PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar dalam Akad Massal KPR Rumah Subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP yang digelar BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Sebanyak 39.043 debitur BTN mengikuti akad secara langsung dan daring dari berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menempatkan BTN sebagai kontributor terbesar di antara bank-bank penyalur dalam kegiatan tersebut.“Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh pelaku ekosistem turut meningkatkan kapasitas BTN dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat,”kata Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu.
Menurut Nixon, akad massal tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi ekosistem dapat diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. BTN mengambil peran dalam pembiayaan dan layanan, sedangkan sinergi yang didorong Danantara membantu menghubungkan kebijakan, pembiayaan, pasokan rumah, dan kebutuhan masyarakat.“Keikutsertaan 39.043 debitur BTN menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap rumah yang layak dan terjangkau. Kami akan terus mempercepat layanan dan menjaga kualitas penyaluran agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah pertama,”ujarnya.
Pencapaian BTN dalam akad massal tersebut, lanjut Nixon tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia yang mendorong kolaborasi ekosistem perumahan nasional secara lebih terintegrasi. Selain menyalurkan KPR kepada masyarakat, BTN memperkuat sisi penyediaan rumah melalui Kredit Program Perumahan atau KPP. Berdasarkan paparan Kementerian PKP, realisasi KPP BTN hingga 29 Juli 2026 mencapai sekitar Rp4,39 triliun.
KPP dapat dimanfaatkan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku usaha lain dalam rantai pasok perumahan. Strategi tersebut sejalan dengan arah Danantara Indonesia untuk membangun ekosistem perumahan nasional yang terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat.“Melalui KPR, BTN membantu masyarakat membeli rumah. Melalui KPP, kami mendukung pengembang dan pelaku usaha agar pasokan rumah dapat tumbuh. Dukungan Danantara memperkuat sinergi tersebut sehingga sisi permintaan dan penyediaan dapat bergerak secara beriringan,” ujar Nixon.

BTN juga mempermudah masyarakat menemukan hunian melalui balé Properti, layanan digital yang menyediakan informasi pilihan rumah, harga, lokasi, simulasi cicilan, hingga akses pengajuan KPR dalam satu ekosistem.“Menjadi penyalur terbesar bukan tujuan akhir. Fokus kami adalah memastikan semakin banyak keluarga Indonesia dapat menemukan, memperoleh pembiayaan, dan menghuni rumah yang layak serta terjangkau,” pungkas Nixon.






































