Purwokerto, Pagi di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang datang layaknya doa yang dirapal tanpa tergesa. Koeswanto 63, selalu mengawali momen itu dengan penuh rasa syukur dan beruntung.
Ia bersyukur, masih diberi umur. Beruntung, karena bisa menjalani masa-masa pensiun dengan tenang dan masih bisa berkarya.
Selain mengurus kebun kecil, rutinitasnya sebagai pensiunan ASN juga merawat ikan-ikan di kolam miliknya, serta menjadi wirausaha dengan membuka toko kelontong.
“Saya punya kegiatan setelah purna tugas. Kebetulan saya tinggal di desa dan ada sedikit tanah yang bisa saya buatkan kolam.. Di depan rumah saya juga ada sungai yang airnya mengalir dengan bagus.. Jadi, kita buat beberapa kolam,” katanya saat menjelaskan hari-harinya setelah pensiun.
Menjelang pensiun ia sudah punya rencana. Salah satunya menjalani hidup tenang ditemani gemericik sungai, dan udara sejuk pedesaan. Rencana lainnya sudah ada, tapi masih samar. “Sudah punya rencana tetapi belum terarah,” paparnya.
Rencana tersebut adalah tentang bagaimana ia tetap bisa produktif dan terus berkarya paska pensiun. Ini menurutnya, penting karena uang pensiun itu tidak besar nilainya. “Dana pensiun dari pemerintah ASN itu tidak seberapa,” tuturnya.
Menurutnya, menjalani kehidupan masa pensiun itu bukan barang mudah. Perlu persiapan yang terukur, dan modal yang tidak sedikit.
“Pada saat kita pensiun, saya yakin semua ASN membutuhkan dana untuk persiapan pensiun dan untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Soal ini boleh jadi ia sangat beruntung, karena bisa mengenal Bank Mantap. Awalnya ia mengaku, sebelum pensiun tidak pernah terpikirkan akan ada kerjasama dengan Bank Mantap.
“Tapi di akhir masa tugas setelah ada penawaran sosialisasi dari Bank Mantap saya berubah, artinya saya punya harapan setelah pensiun nanti saya punya kegiatan usaha,” paparnya.
Bank Mantap baginya seperti sebuah kompas. Menuntun dan menunjukkan tujuan hidup selepas pensiun.
“Yang sebelumnya, saya belum ada gambaran atau keinginan. Dengan adanya Bank Mantap, saya pertama menjadi semangat, dan kedua, sudah terpikirkan apa yang nanti akan kita kerjakan,” terangnya.
Adanya program pinjaman dari Bank Mantap, menjadikan semuanya menjadi jelas dan terang. Langkahnya mengarungi masa pensiun, sudah tidak gamang lagi.
“Adanya Bank Mantap sangat terasa dalam tanda kutip seperti Dewa Penolong, artinya di saat seseorang membutuhkan modal, di situ Bank Mantap hadir,” ucapnya.
Salah satu yang ia syukuri dalam hidup adalah mengenal Bank Mantap. “Dulu waktu belum kenal Bank Mantap, saya belum kepikiran. Awal 2025 saya baru kenal Bank Mantap. Begitu sudah kenal dan dekat, saya pensiun di April 2025,” paparnya.
Satu yang membuatnya jatuh hati dan mantap bermitra dengan Bank Mantap, adalah soal integritas, santun, dan pelayanan yang prima.
“Jadi Bank Mantap itu sangat terasa perannya sebagai pendamping di masa pensiun. Bank Mantap betul-betul sangat berarti buat saya,” terangnya.
Untuk Bank Mantap ia berpesan, agar terus konsisten bisa membantu banyak orang menjalani masa pensiun dengan tenang dan aman. Seperti kompas, Bank Mantap menuntun agar sampai titik tujuan dengan selamat dan tanpa tersesat.






































