Beranda Ekonomi Daerah Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transformasi Bisnis Karet Melalui Forum Strategis “Rethinking Rubber...

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Transformasi Bisnis Karet Melalui Forum Strategis “Rethinking Rubber Exploitation”

27
0

Bogor, Di tengah dinamika industri komoditas global yang semakin kompleks, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus memperkuat fundamental bisnis karet melalui transformasi strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan daya saing, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rubber Business Strategy & Execution Forum bertajuk “Rethinking Rubber Exploitation” yang dilaksanakan di PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Bogor, sebagai anak usaha PTPN III (Persero).

Forum yang diinisiasi oleh Direktorat Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero) ini dihadiri oleh Direksi Operasional Sub Holding, Direktur PT RPN, para pimpinan operasional, serta tim peneliti sebagai wadah untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat strategi bisnis, dan merumuskan langkah-langkah implementasi dalam menghadapi perubahan lanskap industri karet global.

Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III (Persero), Rizal H. Damanik, menegaskan bahwa transformasi bisnis karet tidak lagi cukup mengandalkan peningkatan volume produksi semata. Menurutnya, daya saing perusahaan ke depan akan ditentukan oleh kemampuan mengelola aset biologis secara berkelanjutan, menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, serta mengambil keputusan operasional yang berbasis data dan riset.

“Dinamika industri komoditas global menuntut kita untuk terus beradaptasi. Melalui semangat Rethinking Rubber Exploitation, kita mengubah paradigma dari sekadar mengejar kuantitas produksi harian menjadi pengelolaan biological asset yang sehat sehingga mampu memberikan produktivitas optimal, keuntungan yang berkelanjutan,serta memperkuat daya saing PTPN Group di pasar global,” ujar Rizal.

Salah satu fokus utama transformasi tersebut adalah penerapan prinsip “diagnosis before decision”, yaitu memastikan setiap keputusan teknis, mulai dari pengaturan sistem sadap hingga penggunaan stimulansia, didasarkan pada hasil analisis kesehatan tanaman, kondisi kebun, serta perhitungan efisiensi biaya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kesehatan modal biologis (biological capital), memperpanjang umur produktif tanaman, sekaligus meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pasar global, PTPN Group juga mendorong pergeseran orientasi produksi menuju produk bernilai tambah tinggi.

Perusahaan menargetkan peningkatan komposisi produksi bahan baku cair berkualitas premium, seperti lateks pekat dan lembaran karet berkualitas tinggi, hingga mencapai rasio ideal 70 persen. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk, memperkuat posisi perusahaan di pasar internasional, serta menciptakan profitabilitas yang lebih berkelanjutan.

Transformasi bisnis turut diperkuat melalui penataan dan klasterisasi lebih dari 87 ribu hektare kebun karet produktif berdasarkan karakteristik dan potensinya. Kebun dengan produktivitas tinggi akan dikembangkan sebagai benchmark praktik terbaik, sementara kebun yang telah memasuki fase akhir produktivitas dioptimalkan nilai ekonominya sebelum memasuki program peremajaan secara berkelanjutan.

Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan aset yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis.

Forum strategis ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara operasional, riset, dan inovasi. Kolaborasi antara PT RPN, balai penelitian, serta seluruh unit operasional menjadi fondasi dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan daya saing komoditas karet nasional.

Melalui transformasi yang menyeluruh, mulai dari perubahan paradigma pengelolaan aset biologis, penguatan pengambilan keputusan berbasis data, peningkatan kualitas produk, hingga optimalisasi portofolio kebun—PTPN Group optimistis mampu membangun bisnis karet yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.

Sebagai Holding Perkebunan BUMN, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berkomitmen menjalankan transformasi bisnis yang selaras dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025–2029. Melalui penerapan precision farming, penguatan riset dan inovasi, hilirisasi komoditas, serta kemitraan yang berkelanjutan dengan petani, PTPN Group terus berupaya menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan ekonomi nasional.

Artikulli paraprakBayang-Bayang Kepailitan PT Dua Kuda Indonesia: Ujian Berat Kepastian Hukum dan Minat Investasi Asing
Artikulli tjetërDukung Hilirisasi, Pusat PVTPP Dampingi Pelaku Usaha Benih Perkebunan di Sumatera Utara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini