Beranda Ekonomi Daerah Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Naik hingga Rp12 Juta

Dibantu BAZNAS, Omzet Usaha Snack Mustahik di Kalteng Naik hingga Rp12 Juta

24
0

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya berhasil mengembangkan usaha makanan ringan milik mustahik, Hatriyawati (50), di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, hingga meningkatkan dua kali lipat omzet penjualan mencapai Rp12 juta per bulan.

Adapun bantuan yang diberikan BAZNAS meliputi, bantuan permodalan, pelatihan, pengembangan kemasan produk, hingga fasilitasi perizinan sertifikasi halal. Dengan dukungan tersebut, Hatriyawati terus mengembangkan sejumlah produk makanan ringan, seperti makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., mengatakan perkembangan usaha Hatriyawati menjadi salah satu contoh bahwa program pemberdayaan zakat dapat mendorong mustahik untuk lebih mandiri secara ekonomi.

Idy menilai, keberhasilan tersebut merupakan kolaborasi yang baik antara keuletan mustahik dengan dukungan permodalan hingga pelatihan yang diberikan BAZNAS.

“Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik,” ujar Idy dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, perjalanan Hatriyawati menunjukkan bagaimana usaha yang bermula dari penjualan sederhana dapat terus berkembang ketika pelaku usaha mampu memanfaatkan peluang dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Idy menyampaikan, selain mengembangkan usaha mustahik, dengan keberadaan BMD juga menjadi upaya BAZNAS agar mustahik memiliki akses permodalan yang lebih baik sehingga mustahik tidak terjerat praktik rentenir.

Sementara itu, penerima manfaat Program BMD, Hatriyawati, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS, mulai dari bantuan permodalan, pelatihan, pengembangan kemasan produk hingga perizinan sertifikasi halal.

“Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas,” ujar Hatriyawati.

Ia menuturkan, sebelum mendapatkan bantuan BAZNAS, dirinya hanya mampu memproduksi kurang dari 100 bungkus dengan omzet sekitar Rp800.000 dalam satu kali produksi. Kini, kapasitas produksinya meningkat hingga 200 bungkus dalam satu kali produksi.

“Alhamdulillah setelah dibantu BAZNAS saya bisa memproduksi satu sampai dua kali dalam seminggu dengan omzet rata-rata Rp12 jutaan per bulan,” ucapnya.

Peningkatan produksi membuat Hatriyawati semakin terdorong untuk mengembangkan usahanya. Ia berencana menambah jumlah produksi sekaligus mencoba mengembangkan jenis makanan ringan lainnya agar pilihan produknya semakin beragam dan peluang pemasaran semakin luas.

“Terima kasih BAZNAS dan para muzaki atas semua bantuan yang diberikan sehingga usaha saya terus berkembang. Dengan perkembangan usaha yang pesat ini, saya berharap dapat memiliki outlet sendiri dan semakin mengembangkan produk milik saya,” ucap Hatriyawati.

BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha serta diharapkan jadi solusi dalam meningkatkan penghasilan.

Artikulli paraprakBencana Gempa NTT, PPRO Salurkan Bantuan Masyarakat Terdampak
Artikulli tjetërBantu NTT, BAZNAS RI Terima Infak Kemanusiaan Rp2 Miliar dari Masyarakat dan BAZNAS Kota Bandung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini