Mendorong pemberdayaan kaum perempuan dan mandiri secara ekonomi menjadi komitmen Grab Indonesia dengan memberikan ruang dan kesempatan menjadi mitra pengemudi Grab. Hal inilah yang dirasakan Siti Khodijah atau yang lebih akrab disapa Bunda Reza. Ya, menjadi mitra pengemudi GrabBike bukan sekadar pekerjaan. Selama 10 tahun menekuni profesi tersebut, dirinya dapat menjaga dua hal yang sangat penting bagi dirinya: tetap hadir dan bertanggung jawab bagi kedua putranya sekaligus memastikan kebutuhan keseharian keluarga terpenuhi.
Bunda Reza merupakan ibu tunggal dengan dua anak laki-laki. Anak pertamanya kini berusia 26 tahun dan merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan dalam aktivitas sehari-hari. Sementara anak keduanya yang berusia 19 tahun, saat ini sedang mengikuti program pelatihan kerja di Bandung sebagai persiapan untuk bekerja di Jepang.
Sejak berpisah dengan suaminya pada 2015, Bunda Reza menjalani peran sebagai orang tua tunggal sekaligus pencari nafkah utama bagi keluarganya. Bunda Reza tidak ingin berlarut-larut meratapi keadaan; dan memilih untuk terus bergerak.“Saya punya dua anak yang harus saya hidupi. Kalau saya terus nangis, memang dua anak saya bisa makan air mata? Ya sudah, hapus air mata. Berjuang saja,” ujar Bunda Reza.
Sebelum menjadi mitra pengemudi GrabBike, dirinya pernah bekerja sebagai perawat di rumah sakit dan sempat menjalankan usaha berjualan makanan. Pada 2016, dia memperoleh informasi tentang Grab dan memutuskan untuk mendaftar sebagai mitra pengemudi GrabBike. Salah satu alasan terbesarnya adalah fleksibilitas waktu.
Setiap hari, Bunda Reza mulai on-bid sekitar pukul 09.00 WIB. Menjelang siang, dirinya menyempatkan pulang untuk memberi makan dan memastikan kondisi anak pertamanya, lalu kembali melanjutkan aktivitasnya. Menjelang Maghrib dia kembali ke rumah, dan jika kondisi memungkinkan akan menerima order hingga sekitar pukul 21.00 atau 22.00.
Ketika berada di luar, dirinya secara berkala memantau kondisi Reza melalui CCTV yang dipasang di rumah. Fleksibilitas inilah yang membuat Bunda Reza dapat menjalankan kedua perannya sekaligus. Dalam sehari, ia dapat menyelesaikan sekitar 20–25 order. Ketika permintaan sedang tinggi, jumlahnya bisa mencapai 33 order.“Banyak orang yang bertanya kepada saya, kalau sedang narik, siapa yang menjaga anak pertama saya? Saya selalu menjawab, saya titip sama Allah. Sebagai orang tua, tentu ada rasa khawatir, apalagi saat harus meninggalkan anak untuk bekerja. Tapi saya percaya, selama saya berusaha memberikan yang terbaik untuk kedua anak saya, Allah juga akan menjaga dan memberikan jalan,” kata Bunda Reza.
Perjalanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga tentu tidak selalu berjalan mulus. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika anak keduanya akan masuk SMA. Saat itu ia membutuhkan biaya pendidikan dalam jumlah yang cukup besar dan tidak yakin harus mencari dana tersebut dari mana. Pada saat itulah, ia menerima penawaran fasilitas GrabModal Narik by OVO Finansial (GrabModal Narik) melalui aplikasi. Pada pembiayaan pertamanya, Bunda Reza memperoleh sekitar Rp8 juta yang digunakan untuk kebutuhan pendidikan anak dan sebagian disimpan sebagai dana cadangan. Seiring waktu dan performa kerja yang terus dijaga, Bunda Reza kembali memanfaatkan akses pembiayaan dari GrabModal untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak lainnya. Salah satunya digunakan untuk memperbaiki area dapur rumah yang mengalami kerusakan cukup parah.
Hal ini menunjukkan bagaimana GrabModal hadir sebagai solusi finansial di saat ia paling membutuhkannya. Bagi Bunda Reza, kemudahan memperoleh akses pembiayaan tetap harus dibarengi dengan perhitungan yang matang dan tanggung jawab dalam mengelolanya.






































