OKX, salah satu bursa kripto global terkemuka menerbitkan laporan Proof of Reserves (PoR) ke-46 secara berturut-turut. Per Agustus 2026, laporan tersebut mencatat US$22,96 miliar aset utama, dengan aset pengguna tercadangkan di atas rasio 1:1 dalam segala kondisi pasar. “46 bulan berturut-turut bukan soal angka. Ini soal rutinitas. Pengguna berhak tahu aset mereka
ada, kapan pun mereka ingin memeriksanya.,” kata Ferry, Growth Manager OKX Wallet dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Disampaikannya, publikasi ini melanjutkan rangkaian pelaporan bulanan yang telah berjalan tanpa jeda sejak dimulai dan menjadikan transparansi cadangan sebagai praktik rutin, bukan respons terhadap gejolak pasar. Berdasarkan laporan PoR kali ini memerinci rasio cadangan untuk sedikitnya 22 aset kripto utama.
Rasio di atas 100% berarti aset yang dipegang OKX melebihi total saldo pengguna untuk aset tersebut. PoR OKX, lanjut Ferry, menggunakan teknologi kriptografi zk-STARK, yang memungkinkan pengguna memverifikasi keberadaan cadangan tanpa mengungkap saldo individu siapa pun baik milik pengguna lain maupun miliknya sendiri kepada pihak lain.
Halaman PoR OKX memuat:
- Metodologi — bagaimana snapshot diambil dan rasio dihitung
- Alat verifikasi mandiri — pengguna dapat memeriksa apakah saldo mereka tercakup dalam laporan, serta melihat rasio cadangan tiap aset
- Riwayat peningkatan sistem — catatan pengembangan mekanisme PoR dari waktu ke waktu. Asal tahu saja, sebagian saldo disimpan pada kustodian pihak ketiga, dan hal ini dirinci terpisah dalam laporan (contoh: BTC — 142.323 di bursa, 6.229 di kustodian pihak ketiga). Kemudian snapshot mencerminkan satu titik waktu tertentu. Angka dalamlaporan tidak menggambarkan posisi secara real-time dan dapat berubah.






































