Beranda Perdagangan Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari Sekadar Kontrol Stok ke Kontrol Profitabilitas

Mekari Jurnal Dorong Bisnis Beralih dari Sekadar Kontrol Stok ke Kontrol Profitabilitas

23
0

NERACAONLINE – Aktivitas perdagangan Indonesia terus bergerak, namun kenaikan biaya impor bahan baku membawa tantangan tersendiri bagi bisnis yang bergantung pada pasokan dari luar negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor bahan baku/penolong Indonesia pada Januari – Juli 2026 mencapai US$116,70 miliar atau naik 20,42% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, seiring fluktuasi nilai tukar rupiah yang turut menekan struktur biaya bisnis.

Dalam kondisi ini, kemampuan bisnis mengetahui dan mengendalikan harga pokok penjualan (HPP) serta profitabilitas secara real-time menjadi faktor penentu daya tahan usaha, khususnya bagi sektor yang bergantung pada pasokan impor.

“Bisnis di Indonesia tidak bisa mengendalikan pergerakan kurs atau kebijakan tarif dagang global, tetapi mereka bisa mengendalikan seberapa cepat dan akurat mereka mengetahui dampaknya terhadap HPP dan margin. Ketika biaya bahan baku dan nilai tukar bergerak naik-turun dalam hitungan bulan, bisnis yang bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling cepat tahu angka mereka sendiri. Itu yang coba kami hadirkan lewat Mekari Jurnal: kontrol dan kejelasan finansial yang konsisten, apa pun kondisi di luar sana,” ungkap Suwandi Soh, Chief Executive Officer (CEO) Mekari.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kecepatan tersebut didukung oleh analisis laporan berbasis kecerdasan buatan (AI) di Mekari Jurnal, yang mengubah data mentah menjadi insight yang mudah dipahami dalam hitungan detik, bahkan bagi tim yang tidak seluruhnya berlatar belakang akuntansi. “Jadi, AI tidak menggantikan pengambilan keputusan manusia, melainkan mempercepat proses sampai ke titik tersebut,” ujarnya.

Saat ini, ada lebih dari 55.000 klien lintas industri yang mempercayakan pengelolaan keuangannya kepada Mekari Jurnal. Di tengah tekanan biaya yang tergambar dari data BPS di atas, berikut bagaimana pelanggan Mekari Jurnal dari berbagai sektor merasakannya secara langsung.

Kenaikan Impor Bahan Baku Tekan Struktur Biaya Bisnis

Kategori impor bahan baku dan barang penolong adalah komponen yang paling langsung mempengaruhi harga pokok penjualan (HPP) bagi bisnis manufaktur dan trading, sehingga kenaikan 18,38% ini otomatis menekan margin bisnis yang tidak memiliki visibilitas biaya secara real-time.

Tekanan ini diperparah oleh pergerakan nilai tukar Rupiah yang sempat melemah ke kisaran Rp20.400 – 21.000 per dolar AS pada Mei – Juni 2026, sebelum menguat kembali ke kisaran Rp17.700 – 17.900 pada Agustus – September 2026, mengilustrasikan volatilitas kurs yang tidak bergerak satu arah dan sulit diprediksi bisnis.

Dari Stok Manual ke Keputusan Strategis Dibantu Analisis AI

Sebagai perusahaan trading di sektor unggas, PT Ayam Kota Untuk Negara sebelumnya kesulitan melacak pergerakan stok dan menghitung nilai persediaan secara manual, yang memperlambat pengambilan keputusan bisnis. Setelah beralih ke Mekari Jurnal, perusahaan mendapatkan visibilitas real-time atas stok dan laporan keuangan, menghasilkan 100% akurasi laporan dan 100% data yang terintegrasi antar-tim.

“Laporan keuangan Mekari Jurnal menurut saya sudah bagus dan update, bisa langsung jadi. Adanya AI juga membantu untuk membaca dan menganalisis isi laporan sehingga lebih mudah dipahami. Mekari Jurnal sudah sangatNrelevan dengan kebutuhan kami,” ujar Nasirin, Inventory Control PT Ayam Kota Untuk Negara.

40% Lebih Efisien Meski Transaksi Ekspor-Impor Kian Kompleks

Pencatatan multi-mata uang dan penyusutan barang cair selama pengiriman internasional sempat menjadi tantangan tersendiri bagi PT Alpine Renewables Commodities, perusahaan ekspor-impor limbah minyak kelapa sawit (POME) yang bertransaksi dalam Rupiah dan Dolar AS, tantangan yang relevan di tengah volatilitas kurs saat ini.

“Melalui fitur multi-currency dan pembukuan terintegrasi Mekari Jurnal, perusahaan dapat memangkas waktu operasional keuangan hingga 40% dan mendigitalisasi 100% proses pencatatannya, sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke beberapa entitas perusahaan baru. Karenanya, saya sangat merekomendasikan Mekari Jurnal,” ujar Debbie Christie Ginting, Finance and Accounting Lead PT Alpine Renewables Commodities.

Closing Bulanan Kini Lebih Cepat, Meski Rantai Pasok Tak Menentu

Sistem akuntansi offline sebelumnya memperlambat proses adjustment dan pelaporan keuangan PT Gold Shine Logistik, sebuah perusahaan freight forwarding yang operasionalnyansangat bergantung pada kecepatan respons saat rantai pasok bergejolak. “Setelah beralih ke Mekari Jurnal, proses closing bulanan perusahaan menjadi 3 – 5 hari lebih cepat, dengan akses 100% online kapanpun dibutuhkan. Berdasarkan pengalaman ini, saya memberikan skor kepuasan 9 dari 10 terhadap sistem ini,” ucap Deny Syaifuddin, Accounting & Tax di PT Gold Shine Logistik.

Visibilitas HPP Real-Time Lintas Anak Perusahaan

Dengan sembilan anak perusahaan di bawah naungannya, memantau kondisi keuangan secara akurat bukan perkara mudah bagi PT Sinar Pahala Utama, sebuah perusahaan manufaktur pangan yang bergerak di bidang rumah potong ayam, termasuk dalam menentukan harga pokok penjualan (HPP) di level grup.

Dengan laporan profitabilitas, laba rugi, dan neraca yang terintegrasi dalam satu sistem, Mekari Jurnal memberikan visibilitas 100% akurat dan real-time bagi financial controller grup untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat dan tepat di seluruh lini usaha. “Sistemnya sudah lengkap, paket komplet, dan mudah dipahami,” ungkap Abdul Khamid, Financial Controller PT Sinar Pahala Utama.

Keempat studi kasus ini datang dari sektor yang berbeda, yaitu trading, ekspor-impor, logistik, hingga manufaktur pangan, namun polanya serupa: kendali atas data internal menjadi faktor yang lebih menentukan ketimbang ukuran atau skala usaha itu sendiri saat kondisi eksternal bergejolak.

“Memang tidak ada bisnis yang dapat memprediksi secara sempurna, akan tetapi dengan adanya AI sistem memiliki visibilitas yang real-time itu adalah pilihan. Dan di tengah dunia usaha yang penuh ketidakpastian, itulah satu-satunya pilihan yang sepenuhnya ada di tangan bisnis itu sendiri.” tutup Jansen Jumino, Chief Business Officer dari Mekari Jurnal.

Artikulli paraprakHasil Uji Coba Sistem e-TLE Perhubungan Catat 73 Ribu Pelanggaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini