Beranda Perbankan Pacu Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

Pacu Transaksi Mobile Banking, Bank BSN Serbu Merchant di Kota-Kota Besar

28
0

PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperluas penetrasi layanan perbankan digital syariah dengan meluncurkan program serbu ekosistem sebagai strategi meningkatkan volume transaksi digital di kalangan pelaku usaha dan memperkuat ekosistem bisnis perseroan. Hingga 31 Agustus 2026, platform mobile banking Bale Syariah by BSN mencatatkan 238.897 pengguna aktif. Total transaksi melalui platform ini mencapai 3,29 juta kali dengan volume transaksi menembus Rp6,57 triliun.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur merchant, layanan QRIS BSN telah diadopsi oleh 2.102 merchant dengan akumulasi transaksi mencapai 2,07 juta kali dan volume menembus Rp552,1 miliar. Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan bahwa pencapaian tersebut, seiring strategi perseroan yang akan mengintegrasikan solusi perbankan syariah secara langsung ke dalam ekosistem usaha harian mitra bisnis melalui program serbu ekosistem.”Setiap inovasi produk bisnis Bank BSN harus berakar pada kemudahan transaksi bagi para pelaku usaha. Melalui semangat #ThinkCustomer, setiap keputusan bisnis selalu dimulai dari pertanyaan: Apakah langkah ini benar-benar memudahkan nasabah?ujar Alex.

Peluncuran program tersebut sekaligus menjadi momentum perayaan Hari Pelanggan Nasional, dimana manajemen Bank BSN hadir langsung menyapa dan melayani nasabah dengan sepenuh hati. Rangkaian kegiatan ini juga menandai dimulainya roadshow di Jakarta secara bertahap ke berbagai kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Bandung dan Surabaya.

Adapun, pelaksanaan kegiatan di Jakarta berlokasi di Walking Drums Cafe yang merupakan tempat usaha milik salah satu nasabah Bank BSN, Ibu Alifah Abdullah, yang juga mengembangkan unit usaha Root & Grow di beberapa lokasi strategis.”Dalam menjalankan roda bisnis harian, kebutuhan akan kecepatan, kenyamanan, dan kepastian transaksi pembayaran menjadi krusial, khususnya lewat pemanfaatan fitur digital seperti QRIS dan mesin Electronic Data Capture (EDC),” ungkap Alex.

Menurut Alex, kemitraan tersebut sebagai representasi arah pelayanan Bank BSN yang berorientasi pada ekosistem riil nasabah.”Pola pendekatan ini menegaskan transformasi perbankan yang tidak lagi pasif menunggu kedatangan nasabah di kantor cabang, melainkan hadir secara aktif dan melekat dalam menopang aktivitas harian serta pertumbuhan usaha mitra bisnisnya,” ujarnya.

Perseroan mencatat portofolio mitra mencakup berbagai sektor, mulai dari segmen ritel hingga industri kreatif. Di antaranya terdapat Ibu Heni Widiastuti, pelaku usaha asal Pasar Minggu yang aktif memanfaatkan platform Bale Syariah untuk menopang operasional usahanya, serta Ibu Hanna Faridl yang bergerak di industri fashion muslim melalui label Modestalk.

Selain itu, Bank BSN juga memperkuat lini kemitraannya dengan usaha yang memiliki rekam jejak panjang seperti Romi Jaya milik Bapak Firman yang telah beroperasi sejak 1990. Dukungan Bank BSN juga merambah pada kelompok wirausaha muda yang sangat dinamis dan mengandalkan efisiensi digital, seperti Ibu Rula dari Nahid Studio serta Bapak Bimo pemilik Coco Bross.

Perseroan juga hadir lebih dekat dengan pelaku UMKM di daerah, salah satunya nasabah UMKM di Tasikmalaya yaitu Lozy Hijab. Sebagai informasi, Lozy Hijab merupakan brand modest fashion lokal yang didirikan oleh Andesni Hirda Putri dan telah dirintis sejak sekitar 11 tahun lalu. Berawal dari produk hijab, Lozy kini terus berkembang dengan menghadirkan beragam pilihan modest fashion, mulai dari pashmina, hijab instan, hijab segitiga, tunik, abaya, gamis, blouse, hingga one set.”Keberadaan para mitra usaha lintas generasi dan sektor ini mempertegas peran perseroan dalam menyediakan solusi keuangan yang relevan bagi seluruh segmen pelaku usaha,” pungkas Alex.

Lebih lanjut, melalui Program Serbu Ekosistem, Bank BSN memfasilitasi kebutuhan transaksi merchant secara holistik. Layanan yang disiapkan mencakup infrastruktur penerimaan pembayaran QRIS dan EDC, pengelolaan arus kas ‘cash management’, hingga kemudahan akses pembiayaan guna mendukung rencana ekspansi usaha para pelaku UMKM dan korporasi.

Artikulli paraprakBersama KAI dan Pemkot Bogor, Gojek Perkuat Ekosistem Transportasi Terintegrasi di Kota Bogor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini