Beranda CSR Praktik Tambang Bertanggung Jawab, Cerita AMMAN Membangun Narasi dan Aksi, Bukan...

Praktik Tambang Bertanggung Jawab, Cerita AMMAN Membangun Narasi dan Aksi, Bukan Fiksi

14
0

Transformasi menuju praktik green mining semakin menjadi perhatian dalam sektor pertambangan Indonesia seiring meningkatnya tuntutan dekarbonisasi global dan komitmen nasional dalam menurunkan emisi. Industri pertambangan kini didorong untuk mulai mengintegrasikan pendekatan operasional yang lebih rendah emisi, efisien, dan berkelanjutan guna menjaga daya saing di tengah perubahan lanskap energi global.

Oleh karena itu, transisi menuju pertambangan hijau atau green mining bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ya, konsep “Green Mining” atau pertambangan ramah lingkungan dinilai menjadi solusi untuk menyeimbangkan kebutuhan eksploitasi sumber daya alam dengan kelestarian lingkungan, serta pengembangan pertambangan berkelanjutan. Dimana prinsip green mining mengedepankan teknologi yang ramah lingkungan dalam mengelola limbah, pemulihan lahan bekas tambang, dan pengurangan emisi karbon dalam proses pengolahan.

Kata Aditya Pratama, Ketua Komite Komunikasi & Government Relations APBI-ICMA (Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia – Indonesian Coal Mining Association), transformasi menuju green mining kini semakin dipandang sebagai kebutuhan bisnis jangka panjang,”Tantangannya adalah bagaimana memastikan implementasi dapat berjalan lebih cepat dan lebih luas, didukung ekosistem teknologi yang semakin siap, serta kolaborasi yang kuat antara pelaku industri, pemerintah, dan penyedia solusi,” ujarnya.

Begitu besar dampaknya dari praktek green mining di industri pertambangan mendorong Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendukung konsep green mining dengan mendorong hilirisasi industri yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat diterima pasar internasional. “Konsep ini merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya mineral dan sekaligus memastikan keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan dalam kegiatan pertambangan di Indonesia,”ujarnya.

Disampaikan Bahlil, pertambangan sejatinya tidak boleh menjadi kutukan bagi lingkungan dan masyarakat. Maka praktek green mining membuktikan bahwa pertambangan bisa memberikan manfaat tanpa meninggalkan mudharat. Di dalam konsep green mining memberikan pedoman bagi sektor pertambangan bahwa pembangunan berkelanjutan masa depan harus tercapai dan green mining membantu untuk mengatur operasional secara sedemikian rupa sehingga aman, tidak menimbulkan bahaya bagi penduduk lokal dan lingkungan.

Salah satu fungsi utama green mining juga yakni membantu memulihkan area pertambangan agar memberikan manfaat berkelanjutan khususnya untuk pemanfaatan penggunaan lahan lainnya. Komitmen untuk mewariskan yang baik bagi anak cucu dan lingkungan dari kegiatan eksplorasi pertambangan Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian serius dan nafas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) yang juga anak usaha dari PT Amman Mineral International Tbk sebagai salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia.

Head of Environment Department AMMAN, Jorina Waworuntu mengatakan, keberlanjutan bukan hanya tentang pemulihan lingkungan, tetapi juga memastikan kegiatan pertambangan tetap memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan dan masyarakat sekitar. Untuk mendukung operasional yang berkelanjutan, AMMAN memperkuat berbagai program lingkungan, mulai dari reklamasi lahan, pengelolaan air, hingga transisi energi.

Hingga akhir 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 859,61 hektare. Capaian reklamasi pada 2025 mencapai 92,67 hektare, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah operasi Batu Hijau. Selain reklamasi area tambang, AMMAN juga menjalankan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) sekitar 3.600 hektare, mendukung program perhutanan sosial, serta menjalankan konservasi laut di Gili Balu melalui program transformasi dan konservasi penyu di pesisir selatan Sumbawa.

Dari sisi energi, perusahaan mulai mengurangi emisi melalui pengembangan energi yang lebih bersih. Sejak 2022, PLTS berkapasitas 26,8 megawatt peak (MWp) telah beroperasi dan sepanjang 2025 membantu menghindari emisi sekitar 34.794 ton CO₂e. AMMAN juga mengembangkan Combined Cycle Power Plant (CCPP) berkapasitas 450 megawatt berbasis gas sebagai bagian dari upaya transisi menuju operasi dengan emisi yang lebih rendah.

Selain energi, perusahaan memperkuat ketahanan air dengan membangun fasilitas desalinasi di Benete dan Sejorong serta meningkatkan penggunaan kembali air dalam proses operasional. Teknologi pemantauan berbasis citra satelit juga dimanfaatkan untuk mempercepat pengawasan perubahan kondisi lahan.

Disampaikan Jorina, berbagai investasi tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan semakin menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan tambang. Pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan mitigasi risiko lingkungan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan operasi Batu Hijau dalam jangka panjang.

Lingkaran Sirkular Mandiri

Dalam pengelolaan lingkungan, AMMAN juga mengubah limbah menjadi potensi ekonomi di Sumbawa Barat. Tengok saja sampah organik yang berasal dari fasilitas dapur dan tempat makan karyawan menjadi pelet pakan ikan berkualitas tinggi. Melalui penerapan teknologi pengolahan limbah berbasis masyarakat, AMMAN menggandeng warga lingkar tambang sebagai mitra bisnis lokal untuk mengelola rangkaian produksi pakan secara profesional. Pelet yang dihasilkan kemudian disalurkan kepada para pembudidaya ikan lokal untuk memelihara ikan hingga masa panen tiba.“Di AMMAN, kami memandang pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari tanggung jawab lingkungan. Inovasi teknologi waste-to-value yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi sirkular berbasis masyarakat adalah langkah nyata menuju operasional tambang yang berkelanjutan,” ujar Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications AMMAN.

Asal tahu saja, program pemberdayaan masyarakat yang diterapkan oleh AMMAN  pada upaya penciptaan nilai yang berkelanjutan telah memberikan dampak bagi masyarakat di sekitar operasi tambang. Di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, lebih dari 125 keluarga terlibat aktif mengolah sampah organik menjadi produk bernilai jual.

Hingga tahun 2025, puluhan ribu kilogram sampah telah berhasil dikelola, menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengubah perilaku dalam menjaga bumi. Di sisi lain, program persemaian berbasis masyarakat (community nursery), warga lokal berperan langsung dalam menyediakan bibit untuk kebutuhan reklamasi. Inisiatif ini membuktikan bahwa pemulihan alam dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi warga sekitar.

Perseroan juga menerapkan konsep ekonomi hijau di area lingkar tambang. Salah satu contohnya adalah munculnya petani pembibitan tanaman endemik di Desa Tongo, yakni desa penyangga tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat. Petani pembibitan di Desa Tongo, Budi Iswanto mengaku pihaknya kini memiliki lahan di sekitar area tambang untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembibitan. Nursery tersebut melakukan pembibitan berupa 26 varietas tanaman endemik seperti nyamplung, aren, hingga rotan.

Usaha pembibitan tanaman sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. Hasil pembibitan dipasarkan ke AMMAN untuk dijadikan sebagai tanaman reklamasi bekas tambang. Budi mengaku hingga sekarang sudah memasok 145.000 bibit tanaman endemik untuk area reklamasi tambang.

Tahun lalu, pihaknya sudah mensuplai sebanyak 98.000 bibit tanaman berbagai macam. Usaha ini membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar karena tidak hanya dirinya yang dilibatkan. Dengan capaian ini, AMMAN menegaskan komitmennya untuk terus melampaui standar kepatuhan dan berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia. Langkah AMMAN mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin menilai, konsistensi AMMAN dalam mengedepankan prinsip ekonomi sirkular sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target pengurangan sampah daerah.“Inovasi yang mencakup pengurangan limbah industri ini turut memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan Sumbawa Barat yang bersih dan berkelanjutan, selaras dengan Misi ke-7 Bupati dan Wakil Bupati dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ujar Aku Nur Rahmadin.

Melalui kolaborasi ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai residu akhir, melainkan sebagai sumber daya yang terus berputar. Transformasi limbah makanan menjadi pakan ikan hingga kembali menjadi pangan bergizi bagi karyawan membuktikan bahwa keberlanjutan operasional tambang dapat berjalan beriringan dengan kemandirian ekonomi masyarakat Sumbawa Barat.

Selain itu, AMMAN juga manfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Asal tahu saja, tambang terbuka, seperti Batu Hijau, mengonsumsi oli secara signifikan karena tekanan tinggi yang diberikan pada alat berat selama ekstraksi dan pengolahan bijih. Tambang Batu Hijau juga beroperasi selama 24 jam setiap hari, sehingga kebutuhan oli untuk pemeliharaan alat dan mesin cukup tinggi.

Untuk dapat digunakan kembali sebagai bahan bakar pembangkit listrik, limbah oli bekas melalui tahap pemrosesan sebelum digunakan. Salah satunya adalah proses filtrasi untuk menghilangkan kontaminan seperti kotoran, air, dan partikel logam yang terakumulasi selama penggunaan sebelumnya. Oli bekas ini juga secara rutin diuji untuk memastikan bahwa oli terbebas dari logam berat dan zat beracun lainnya.

Pada tahun 2023, penggunaan kembali oli bekas sebagai salah satu bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap menunjukkan manfaat lingkungan dan operasional yang signifikan. Pabrik beroperasi pada suhu pembakaran tinggi sebesar 950°C, menggunakan oli bekas dengan laju 10 liter per menit. Sebanyak 339.994 liter oli bekas digunakan, menghasilkan pengurangan penggunaan batubara sebesar 313 ton.

Masih dalam pengelolaan limbah, AMMAN juga melahirkan inovasi dalam hal pengelolaan limbah non B-3 yang perlu dikelola dengan cermat adalah limbah kardus bekas. Kardus berbahan selulosa yang sebelumnya hanya dikirim ke pihak ketiga, kini dapat dimanfaatkan kembali. Kardus bekas bisa menjadi solusi mulsa organik untuk reklamasi, dengan harga yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, sekaligus menjadi solusi mengurangi limbah. Inovasi ini merupakan salah satu penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) secara sirkular.

Langkah kecil ini menggarisbawahi komitmen AMMAN terhadap upaya dekarbonisasi, sejalan dengan inisiatif global untuk ekonomi yang lebih bersih di tengah meningkatnya permintaan produk tembaga. AMMAN  juga mulai melakukan transisi energi, dari tenaga batubara menjadi gas alam cair (liquefied natural gas – LNG), solusi energi dengan emisi karbon yang lebih rendah, dengan membangun fasilitas  pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) dengan kapasitas 450 MW.

Dedikasi AMMAN dalam upaya memperkuat ketahanan lingkungan nasional membuahkan hasil dengan memperoleh predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia. “Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk semakin meningkatkan kualitas ketaatan terhadap lingkungan hidup secara berkelanjutan. Penting untuk diingat bahwa instrumen PROPER ini bukan sekadar penilaian teknis, melainkan sebuah bentuk kepercayaan dan kedaulatan negara yang harus kita jaga bersama demi mendorong kinerja industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab,”kata Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Memberikan Dampak

Selain itu, berdasarkan hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB Ul), aktivitas PT AMMAN selama kurun waktu tujuh tahun telah menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor terkait telah menghasilkan tambahan output ekonomi di Provinsi NTB sebesar Rp 224,3 triliun dan berkontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar Rp 147 triliun.”Secara rata-rata, kontribusi ini setara sekitar Rp 21 triliun per tahun atau 13,3% dari total PDRB NTB atas dasar harga berlaku,” kata Kepala Kajian Natural Resources and Energy Studies LPEM FEB UI, Uka Wikarya.
Pada 2024 saja, disampaikan Uka, kontribusi PT AMMAN terhadap PDRB Provinsi NTB mencapai Rp 40,6 triliun, atau 22,3 persen dari total PDRB atas dasar harga berlaku Provinsi NTB dalam harga nominal. Selain kontribusi terhadap output dan PDRB, kajian menunjukkan adanya dampak sosial ekonomi yang signifikan di wilayah NTB.”Kami kira aktivitas PT AMMAN memberikan pengaruh luas di berbagai sektor dan meningkatkan peluang masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi khususnya di NTB,” tegasnya.
Berdasarkan temuan kajian, tutur Uka, menunjukkan bahwa kontribusi PT AMMAN tidak hanya terlihat pada angka angka makro, tetapi juga pada tingkat rumah tangga dan komunitas. Selain itu, kegiatan operasional AMMAN menciptakan rangkaian efek berganda yang luas. Misalnya, kebutuhan penyediaan makanan bagi ribuan karyawan, menghidupkan usaha para petani, peternak, dan penyedia bahan pangan lokal.”Begitu pula dengan kebutuhan logistik dan jasa lainnya yang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor dan wilayah. Inilah yang membuat pertumbuhan ekonomi yang dipicu AMMAN berdampak dengan skala luas,” ujar Uka.

Menurut dia, peningkatan aktivitas ekonomi yang didorong oleh operasional dan investasi PT AMMAN juga berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat di NTB. Sepanjang periode kajian, aktivitas perusahaan tercatat meningkatkan pendapatan pekerja rumah tangga di NTB sebesar Rp 59 triliun. Selama periode kajian, atau setara rata-rata Rp 8,4 triliun per tahun.

Peningkatan pendapatan ini turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan di NTB, khususnya di daerah sekitar operasional perusahaan. Selain itu, kontribusi AMMAN terhadap peningkatan kapasitas fiskal daerah juga terpantau signifikan melalui peningkatan transfer dari pemerintah pusat, temmasuk dana bagi hasil (DBH).”Ini membuat ada peningkatan aktivitas ekonomi yang mendorong peningkatan penerimaan pajak/retribusi daerah secara tidak langsung,” katanya.

Selain pertumbuhan ekonomi, kajian mencatat bahwa aktivitas PT AMMAN memberikan multiplier effect yang menciptakan rata rata sekitar 36,5 ribu lapangan kerja per tahun di Provinsi NTB. Pada tahun 2024 saja, kata Uka, jumlah kesempatan kerja dari dampak langsung dan tidak langsung yang tercipta mencapai lebih dari 72 ribu pekerjaan, yang tersebar di sektor pangan, konstruksi, transportasi, dan jasa lainnya yang terhubung dengan rantai pasok perusahaan.”Pembangunan fasilitas smelter di NTB dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat hilirisasi industri pertambangan nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri,” katanya.

Keberadaan smelter ini diharapkan memperkuat struktur industri regional, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan di Provinsi NTB.

Artikulli paraprakBAZNAS Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Banjir Parigi Moutong

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini