Beranda Energi CCEP Indonesia Operasikan PLTS Atap 1,4 MWp di Pabrik Bekasi

CCEP Indonesia Operasikan PLTS Atap 1,4 MWp di Pabrik Bekasi

40
0

 

NERACAONLINE – PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) meresmikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksi Bekasi-2 Plant. Pengoperasian pembangkit tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan penggunaan energi terbarukan sekaligus menekan emisi karbon dari kegiatan operasional.

PLTS Atap yang dibangun di atas area seluas 9.669 meter persegi itu diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 1,89 ton CO₂e per tahun. Dalam pengembangan proyek tersebut, CCEP Indonesia bekerja sama dengan PT Cikarang Listrindo Tbk sebagai penyedia solusi energi surya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.

Menurutnya, pencapaian target transisi energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri manufaktur yang mulai memperluas pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan usahanya.

Sementara itu, Public Affairs, Communications, & Sustainability Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan pengoperasian PLTS Atap di Bekasi-2 Plant merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun operasional yang lebih berkelanjutan.

Dia menyebutkan, pemanfaatan energi surya di fasilitas produksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan porsi penggunaan energi terbarukan sekaligus mengurangi emisi karbon perusahaan.

Implementasi PLTS Atap di Bekasi-2 Plant melanjutkan pemasangan fasilitas serupa di sejumlah pabrik CCEP Indonesia lainnya. Perusahaan menyatakan akan terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan dalam kegiatan operasionalnya.

Di sisi lain, PT Cikarang Listrindo Tbk mendukung pengembangan dan penyediaan solusi PLTS Atap, khususnya bagi fasilitas industri yang berada di wilayah usaha perseroan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara sektor manufaktur dan penyedia energi dalam mendorong pengembangan industri rendah karbon.

Peresmian PLTS Atap tersebut juga diisi diskusi bertema akselerasi transisi energi melalui kolaborasi industri dan penyedia solusi energi untuk industri berkelanjutan. Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Artikulli paraprakPrasasti Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 5,2% pada Kuartal III/2026
Artikulli tjetërKementerian UMKM dan PNM Teken PKS KPPS, Pemerintah Siapkan Rp2,6 Triliun Subsidi Bunga PNM Mekaar 8 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini