Beranda Ekonomi Kemitraan Inti Plasma Harus Diperkuat Guna Memastikan Sawit Berkelanjutan

Kemitraan Inti Plasma Harus Diperkuat Guna Memastikan Sawit Berkelanjutan

23
0

Pekanbaru, ASPEKPIR Indonesia sukses menggelar Dialog Sawit Memperkuat Kemitraan Inti dan Plasma yang dirangkaikan dengan Bedah Buku Setiyono: Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu (1/7).

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi para pemangku kepentingan dalam memperkuat kemitraan antara perusahaan inti dan petani plasma sebagai fondasi pembangunan industri kelapa sawit nasional.

Dialog menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, BPDP, PTPN IV PalmCo, GAPKI, Pemerintah Provinsi Riau dan ASPEKPIR Indonesia.

Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan kemitraan inti-plasma, keberlanjutan industri sawit, transformasi sektor perkebunan, hingga peningkatan kesejahteraan petani sawit plasma.

Selain dialog, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran dan bedah buku “Setiyono: Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi” yang mendokumentasikan perjalanan panjang pembangunan perkebunan kelapa sawit melalui pola Perusahaan Inti Rakyat (PIR).

Buku tersebut diharapkan menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi bagi generasi muda, petani, dan seluruh pelaku industri sawit.

Suasana acara semakin semarak dengan hadirnya pameran kendaraan operasional Viar Motor yang menampilkan berbagai sepeda motor pendukung aktivitas perkebunan kelapa sawit. Stand Viar menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi peserta.

Bahkan, banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk melakukan uji coba (test ride) kendaraan Viar yang dirancang khusus untuk mendukung mobilitas di areal perkebunan. Kendaraan tersebut dinilai cocok digunakan sebagai sarana operasional kebun, termasuk membantu pengangkutan tandan buah segar (TBS) dari dalam kebun menuju tempat pengumpulan hasil.

Ketua Umum ASPEKPIR Indonesia, Setiyono, mengatakan dialog ini diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan kemitraan inti-plasma, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara petani, perusahaan, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendukung modernisasi sektor perkebunan sawit.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ajang bertemunya gagasan, pengalaman, inovasi, dan teknologi. Kehadiran pameran serta demo operasional motor perkebunan dari Viar Motor merupakan salah satu bentuk dukungan teknologi bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha perkebunan sawit,” ujar Setiyono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, mengatakan kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan devisa negara, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, keberhasilan industri sawit saat ini merupakan hasil dari perjalanan panjang pembangunan perkebunan, termasuk melalui Program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang mulai dikembangkan sejak terbitnya kebijakan pemerintah pada tahun 1986.

“Kami mengapresiasi penyelenggaraan dialog ini. Kami berharap forum ini mampu melahirkan berbagai terobosan baru untuk mendukung kemajuan perkebunan kelapa sawit Indonesia,” katanya saat membuka secara resmi kegiatan dialog dan bedah buku,” katanya.

Terkait peluncuran buku Setiyono, Supriadi menilai karya tersebut menjadi dokumentasi penting mengenai sejarah dan perjuangan petani sawit plasma di Indonesia.

“Buku ini merupakan jejak perjuangan petani kelapa sawit PIR. Kami berharap buku ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dan petani kelapa sawit, khususnya di Provinsi Riau,” tutupnya.

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan berbagai mitra strategis, yaitu PTPN IV PalmCo, PTPN IV Regional III Riau, Viar Motor, GAPKI, IAS Global, dan SMART, Bank Syariah Indonesia, Bio Sarana Indonesia. Mereka secara bersama-sama berkomitmen mendukung penguatan kemitraan, inovasi, dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.

Togu Saragih, Perancang Peraturan Ahli Madya Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan mengatakan pola kemitraan telah digaungkan pihaknya sejak dahulu. Ini bertujuan mendukung kesejahteraan petani.

Sebab dalam kemitraan terjalin saling mendukung antara perusahaan dan petani kelapa sawit. Lalu juga saling ketergantungan antara keduanya.

“Pada pola ini harga sawit akan lebih stabil lantaran adanya pembinaan dan pendampingan dari perusahaan untuk menghasilkan produksi yang bagus,” ujarnya.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha menegaskan jika perseroannya menempatkan kemitraan inti-plasma sebagai salah satu pilar utama dalam membangun industri kelapa sawit yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas, kemitraan ini juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dan keberlanjutan. PTPN IV PalmCo secara konsisten mendampingi petani plasma dalam penerapan praktik budidaya yang baik, pemenuhan aspek lingkungan dan sosial, serta percepatan sertifikasi ISPO dan RSPO.

Ke depan, PTPN IV PalmCo akan terus memperluas kolaborasi dengan koperasi, pemerintah, lembaga pembiayaan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kemitraan inti-plasma.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, mengatakan keberhasilan kemitraan inti-plasma merupakan fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan pelaku usaha kelapa sawit.

Menurutnya, kemitraan tidak hanya menjadi hubungan bisnis antara perusahaan dan pekebun, tetapi juga harus dibangun melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pekebun, koperasi, perusahaan, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat agar tercipta ekosistem usaha sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Mukti menilai Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi momentum strategis untuk membangun kemitraan baru bagi pekebun swadaya maupun menghidupkan kembali kemitraan yang sempat terputus.

Artikulli paraprakKomut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Kunci Pelayanan Masyarakat
Artikulli tjetërPengusaha Pindang Cukanggenteng Dibekali Legalitas, Pembiayaan, dan Kemasan Kreatif oleh PNM dan KKP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini