Beranda Perbankan Inovasi BSya Menjadi Modern Lifestyle, Menjawab Layanan Finansial Sat Set Tanpa...

Inovasi BSya Menjadi Modern Lifestyle, Menjawab Layanan Finansial Sat Set Tanpa Ribet

37
0

Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan perbankan menjadi semakin praktis dan fleksibel. Melalui layanan perbankan digital, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi dengan lebih cepat tanpa harus datang langsung ke kantor cabang. Rahmat (25) merasakan betul manfaat dari kemajuan teknologi digital saat ini, dimana dirinya tidak perlu lagi harus datang ke kantor cabang untuk membuka rekening bank,”Dengan smartphone yang sudah terkoneksi internet dan mengunduh aplikasi bank, maka membuka rekening bank cukup dengan sentuhan jari dan tidak perlu waktu berhari-hari,”ungkapnya.

Pria bujang yang bekerja di salah satu perusahaan konsultan ini menuturkan, kemudahan dalam membuka rekening secara daring menjadi pengalamannya di BCA Syariah. Kendati pada awalnya, dirinya tidak terlalu ekspektasi tinggi terhadap layanan perbankan syariah yang identik dengan layanan yang lamban dan konvensional.

Mulanya Rahmat diminta mengunduh aplikasi BYsa By BCA Syariah di Play Store, kemudian dirinya dipandu oleh aplikasi untuk mengisi rangkaian data pengguna dengan hanya menyiapkan e-KTP dan NPWP. Tahap selanjutnya adalah verifikasi biometrik melalui liveness test, di mana pengguna diminta untuk melakukan swafoto (selfie) mengikuti panduan di layar. Proses ini didukung oleh kecerdasan buatan, memastikan bahwa pendaftar adalah orang yang sama dengan yang tertera di e-KTP, sebuah lapisan keamanan krusial di era digital. Selajutnya verifikasi tambahan seperti panggilan video.

Seluruh proses divalidasi dengan One-Time Password (OTP) yang dikirimkan ke nomor ponsel terdaftar, memastikan kendali penuh berada di tangan pengguna,”Saya kira bakal sulit, ternyata caranya gampang banget dan semua serba digital tidak perlu ngantre lagi di cabang buka rekening,” kata Rahmat membuktikannya.

Lalu kalau nasabah ingin mendapatkan kartu debit bisa mendatangi kantor cabang, dan kalau malas tinggal tarik tunai non ATM melalui aplikasi.  Menurutnya, transformasi digital yang cepat dan fitur-fitur yang praktis membuktikan bahwa BSya telah menjadi teman andalan dalam bertransaksi.

Hal inipun diakui Ningsih (23), Gen Z yang bekerja di salah satu perusahaan advertising mengatakan, aplikasi BSya menjadi solusi keuangan finansial dalam kehidupan sehari-hari mulai dari investasi, tabungan, biaya haji, ZISWAF hingga transaksi digital dengan fitur pembayaran QRIS di BSya. Disampaikannya, transformasi mobile banking BCA Syariah menjadi BSya menjadi terobosan yang luar biasa dan semakin lengkap dalam layanan finansial. “Bila aplikasi dahulu tidak bisa topup Flazz, sekarang di BSya sudah bisa. Selain itu, di BSya juga ada fitur layanan zakat, sedekah hingga menabung haji,”tuturnya.

Disampaikannya, BSya dari BCA Syariah bukan hanya aplikasi mobile banking biasa, tetapi juga solusi finansial dan spiritual dalam satu platform. Mulai dari buka rekening online, transaksi lengkap, keamanan biometrik, fitur islami, hingga program reward, semua hadir untuk membuat hidup lebih mudah sekaligus lebih berkah. Selain itu, lanjutnya, BSya memiliki tampilan modern dan user friendly dan tentunya hadir membawa berbagai layanan digital yang praktis, lengkap, dan aman.

Ya, kemudahaan transaksi dengan mobil banking dimana saja dan kapan saja hingga penawaran beragam promo menjadi alasan transaksi dengan mobile banking terus tumbuh, apalagi generasi milenial dan gen Z yang sudah melek digital. Maka tak heran, gen Z mendominasi transaksi digital dengan mobile banking. Bila ditanya kepada anak gen Milenial dan gen Z, lebih pilih ketinggalan ponsel atau dompet, kebanyakan lebih pilih ketinggalan dompet karena urusan keuangan masih bisa ditangani dengan mobile banking di ponsel atau smartphone. “Mending ketinggalan dompet. Soalnya bisa bayar pakai smartphone dengan banyaknya aplikasi e-wallet sekarang,”ujar Ningsih.

Menurutnya, fungsi smartphone saat ini bukan lagi sekedar alat komunikasi semata tetapi sudah menjadi gaya hidup dan termasuk bersosial media. Terlebih lagi, saat ini segala transaksi sudah bisa menggunakan ponsel dan termasuk menarik uang tanpa kartu ATM.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, keputusan Gen Z memilih bank kini tidak lagi ditentukan oleh bunga simpanan. Pengalaman menggunakan aplikasi, keamanan data, reputasi bank, hingga berbagai keuntungan yang terhubung dengan ekosistem digital menjadi pertimbangan utama. “Gen Z mempertimbangkan kemudahan interaksi, gamification atau model bank yang mirip dengan bermain game, serta tampilan aplikasi merupakan poin penting,” ujar Bhima.

Bhima menambahkan, kolaborasi dengan platform digital menjadi salah satu strategi yang efektif untuk menarik segmen muda karena mereka lebih tertarik pada berbagai insentif seperti diskon dan bonus transaksi di ekosistem digital.

 

Kemudahan Menjadi Pilihan

Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi signifikan dalam lanskap keuangan yang didorong oleh proses integrasi sistem pembayaran dengan perkembangan teknologi digital saat ini. QRIS menjadi salah satu kunci inovasi yang telah berhasil merevolusi proses pembayaran menjadi lebih sederhana dan turut memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia.

Pengalaman kemudahan menggunakan BSya by BCA Syariah juga dirasakan Aulia Rahma (34), salah seorang nasabah yang memanfaatkan layanan digital perbankan untuk memenuhi kebutuhan ibadah haji. Dia mengaku proses setoran dana haji melalui aplikasi terasa praktis. “Dulu saya kira harus antre lama di bank. Namun, sejak pakai BSya, ternyata tinggal setor dana awal, langsung dapat nomor porsi resmi dari Kemenag. Praktis sekali,” kata Aulia Rahma.

Menurut Aulia, proses mulai dari pembukaan tabungan haji hingga menerima bukti pendaftaran dalam format PDF cukup 30 menit. Dokumennya memuat informasi penting.“Di dalamnya sudah ada nama saya, nomor porsi, dan estimasi keberangkatan. Semua saya simpan langsung di ponsel,” ujar Aulia.

Selain kemudahan proses, Aulia menilai akses digital untuk memantau transaksi dan informasi keuangan turut memberikan kenyamanan. Ia juga merasa terbantu dengan layanan informasi yang tersedia ketika membutuhkan penjelasan lebih lanjut.“Saya sempat ragu, lalu hubungi Halo BCA Syariah. Petugasnya ramah dan jelas menjawab, jadi makin yakin,” aku Aulia.

Sementara David (40), salah satu pedagang di pasar Tanah Abang mengatakan, di era digital saat ini kemudahan investasi dengan cara praktis lewat aplikasi mobile bangking di smartphone menjadi pilihan gaya hidupnya. Salah satu investasi yang dilakukannya selain reksa dana juga emas logam mulia di aplikasi BSya,”Lewat BSya, investasi emas jadi lebih mudah sesuai prinsip syariah. Cukup buka aplikasi BSya lalu pilih menu pembiayaan emas dan tinggal ikuti instruksi. Selain itu, pengajuan pembiayaan emas di BSya prosesnya mudah, aman dan cepat,”ungkapnya.

Disampaikannya, cukup setor uang muka 10% sudah bisa cicil emas logam mulia 5 gram, 10 gram dan seterusnya. Kebetulan, dirinya memilih cicil emas 10 gram untuk investasi kebutuhan anak sekolah. Seiring berjalannya waktu, cicilan emasnya sudah selesai dan emas fisiknya sudah ditangan. “Dengan investasi cicil emas tiap bulannya Rp.300 ribu menjadi keuntungan dibandingkan harus jajan rokok tiap bulannya,”katanya.

Hingga Agustus 2026, pembiayaan emas BCA Syariah melonjak tajam sebesar 81,76% mencapai Rp 598 miliar. Angka ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas melalui skema perbankan syariah sangat tinggi dan terus mengalami peningkatan pesat.

