Beranda CSR 1.414 Pelajar Ikuti Kompetisi Menggambar KRL Generasi Baru CRRC Sifang

1.414 Pelajar Ikuti Kompetisi Menggambar KRL Generasi Baru CRRC Sifang

30
0

 

NERACAONLINE – Minat masyarakat terhadap transportasi publik tidak hanya tercermin dari meningkatnya jumlah pengguna kereta api, tetapi juga melalui karya seni yang merekam aktivitas dan cerita perjalanan sehari-hari. Hal ini terlihat dalam kompetisi menggambar dan fotografi CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026 yang diikuti ratusan pelajar dan komunitas pecinta kereta api.

Kompetisi yang diselenggarakan CRRC Sifang Co., Ltd. tersebut mengusung tema “Satu Jalur, Sejuta Cerita”. Memasuki edisi kedua setelah pertama kali digelar pada 2024, ajang ini mengajak masyarakat mengabadikan pengalaman dan kehidupan yang terhubung melalui layanan Commuter Line.

Pada kategori menggambar, kompetisi diikuti 1.414 pelajar dari 29 sekolah di wilayah Jabodetabek. Peserta terdiri atas 754 siswa SMP/MTs dari 13 sekolah dan 660 siswa SMA/SMK/MA dari 16 sekolah. Setelah melalui proses kurasi, dewan juri memilih 10 karya terbaik.

Sementara itu, kategori fotografi diikuti 269 peserta dari 43 komunitas serta masyarakat umum. Peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya foto yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas di sepanjang lintas layanan Commuter Line Jabodetabek.

Seluruh karya dinilai berdasarkan lima aspek, yakni kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, teknik, komposisi visual, serta kekuatan pesan. Setiap karya diwajibkan menampilkan KRL generasi baru produksi CRRC Sifang sebagai elemen utama.

General Manager CRRC Sifang Co., Ltd. untuk Wilayah Indonesia, Han Wenfeng, mengatakan keragaman karya peserta menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Peserta tidak sekadar menggambar atau memotret kereta, tetapi menangkap manusia dan cerita di dalamnya. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat,” ujarnya.

Menurut Han, penyelenggaraan kompetisi tersebut merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mengapresiasi perkembangan transportasi publik Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi pelajar dan komunitas untuk mengekspresikan pengalaman mereka melalui karya seni.

Modernisasi Armada

Kompetisi ini berlangsung di tengah meningkatnya penggunaan layanan kereta komuter. Sepanjang 2025, KAI Commuter mengangkut lebih dari 400 juta penumpang secara nasional, tumbuh sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 349,3 juta penumpang merupakan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek.

Pertumbuhan jumlah penumpang turut diiringi modernisasi armada. Sejak Juni 2025, sebanyak 11 rangkaian KRL generasi baru produksi CRRC Sifang, dengan total 132 kereta, mulai beroperasi secara bertahap di lintas Bogor dan Cikarang.

Armada tersebut dilengkapi sistem pendingin yang lebih baik, interior lebih lega, teknologi keselamatan terbaru, serta fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil.

Selain kompetisi, CRRC Sifang juga menggelar kegiatan edukasi untuk memperkenalkan teknologi perkeretaapian kepada generasi muda. Pada 16 September 2026, perusahaan mengajak siswa dan guru SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti kunjungan edukatif menggunakan Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Halim, kemudian melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line sebelum mengunjungi Museum Nasional.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pengalaman langsung menggunakan layanan kereta cepat dan kereta komuter, sekaligus mengenal perkembangan transportasi publik di Indonesia.

“Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal kereta cepat dan KRL dari gambar, tetapi merasakan langsung teknologinya. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan minat mereka pada dunia teknologi dan transportasi, dan kelak sebagian dari mereka ikut membangun perkeretaapian Indonesia,” kata Han.

CRRC Sifang berharap kompetisi tersebut dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak pelajar, guru, komunitas, dan masyarakat umum. Melalui pendekatan seni dan edukasi, perusahaan ingin mendorong masyarakat melihat transportasi publik bukan sekadar sarana berpindah tempat, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Artikulli paraprakBerkah Menjadi Driver GrabBike, Bunda Reza Besarkan Dua Anak Hingga Mandiri Finansial
Artikulli tjetërMakin Eksploratif Pilih Produk F&B, GrabAds Dorong Brand Menangkan Top of Mind dan Top of Cart

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini