Beranda Properti INPP Terus Ekspansi Proyek Baru Perkuat Pertumbuhan Pendapatan Recurring Income

INPP Terus Ekspansi Proyek Baru Perkuat Pertumbuhan Pendapatan Recurring Income

10
0

Kejar pertumbuhan pendapatan, emiten properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia masih mengandalkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) sambil melakukan ekspansi proyek baru. Di tahun ini, perseroan akan segera membuka operasional 23 Semarang Shopping Mall, sebuah pusat perbelanjaan baru dengan total leaseable area sebeluas 48 ribu meter persegi. Pusat perbelanjaan ini rencananya akan beroperasi per 23 Mei 2026.

Selain itu, INPP juga sudah me-launching proyek terbaru, yakni 88 Plaza Balikpapan. Proyek mixed user ini dikembangkan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sekaligus menandai ekspansi perseroan ke kota ke-8 di Indonesia. Kehadiran 88 Plaza Balikpapan akan semakin melengkapi portofolio bisnis Paradise Indonesia.

Kata Anthony Prabowo Susilo, Presiden Direktur Indonesian Paradise Property, proyek ini dikembangkan di atas lahan seluas 8 hektare, di kota ke-8 bagi keberadaan INPP. Itu pula yang menjadi alasan dinamkan 88 Plaza Balikpapan. Disampaikannya pula, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam merespon market yang makin dinamis, terlebih di tengah berbagai tantangan ekonomi domestik, maupun global.

Proyek 88 Plaza Balikpapan sudah diawali dengan peluncuran business loft Asthon tahap pertama yang langsung mendapat sambutan sangat positif dari pasar.“Salah satu row Asthon A itu sudah sold out dalam hari pertama. Jadi ini memang cara-cara bagaimana kita merespon market yang memang berbeda. Kita juga harus tetap mencari perkembangan, mencari pertumbuhan. Tapi dengan cara yang berbeda juga,” ujar Anthony di Jakarta, kemarin.

Ekspansi proyek-proyek baru itu diyakini akan berkontribusi signfikan pada kinerja perseroan di masa-masa mendatang. Di kuartal pertama 2026, persroan membukukan pendapatan sebesar Rp326,91 miliar, atau tumbuh 14,14% year on year (yoy). Lini bisnis komersial, hospitality, dan property sales kompak membukukan pertumbuhan.

Pertumbuhan pendapatan perseroan tetap didominasi pendapatan berulang atau recurring revenue. Kontribusi terbesar datang dari lini bisnis komersial yang meraih pendapatan RP157 miliar, atau tumbuh 19% secara tahunan. Lini bisnis ini berkontribusi sebesar 48% terhadap total pendapatan INPP.

Lalu, pendapatan lini bisnis hospitality mengalami kenaikan 4%, atau menjadi Rp136 miliar. Angka itu setara 42% dari total pendepatan perseroan di kuartal I 2026. Sedangkan pendapatan dari lini bisnis property sales (penjualan properti) tercatat sebesar Rp34 miliar, atau melonjak 38% ketimbang tahun sebelumnya. Lini bisnis ini menyumbang porsi 10% terhadap total pendapatan INPP.

Sementara Direktur Indonesian Paradise Property, Surina, mengungkapkan, kenaikan pendapatan lini bisnis property sales salah satunya masih ditopang proyek Antasari Palace. Serah terima proyek ini memberikan kontribusi cukup besar bagi pendapatan perseroan di tahun lalu. Dan tahun ini masih membukukan sekitar Rp34 miliar dari serah terima unit Antasari Palace,”Property Sales kontribusi di kuartal I masih 10%. Jadi memang INPP sekali lagi kita recurring revenue-nya cukup kuat mungkin dibandingkan developer lain. Kita di 90 persenan,” jelas

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil meningkatkan EBITDA yang naik sekitar 20% menjadi Rp101 miliar. Dengan pencapaian laba positif itu, INPP berhasil membalikkan keadaan dari rugi Rp132,87 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Artikulli paraprakHadirkan Sistem Silver Live Price Nellava Bullion Jaga Kepercayaan Konsumen
Artikulli tjetërPolemik Foto Bayi di Kemasan Pakar Soroti Dampak Foto di Kemasan Luar Produk Aqua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini