Beranda Ekonomi Daerah BPDP dan Aspekpir Dorong Hilirisasi Sawit melalui Business Matching UMKM dan Koperasi...

BPDP dan Aspekpir Dorong Hilirisasi Sawit melalui Business Matching UMKM dan Koperasi di Kalimantan Barat

35
0

Pontianak, Kolaborasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR (Aspekpir) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Business Matching Praktik Perkebunan Sawit Plasma dan UMKM Kelapa Sawit Indonesia di Hotel Alimoer, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan UMKM dan koperasi komoditas perkebunan yang didukung BPDP sekaligus menjadi upaya mempromosikan praktik sawit baik melalui penguatan kemitraan, hilirisasi, dan pengembangan produk bernilai tambah.

Melalui Business Matching ini, BPDP dan ASPEKPIR Indonesia berharap akan terbangun kemitraan yang lebih erat antara pemerintah, koperasi, pelaku UMKM, perusahaan perkebunan, akademisi, maupun dunia usaha.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi kelapa sawit, memperluas akses pasar bagi produk UMKM, serta memperkuat citra positif kelapa sawit Indonesia sebagai komoditas yang dikelola secara berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan Business Matching dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Ignasius IK, S.H., M.Si, dan menghadirkan sejumlah pihak antara lain pelaku UMKM berbasis kelapa sawit, perusahaan perkebunan, manufaktur penunjang perkebunan, akademisi dan lainnya.

Dalam sambutannya, Ignasius berharap forum Business Matching tersebut mampu menghasilkan gagasan, inovasi, dan kolaborasi nyata dalam mengembangkan produk-produk kelapa sawit yang berkelanjutan.

Menurut dia, produk-produk berbasis kelapa sawit tersebut nantinya mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat daya saing komoditas sawit Indonesia. “Kami memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini,” katanya.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan sebagai lembaga yang menghimpun dana dari pungutan ekspor sawit, BPDP memiliki mandat menjalankan berbagai program pemberdayaan perkebunan dari hulu hingga hilir.

Fokus program tersebut meliputi hilirisasi produk turunan sawit melalui pengembangan produk bernilai tambah seperti pangan, kosmetik, dan energi terbarukan, perluasan akses pasar dan investor melalui business matching dan pameran.

Selain itu, BPDP juga mendukung kegiatan workshop kewirausahaan yang melibatkan generasi muda dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi produk berbasis sawit.

“Kami berharap dari kegiatan ini lahir hasil nyata yang nantinya dapat menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Helmi menilai Aspekpir telah menunjukkan bukti nyata, di mana melalui berbagai program pemberdayaan yang didukung oleh BPDP, Aspekpir telah menghasilkan berbagai kegiatan pengembangan, salah satunya ekspor lidi sawit maupun produk biochar dari tandan kosong sawit.

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Sebagai miracle crop, hampir seluruh bagian kelapa sawit dapat dimanfaatkan, mulai dari pangan, energi, hingga produk kosmetik dan kebutuhan rumah tangga.

Menurutnya, kekuatan sawit tidak hanya terlihat pada angka devisa, tetapi juga pada dampaknya terhadap stabilitas ekonomi rumah tangga petani.

> “Kalau pendapatan keluarga stabil, maka kesejahteraan meningkat. Begitu pula negara, stabilitas ekonomi ditopang oleh devisa yang kuat, dan sawit menjadi salah satu penopangnya,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Barat, Aris Supratman, menegaskan kolaborasi antara petani dan perusahaan perkebunan merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Business Matching Praktik Perkebunan Sawit Plasma dan UMKM Kelapa Sawit ini dan berharap semakin banyak produk UMKM berbasis kelapa sawit yang mampu menembus dan memenuhi kebutuhan pasar di Kalimantan Barat.

Ketua ASPEKPIR Kalimantan Barat, YS Marjitan, menyampaikan terima kasih kepada BPDP atas dukungan terhadap program pemberdayaan UMKM.

Menurutnya, dengan lebih dari 60 koperasi yang tergabung dalam ASPEKPIR di Kalimantan Barat, daerah ini memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra produksi UMKM berbasis kelapa sawit.

Oleh karena itu, ia berharap program pemberdayaan UMKM dan petani sawit yang dijalankan BPDP terus diperluas agar mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru.

Dukungan juga datang dari Sekretaris PHRI Kalimantan Barat, Thomas Bun, yang menilai berkembangnya industri perhotelan di Kalimantan Barat sudah seharusnya diikuti dengan peningkatan penggunaan produk-produk UMKM lokal, khususnya yang berbasis kelapa sawit.

Menurutnya, berbagai produk seperti sabun, perlengkapan hotel, dan produk turunan lainnya memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan sektor perhotelan, apabila kualitas dan kontinuitas produksinya terus ditingkatkan.

Artikulli paraprakRMA Indonesia Luncurkan Mahindra OJA 3140 untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Indonesia
Artikulli tjetërKembangkan Bisnis Alat Berat, HOPE Gandeng Kerjasama Beijing Blue Horizon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini