Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) memutuskan membagikan dividen senilai Rp82,54 miliar untuk tahun buku 2025.“Pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan total penghasilan komprehensif perseroan untuk tahun buku 2025, sebesar Rp82,54 miliar dibagikan sebagai dividen tunai atau sebesar Rp5 per saham,” kata Head of Investor Relations SMRA, James Wahyudi di Jakarta, Kamis (11/6).
Disampaikannya, besaran total dividen tersebut setara dengan Rp5 per lembar saham SMRA.Nantinya, para pemegang saham yang berhak terhadap dividen ini adalah investor yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Emiten properti ini membukukan laba bersih tahun 2025 senilai Rp766,55 miliar. Realisasi itu turun 44,18% dibandingkan laba bersih pada 2024 yang mencapai Rp1,37 triliun. Penurunan laba ini terjadi seiring turunnya pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu. SMRA mencatat pendapatan neto sebesar Rp8,76 triliun pada 2025, lebih rendah dibandingkan Rp10,62 triliun pada 2024.
Sejalan dengan lesunya laba bersih SMRA, besaran dividen ini juga menyusut dibandingkan realisasi yang sama tahun sebelumnya. Perseroan sebelumnya pernah menebar dividen senilai Rp5 per lembar saham pada tahun buku 2018. Sementara pada tahun buku 2021—2025, besaran dividen yang dibagikan perseroan berkisar pada level Rp6—Rp9 per saham. Pada tahun buku 2024, SMRA membagikan dividen senilai Rp9 per saham.
Selain dibagikan sebagai dividen, total penghasilan komprehensif SMRA pada 2025, juga dialokasikan ke pos lainnya, dengan rincian Rp11,94 miliar sebagai dana cadangan dan Rp1,09 triliun sebagai laba ditahan.






