Direktur BCA Syariah, Pranata mengungkapkan bahwa pihaknya telah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari yang sebelumnya 10 gram menjadi hanya 5 gram seiring minat masyarakat terhadap investasi emas melalui skema perbankan syariah sangat tinggi dan terus mengalami peningkatan pesat.

Untuk semakin memanjakan nasabah, pengajuan pembiayaan kini dapat dilakukan sepenuhnya secara digital melalui fitur Emas iB di aplikasi BSya. Digitalisasi ini adalah kunci untuk memperluas jangkauan layanan, di mana BCA Syariah juga memperluas pilihan produk logam mulia. Kini, nasabah tidak hanya bisa memilih emas produksi Antam, tetapi juga emas dari Galeri 24 dan Hartadinata.

Meskipun memang harga emas bersifat fluktuatif imbas dinamika ekonomi secara global, dia menyebut emas masih menjadi instrumen paling menarik dan aman saat ini.“Kalau kita lihat secara prospek ke depan, emas itu masih tetap menarik, dan kalau kita lihat pun, walaupun animonya tidak setinggi di awal tahun, tapi kita lihat semakin banyak nasabah kita pun yang sudah paham, bahkan memandang emas itu adalah investasi jangka panjang,” jelas Pranata.

Oleh karena itu, perseroan masih melihat potensi itu emas sebagai investasi jangka panjang, sebagai alternatif juga salah satunya. Sementara Vice President Cash Management BCA Syariah, Nadia Amalia menambahkan, untuk layanan setoran awal biaya haji secara digital dapat dilakukan BSya. Dengan setoran minimal Rp 25 juta, nasabah dapat memulai proses pendaftaran haji tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.

Layanan ini memberikan alternatif yang lebih praktis bagi masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji. Melalui integrasi dengan sistem penyelenggaraan haji, proses setoran dapat dilakukan secara digital. Sehingga, nasabah lebih mudah mengakses layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain mendukung kebutuhan ibadah haji, BSya juga menyediakan fasilitas untuk membayar zakat, infak, dan sedekah langsung melalui aplikasi. Kehadiran fitur tersebut memperluas fungsi perbankan digital.

Tidak hanya untuk mengelola keuangan pribadi, tetapi juga memudahkan nasabah berbagi dengan sesama. Pengembangan layanan ini sejalan dengan upaya BCA Syariah menghadirkan perbankan digital yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Seiring perbankan syariah yang saat ini telah berevolusi menjadi bagian dari modern lifestyle, ke depan, BCA Syariah juga berencana mengembangkan layanan wakaf uang dan crowdfunding syariah untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan sosial berbasis syariah.

Saat ini, BCA Syariah sendiri terus meningkatkan fitur dan layanan untuk meningkatkan kenyamanan bertansaksi. Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja mengungkapkan bahwa aplikasi digital BSya by BCA Syariah dirancang untuk menjadi teman terpercaya dalam lebih dari layanan finansial.

Inovasi pada BSya, lanjutnya, bertujuan tidak hanya menyederhanakan transaksi finansial, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan ibadah nasabah.”Menemani langkah menggambarkan kedekatan dan keandalan, sedangkan penuh berkah merefleksikan harapan agar setiap perjalanan hidup membawa manfaat dan kebaikan,” ujar Ina.

Selain itu, melalui BSya diharapkan bisa menarik lebih banyak nasabah baru dan memperluas adopsi layanan digital sebagai fondasi untuk ekspansi produk keuangan lainnya ke depan. Dengan BSya, BCA Syariah berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman perbankan syariah yang inklusif dan modern. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna BSya tercatat mencapai sekitar 221.000 nasabah. Bahkan, aplikasi mobile banking tersebut telah berkontribusi sebesar 69% terhadap total akuisisi nasabah baru BCA Syariah sepanjang tahun 2026. Untuk mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, BCA Syariah terus menggelar event tahunan yakni program “Rumah Sahabat”.

Artikulli paraprakPerkuat Posisi Sebagai Pameran Perdagangan Terbesar, Krista Exhibitions Kembali Hadirkan KRISTA InterFOOD 2026
Artikulli tjetërMemperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Sektor Pertanian Kembali Diminati Generasi Muda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini