juragan ikan basah Brothers yang justru punya dampak terhadap permintaan penjualan ikan miliknya. Pasalnya, selain memasok ikan ke 20 pedagang pasar di Ciputat dan Jombang juga memasok ikan untuk MBG ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),”Untuk program MBG, ikannya beli di saya sebanyak dua kuintal tiap hari dan ini dua empat kali beli,”ujarnya kepada Neraca di Jakarta, kemarin.

Tak ambil pusing soal polemik program MBG, bagi bapak lima anak ini, penjualan ikan ke SPPG memberikan dampak terhadap usahanya. Bila selama ini, pasokan ikan ke pedagangan di pasar harus dihutang dulu dan baru dibayar saat dagangan terjual, tetapi berbeda dengan MBG langsung dibayar tunai.

Kendatipun demikian, penjualannya ke pemasok pedagang ikan di pasar juga menjadi deyut nadi usahanya. Oleh karena itu, Iwan akan lebih selektif memilih pedagang ikan di pasar dalam memasarkan dagangannya agar usaha tetap berjalan. Hal ini bukan tanpa alasan lantaran pengalaman pahitnya banyak pedagang ikan yang menjadi mitranya gagal bayar sehingga harus menanggung rugi.”Selama berdagang ikan 25 tahun, uang saya di luar dan tak kembali lagi capai Rp200 juta,”ungkapnya.

Ya, mensiasati agar modal tetap tersedia untuk belanja barang lagi, pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi pilihannya,”Saat itu zaman presiden SBY, saya mendapatkan modal dari pinjaman KUR BRI sebesar Rp5 juta,”katanya.

Modal didapat bukan digunakan untuk tambah kolam atau lahan baru tetapi untuk menjaga kecukupan modal belanja. Dirinya bercerita, pasokan ikan di kolamnya didatangkan langsung dari peternak ikan di Cianjur dan Sukabumi. Sementara untuk ikan lele dari Ciseeng dan pembayaran ke peternak harus tunai bukan utang dan bila tidak, gak dikirim barangnya. Oleh karena, kecukupan modal menjadi penting untuk memutar modal belanja tiap hari.

Meski pinjaman dari BRI telah dilunasi, pria asal Palembang ini, tetap menaruh harapan peran BRI bisa membantu usaha miliknya dalam permodalan kedepannya. Apalagi, dia mempunyai rencana pengembangan bisnis jualan lobster dan udang.”Untuk saat belum ada niat top up pinjaman, tetapi fokus besarkan usaha yang ada saat ini dulu,”tuturnya.

Diakuinya, dukungan BRI terhadap usaha sangat berarti dan berdampak bagi geliat ekonomi rumah tangganya. Dari usaha julan ikannya, Iwan berhasil menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi, bisa berangkat umroh dan membeli kolam ikan seluas 150 meter persegi yang sebelumnya hanya sewa.

Keseriusannya merawat ikan basah dagangannya agar tetap segar dari  pedagang hingga ke konsumen tak bisa ditawar-tawar lagi. Makanya, kolam ikan miliknya 24 jam selalu dipantau oleh karyawannya. Alhasil, mampu mempertahankan kesegaran ikan membuat usaha tak pernah sepi dari pembeli. Bahkan, ikan dagangannya sempat ekspor ke Australia sebanyak dua kuintal. “Menjaga ikan tetap segar, kita perhatikan terus sirkulasi air agar tidak kotor,”jelasnya.

Menuai Hasil dari Proses

Keberhasilan Iwan menjadi juragan ikan basah tidak datang instan begitu saja. Tepatnya 25 tahun yang lalu, dirinya pernah bekerja sebagai pedagang ikan sama orang. Pahit dan manis dijalaninya, hingga akhirnya memberanikan diri untuk memulai usaha sendiri dari nol.

Tekadnya dan keberaniannya untuk maju berdagang ikan juga dipengaruhi keluarga yang memiliki usaha yang sama. Makanya lapak kolam ikannya diberi nama Brothers karena kaka dan adik semua merintis usaha yang sama dagang ikan. Namun semua kini, mempunyai lapak sendiri.

Iwan menuturkan, modal awal dagang ikan hingga menjadi agen besar yakni sebesar Rp25 juta. Kini dirinya memiliki omset sehari sekitar Rp12 jutaan. Beragam jenis ikan dijualnya, mulai ikan nila, gurame, lele, mujair, ikan mas, ikan nila dan patin. Harga yang dibandrol juga beragam, namun kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memberikan dampak kenaikan harga jual. “Kenaikan biaya logistik karena BBM naik juga berdampak kenaikan harga ikan,”ungkapnya.

Masih rendahnya konsumsi ikan di masyarakat, menurutnya, membuat potensi bisnis jualan ikan terus tumbuh. Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat jumlah produksi dan stok perikanan nasional pada tiga bulan pertama tahun 2026 kemarin mencapai 3,57 juta ton.

Dimana jumlah produksi ditambah stok masih lebih tinggi dibandingkan kebutuhan dan konsumsi. Adapun jumlah produksi itu terdiri dari 2,05 juta ton ikan budi daya dan 1,52 juta ton ikan tangkap sepanjang Januari–Maret 2026. Jumlah produksi itu lebih besar dibandingkan proyeksi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat yang diperkirakan sekitar 1,94 juta ton dalam periode yang sama.

Menjelang lebaran dan malam tahun baru, penjualan ikan meningkat tajam.”Kalau hari biasa satu ton ikan habis terjual, di moment jelang lebaran dan tahun baru bisa tembus 2 ton,”ungkapnya.

Santi  (38), ibu rumah tangga sengaja membeli ikan langsung dari Brothers karena ikannya yang segar, harga kompetitif juga lokasi strategis yang deket dengan rumah.”Beli ikan disini karena deket dengan rumah, ditambah beli disini bisa pilih ikan masih seger dan sehat-sehat,”katanya.

Dukungan BRI terhadap petani dan nelayan cukup besar, hal itu dilihat dari pencapaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp65,95 triliun hingga April 2026. Penyaluran tersebut menjangkau sekitar 1,3 juta debitur, dengan mayoritas pembiayaan mengalir ke sektor produktif untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Dari total penyaluran tersebut, sebanyak 66,47% dialokasikan ke sektor produksi yang mencakup pertanian, perikanan, dan industri pengolahan. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan nilai mencapai Rp27,95 triliun atau setara 42,38% dari total KUR BRI.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan penyaluran KUR menjadi bagian dari dukungan perseroan terhadap program swasembada pangan pemerintah melalui penguatan sektor usaha mikro dan produktif.“BRI senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” ujar Akhmad.

Artikulli paraprakSatu Tahun Peluncuran AC Nusantara Prestige, DAIKIN Gelar Program Apresiasi Bagi Teknisi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini