Beranda Perbankan Produksi Maung Hingga Amunisi, BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad

Produksi Maung Hingga Amunisi, BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad

11
0

Dukung industri pertahanan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pindad melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Loan Facility sebesar Rp1,5 triliun. Infformasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, penguatan industri pertahanan dalam negeri menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga kedaulatan dan ketahanan nasional. Terlebih, pemerintah saat ini menempatkan industri pertahanan sebagai salah satu sektor prioritas nasional, yang tecermin dari anggaran pertahanan Indonesia pada APBN 2026 yang telah mencapai lebih dari Rp180 triliun dan menjadikannya salah satu anggaran terbesar dalam APBN tahun ini.”Kami berharap dengan dukungan BTN ini akan meningkatkan kapasitas produksi Pindad yang tidak hanya memperkuat pertahanan negara, tetapi juga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap industri baja, logam, elektronika, manufaktur, logistik, serta menyerap ribuan tenaga kerja nasional,” ujar Nixon.

Pindad sendiri memegang peran sentral dalam ekosistem tersebut melalui produksi kendaraan taktis, kendaraan tempur, munisi, senjata, hingga berbagai peralatan khusus yang digunakan oleh TNI dan Polri. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai proyek strategis Pindad tersebut, BTN mengucurkan fasilitas Corporate Loan Facility senilai Rp1,5 triliun yang terdiri dari Fasilitas Cash Loan atau KMK Kontraktor sebesar Rp125 miliar serta Fasilitas Non-Cash Loan berupa Bank Garansi, SKBDN, dan LC dengan sub-limit Trust Receipt sebesar Rp1,375 triliun.

Nixon menjelaskan bahwa dukungan pembiayaan ini diberikan untuk memastikan kelancaran berbagai proyek strategis Pindad yang berasal dari Kementerian dan Lembaga Negara, baik yang bersumber dari APBN Murni maupun APBN yang berasal dari skema pinjaman dalam dan luar negeri. Pada tahap awal, fasilitas pendanaan ini akan difokuskan untuk mendukung beberapa program unggulan nasional milik Pindad, antara lain produksi Maung MV3 yang merupakan kendaraan operasional nasional yang kini menjadi kendaraan dinas pejabat negara, produksi berbagai jenis amunisi untuk mendukung kesiapan pertahanan nasional, serta produksi Water Canon untuk mendukung kebutuhan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata dari transformasi bisnis berkelanjutan yang sedang digalakkan oleh BTN melalui strategi Beyond Mortgage. Sebagai bank yang selama ini dikenal luas sebagai pemimpin pasar KPR nasional, BTN terus bertransformasi menjadi bank yang lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Melalui transformasi ini, BTN tidak lagi hanya hadir dalam pembiayaan perumahan rakyat, tetapi juga mulai mengambil peran yang lebih luas dan agresif dalam mendukung sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas utama pemerintah. Nixon melanjutkan, BTN juga percaya bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan proyek-proyek strategis nasional dapat berjalan tepat waktu, tepat kualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi negara. “Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari kolaborasi yang jauh lebih luas antara BTN dan Pindad di masa mendatang. Kami juga siap untuk terus menjadi mitra keuangan strategis bagi Pindad dalam mendukung ekspansi bisnis, penguatan industri pertahanan nasional, serta berbagai proyek strategis lainnya yang memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutur Nixon.

Sementara Direktur Utama Pindad, Sigit Puji Santosa mengatakan, dukungan pembiayaan dari BTN akan memperkuat kapasitas produksi Pindad dalam memenuhi berbagai kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.“Kami mengapresiasi kepercayaan BTN kepada Pindad melalui fasilitas pembiayaan ini. Dukungan tersebut akan memperkuat kemampuan kami dalam menjalankan berbagai proyek strategis nasional, mulai dari produksi kendaraan operasional Maung MV3, amunisi, hingga berbagai produk pertahanan dan keamanan lainnya yang dibutuhkan negara,” ujar Sigit.

Dia menambahkan, sinergi antara industri pertahanan dan sektor perbankan nasional menjadi faktor penting dalam mendorong kemandirian industri strategis Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar global. “Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa penguatan industri pertahanan membutuhkan dukungan lintas sektor. Kami berharap kerja sama dengan BTN dapat terus berkembang untuk mendukung ekspansi bisnis Pindad dan mempercepat terciptanya ekosistem industri pertahanan nasional yang mandiri, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sigit.

 

Artikulli paraprakAda Peran Agen BRI Link di Balik Kesibukan Angkutan Barang di Tol Serang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini