Beranda CSR Lewat STEM Talks, Grab Buka Ruang Belajar Teknologi Bagi Perempuan Muda

Lewat STEM Talks, Grab Buka Ruang Belajar Teknologi Bagi Perempuan Muda

11
0

Peduli terhadap pemberdayaan generasi muda perempuan untuk melek digital, Grab Indonesia hadirkan inisiatif STEM Talks untuk berbagi mengenai pengalaman, tantangan, serta prospek karier di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa (Engineering), dan Matematika (STEM) kepada 75 mahasiswi dan mahasiswa.“Kami percaya teknologi tidak hanya dibangun melalui kemampuan teknis semata, tetapi juga melalui empati, problem solving, dan keberanian untuk menciptakan dampak nyata,”kata Rivana Mezaya, Director of Digital & Sustainability, Grab Indonesia  di Jakarta, kemarin.

Maka melalui STEM Talks, lanjutnya, perseroan ingin lebih banyak perempuan muda melihat bahwa mereka memiliki ruang dan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkarya di bidang teknologi. “Kami berharap kehadiran para Women Tech Leaders di Grab dapat menjadi role model sekaligus membuka wawasan baru bagi generasi muda perempuan.”tandasnya.

Melalui STEM Talks yang merupakan bagian dari rangkaian inisiatif “Jejak Aksi Kartini Masa Kini”, Grab terus mendorong lebih banyak perempuan muda untuk berani berkembang dan mengambil peran strategis di bidang teknologi. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Grab dalam mendukung pemberdayaan perempuan di berbagai lini ekosistemnya, tidak hanya dengan membuka akses, tetapi juga dengan menghadirkan ruang belajar, jejaring, dan inspirasi bagi perempuan untuk terus belajar, bertumbuh, dan membawa dampak yang lebih luas untuk Indonesia.

Ya, kegiatan ini merupakan langkah ini Grab untuk memberikan dampak bagi masyarakat di tengah tantangan yang masih nyata. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk “Perempuan dan Laki-laki di Indonesia 2024” mencatat bahwa hanya 52,86% perempuan usia kerja yang bekerja, dibandingkan dengan 79,85% pada laki-laki.

Kesenjangan ini semakin mencolok di kalangan lulusan perguruan tinggi: tingkat pengangguran perempuan berpendidikan tinggi mencapai 18,66%, hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki yang hanya 8,16%. Data ini menunjukkan bahwa hambatan bagi perempuan bukan terletak pada kemampuan atau semangat menempuh pendidikan, melainkan pada kesempatan yang belum setara di dunia kerja.

Kemudian dalam talks show tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai tantangan sebagai perempuan di bidang STEM, sekaligus mendapatkan gambaran mengenai lingkungan kerja di industri teknologi, peluang pengembangan karier, serta pengalaman dari Women Tech Leaders di Grab dalam berbagai fungsi, mulai dari product management, hingga software engineering.

 

Artikulli paraprakMSIG Life Bayarkan Klaim Kesehatan dan Meninggal Dunia Rp227,29 Miliar
Artikulli tjetërPETROKIMIA GRESIK PERKUAT PASOKAN GAS JANGKA PANJANG DARI LAPANGAN MDA-MBH DAN WILAYAH KERJA KETAPANG UNTUK MENJAGA KEBERLANJUTAN PRODUKSI PUPUK NASIONAL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini