Beranda UMKM Cerita Sukses Salad Umma, Usaha dari Garasi Hingga Berdayakan Istri Marbot   

Cerita Sukses Salad Umma, Usaha dari Garasi Hingga Berdayakan Istri Marbot   

5
0

Perintis dan bukan pewaris. Semangat yang selalu dibangun mereka yang memulai usaha dari nol. Maka tak heran semangat tahan banting menjadi modal utama mereka yang bertekad maju untuk bisnis usahanya. Pasalnya, dalam menjalan usaha tak selamanya berjalan mulus dan ada kalanya batu terjal menjadi hambatan.

Pada kenyataannya, banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) gagal bertahan di tahun pertama sejak awal memulai usaha karena tahun pertama adalah fase paling rawan dalam perjalanan bisnis. Di fase ini, UMKM sedang belajar sambil jalan, melakukan banyak kesalahan, dan sering kali belum punya sistem yang jelas. Jika tidak disadari sejak awal, kesalahan kecil bisa menumpuk dan membuat bisnis sulit bertahan.

Pengalaman pahit inilah yang dirasakan Hikmah Nurul Audlia (38), jatuh bangun usaha make up artis (MUA) yang dibangunnya sejak berhenti menjadi bankir di salah satu bank swata hingga sukses usaha salad dengan brand Umma Salad. Kala itu, usahanya di bidang MUA yang telah lama digeluti terhenti karena kondisi Covid-19 di 2020 lantaran sepi order.

Dirinya bercerita, kala pandemi usaha MUA harus gulung tikar untuk membayar ganti rugi uang klien yang masuk. “Padahal uang muka dari klien sudah masuk ke vendor. Akhirnya, untuk membayar ganti rugi harus menjual semua aset make up gali lobang tutup lobang,”ungkapnya.

Tak vakum lama, dirinya berkesempatan mengikuti pelatihan wirausaha dari pemerintah provinsi DKI Jakarta dan kembali gagal di bidang usaha yang sama. Bahkan ibu satu anak ini kembali ngotot mengambil usaha MUA pada kesempatan pelatihan wirausaha kedua kalinya. “Pada kesempatan kedua kalinya, saya tetap ngambil usaha MUA tapi ditambah bisnis makanan. Dapat modal Rp1 juta kala itu, dibagi dua Rp500 untuk modal make up dan disisanya modal usaha makanan,”ucapnya kepada Neraca di Jakarta, kemarin.

Seiring berjalannya waktu, rupanya usaha makanannya menjadi pembuka rezeki ketimbang bisnis MUAnya. Kala itu, usaha makanan dijual adalah salad sayuran karena kebutuhan pasar dan kebanyakan orang konsumsi sayuran sebagai makan sehat saat pandemi Covid. Pembeli pertama saladnya adalah bibinya yang kemudian menawarkan untuk membuka stand bazar di Balai Kota DKI Jakarta. Alhasil, kini salad sayurannya masuk daftar menu rapat kedinasan dan menjadi langganan bazar.

Sadar jajanan usahanya mulai banyak order, Umma Salad mulai ekspansi menambah beragam menu baru, seperti salad buah dan puding. Alhasil, salad buahnyalah yang laris manis terjual. Kemasan yang menarik dan buah yang segar, ditambah label halal yang didapatkannya sejak 2023 menjadi nilai tambah produknya banyak diburu dan harga kompetitif mulai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.

Meski demikian, dirinya masih mengandalkan jualan secara online dan dari mulut ke mulut ketimbang membuka outlet atau toko dengan alasan modal besar yang belum punya. Namun demikian, dirinya mempunyai impian besar selain menambah produk baru, juga menjaga kestabilan usaha hingga membuka gerai baru. Maklum saja, usaha untuk maju tidak semudah menjaga keseimbangan dan pertumbuhan usaha berkelanjutan.

