Beranda Ekonomi LG CNS Raih Apresiasi DJP atas Dukungan Pengembangan dan Operasional Coretax

LG CNS Raih Apresiasi DJP atas Dukungan Pengembangan dan Operasional Coretax

19
0

 

NERACAONLINE – LG CNS menerima piagam penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas kontribusinya dalam implementasi serta dukungan teknis dan operasional berkelanjutan terhadap sistem administrasi perpajakan nasional, Coretax.

Penghargaan tersebut diserahkan di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis (11/9). Prosesi tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, Senior Vice President sekaligus Head of Digital Business Unit LG CNS Kim Hong-geun, serta Staf Khusus Menteri Keuangan Iwan Djuniardi.

Kim Hong-geun mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan implementasi Coretax sekaligus kolaborasi antara LG CNS dan DJP dalam menjaga stabilitas operasional sistem.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas keberhasilan implementasi Coretax, tetapi juga atas kolaborasi erat kami dengan DJP dalam memastikan operasional sistem berjalan secara stabil,” ujar Kim.

LG CNS sebelumnya membentuk konsorsium bersama perusahaan teknologi informasi asal Austria, Qualysoft GmbH, untuk membangun Coretax. Pembangunan sistem tersebut rampung pada Desember 2024, kemudian dilanjutkan dengan dukungan implementasi, operasional, dan stabilisasi bersama DJP hingga Maret 2026.

Setelah DJP mengambil alih pengelolaan operasional Coretax pada April 2026, LG CNS tetap dipercaya memberikan dukungan teknis melalui kontrak pemeliharaan. Dukungan tersebut mencakup infrastruktur inti sistem, termasuk basis data.

Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan generasi baru yang dikembangkan untuk mendukung transformasi digital administrasi perpajakan Indonesia. Sistem ini mengintegrasikan berbagai proses perpajakan yang sebelumnya berjalan secara terfragmentasi, mulai dari pendaftaran wajib pajak, pelaporan, pembayaran, restitusi, pemeriksaan hingga penagihan dalam satu sistem terintegrasi.

Melalui Coretax, pemerintah berupaya menyederhanakan administrasi perpajakan, meningkatkan kemudahan layanan bagi wajib pajak, sekaligus membangun administrasi perpajakan berbasis data guna memperkuat fondasi fiskal negara.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengapresiasi kemampuan teknis dan dedikasi LG CNS dalam pembangunan Coretax.

“Kami sangat mengapresiasi kemampuan teknis dan dedikasi LG CNS dalam membangun Coretax. Kami berharap kemitraan antara Direktorat Jenderal Pajak dan LG CNS dapat terus berlanjut dengan senantiasa mengedepankan prinsip profesionalisme dan saling menghormati,” kata Bimo.

Di tengah implementasi dan stabilisasi Coretax, penerimaan pajak Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan dan DJP, penerimaan pajak pada Semester I 2026 mencapai Rp1.035,7 triliun, meningkat sekitar 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut tercatat pada sejumlah jenis pajak utama, antara lain Pajak Penghasilan (PPh) Badan, PPh Orang Pribadi, serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

DJP menyebut pemulihan aktivitas ekonomi, penguatan administrasi perpajakan, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi sejumlah faktor yang mendorong pertumbuhan penerimaan tersebut. Dalam konteks ini, implementasi Coretax menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperkuat administrasi perpajakan.

Perluas Peran di Transformasi Digital

Penghargaan dari DJP tersebut turut memperkuat posisi LG CNS sebagai salah satu mitra teknologi dalam transformasi digital sektor pemerintahan di Indonesia.

Selama lebih dari dua dekade, LG CNS telah mengerjakan berbagai proyek e-government di Indonesia bersama sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Keuangan.

Perusahaan juga terus memperluas keterlibatannya melalui proyek-proyek strategis di bidang infrastruktur digital. Sejak tahun lalu, LG CNS memperkuat kehadirannya di Indonesia melalui proyek senilai KRW100 miliar atau sekitar Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Jakarta.

Dengan pengalaman dalam pengembangan sistem berskala nasional dan pembangunan infrastruktur digital, LG CNS menyatakan akan terus memperluas perannya sebagai mitra transformasi digital jangka panjang bagi sektor pemerintahan maupun sektor lainnya di Indonesia.

Artikulli paraprakMTQ Nasional XXXI 2026, BAZNAS RI Hadirkan Edukasi “Jelajah Dampak Zakat Nusantara”
Artikulli tjetërBAZNAS RI dan BCA Syariah Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Gempa di NTT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini