Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjajaki kolaborasi bersama PT Asia Kreasi Mandiri melalui platform FOODMEDIA untuk pendampingan, digitalisasi, dan pemberdayaan 13.000 UMKM se-Jabodetabek mustahik binaan BAZNAS.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan PT Asia Kreasi Mandiri yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Audiensi tersebut dihadiri Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Direktur PT Asia Kreasi Mandiri Dr. Muhammad Rofiq, S.Ag., M.E., beserta jajaran.
Dalam audiensi tersebut membahas potensi kolaborasi untuk mengintegrasikan program pemberdayaan UMKM BAZNAS dengan aplikasi digital FOODMEDIA. Integrasi ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan, sekaligus menghadirkan mekanisme donasi dalam setiap transaksi.

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menyambut baik rencana kolaborasi bersama PT Asia Kreasi Mandiri dalam mengoptimalkan pemberdayaan UMKM mustahik.
Menurut Rizaludin, skema tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda. Di satu sisi, UMKM memperoleh akses digital dan pasar yang lebih luas. Sementara, masyarakat memiliki pilihan untuk turut berdonasi melalui transaksi yang dilakukan.
“Dalam skema tersebut, logo BAZNAS bisa ditempatkan pada platform sebagai penanda kanal donasi, sebagaimana konsep sedekah konsumen yang diterapkan pada sejumlah merchant,” ujarnya.
Rizaludin mengatakan, uji coba dapat dilakukan dengan memasukkan UMKM binaan BAZNAS, termasuk ZChicken ataupun ZCoffee, ke dalam platform FOODMEDIA.
Sementara itu, Direktur PT Asia Kreasi Mandiri Dr. Muhammad Rofiq, S.Ag., M.E., membuka peluang bagi BAZNAS untuk memasukkan UMKM binaan ke dalam ekosistem digital tersebut. Menurutnya, integrasi tersebut dapat disertai dengan sejumlah layanan yang mendukung pengembangan UMKM.
“Merchant dapat memperoleh layanan berupa aplikasi, dukungan promosi, foto dan video produk, voucher, hingga layanan pemeliharaan sistem selama menjadi mitra,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pengembangan tahap awal, wilayah Jabodetabek diproyeksikan menjadi salah satu fokus. Setelah ekosistem dan mekanisme transaksi dapat berjalan dengan baik di wilayah tersebut, pengembangan diharapkan dapat diperluas secara nasional.






