 

Membuka Asa

Kabar pemerintah memberikan kebijakan pinjaman Kredt Usaha Rakyat (KUR) Rp100 juta tanpa anggunan, menjadi angin segar bagi Hikmah Nurul untuk mengajukan pinjaman meski dirinya belum percaya diri. Berawal dari hanya sekedar mencari informasi di KCP BRI Tebet, dirinya langsung disambut baik pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendapatkan pinjaman tersebut,”Awalnya sih cuma sekedar tanya saja, tapi orang BRI respon langsung dan diapprove. Hari ini siapkan data dan berkas, besoknya langsung akad,”katanya.

Keberaniannya menambah modal adalah tekadnya untuk naik kelas usaha yang dirintisnya dari bawah. Bermodalkan pinjaman Rp100 juta dari BRI, garasi rumahnya disulap menjadi outlet minimalis dengan budget yang terjangkau, alasannya sewa tempat di Tebet harganya lumayan mahal.  Kini dengan outlet mininya, Umma panggilan akrabnya, makin percaya diri untuk penetrasi pasar masuk ke suku dinas DKI Jakarta dan bahkan ke kementerian, disamping tetap hadir di setiap bazar.

Diakuinya, sejak dibantu KUR ada harapan dan kepercayaan diri untuk memasarkan produk saladnya lewat media sosial dan menambah beragam menu. Dirinya juga tidak pernah absen di grup pendampingan wirausaha yang dinaungi BRI. Alhasil, berkah itu semua produknya masuk juara takjil terbaik binaan BRI. Soal omset, diakuinya juga terkerek tumbuh.”Bila dulu omset Rp1 juta sehari dan bahkan kurang, kini capai Rp 3 juta. Bahkan saat Ramadan kemarin, naik 4 kali lipat bisa capai Rp6 juta perhari karena kebanjiran order untuk hampers,”ungkapnya.

Tak ayal, tumbuhnya penjualan Umma Salad mampu balik modal dan melunaskan pinjaman dalam setahun. Bahkan, usahanya memberikan dampak dengan mempekerjakan istri para marbot masjid di gerainya hingga mahasiswa yang kerja freelance. “Saat ini karyawan kita ada empat, semuanya istri marbot masjid dekat rumah yang saya berdayakan. Kalau lagi bazar ramai, terkadang kita rekrut mahasiswa Saintek Muhammadiyah Ciracas tempat suami saya mengajar,”tuturnya.

Hera Hairunnisa (26), salah satu karyawan istri marbot mengatakan, berkah diajak kerja Umma Salad bisa bantu uang jajan di rumah,”Saya dulu nganggur sejak merantau ikut suami, kini sejak kerja di Umma Salad ada tambahan uang jajan dan bisa buat nabung, paparnya.

Wanita asal Garut ini bercerita, di Umma Salah banyak ilmu dan dibimbing dengan kesabaran untuk bagaimana membuka usaha. Kesibukannya setiap hari di toko adalah melayani pembeli dan menata jajanan salad, apalagi kalau ada bazar Ramadan lumayan sibuk dan omsetnya juga meledak. Dalam transaksi pembayaran, Umma Salad juga memberikan kemudahan konsumen bisa lewat mobile banking atau QRIS karena disediakan mesin EDC (Electronic Data Capture) dari BRI.

Irfan (37), salah satu pembeli Umma Salad mengakui, beli Umma Salad selain salad buahnya yang segar, serta beragam menu juga kemudahan transaksi dengan digital, disamping juga bisa dengan uang cash.”Disini transaksi bisa dilakukan dengan QRIS,  bagi saya dengan mobile banking simple, aman dan gak pake ribet ada uang receh kembalian,”katanya.

Artikulli paraprakWajah Baru Malabar, Kemitraan Strategis Nimo Highland Hidupkan Wisata Pangalengan
Artikulli tjetërBerkat Binaan BRI, Bakers Gram Punya Ambisi dan Mimpi Besar Tembus Ekspor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini