Beranda Industri Transformasi Bisnis Berbuah, Chandra Asri Bukukan Kinerja Solid Semester I-2026

Transformasi Bisnis Berbuah, Chandra Asri Bukukan Kinerja Solid Semester I-2026

30
0

NERACAONLINE – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) mencatatkan pendapatan sebesar USD 5,3 miliar pada semester pertama 2026. Perseroan juga membukukan EBITDA USD 802,6 juta dan laba bersih USD 371,2 juta, ditopang oleh strategi diversifikasi bisnis di sektor energi, kimia, dan infrastruktur di tengah tantangan industri petrokimia global.

Group CFO sekaligus Direktur Chandra Asri Group, Andre Khor, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan model bisnis terintegrasi perusahaan yang dibangun melalui disiplin eksekusi, integrasi aset strategis, serta ekspansi bisnis berkelanjutan.

“Di tengah volatilitas industri global, fokus kami tidak hanya menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga memastikan setiap langkah transformasi berjalan secara disiplin untuk membangun fondasi pertumbuhan yang semakin kuat dan terdiversifikasi,” ujar Andre dalam keterangan resminya, Rabu (28/7).

Menurut dia, strategi tersebut berhasil memperkuat model bisnis terintegrasi sekaligus mendukung transformasi Chandra Asri Group menjadi platform regional di bidang energi, kimia, dan infrastruktur. Perseroan juga akan melanjutkan investasi secara disiplin, memperkuat struktur permodalan, serta menyelesaikan proyek strategis Chandra Asri Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) guna meningkatkan daya saing di Asia Tenggara.

Selain membukukan kinerja keuangan yang positif, Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui penyelesaian penerbitan final Obligasi Berkelanjutan V yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Perseroan juga meningkatkan porsi saham yang beredar di publik (free float) menjadi 25,7%. Langkah tersebut dinilai akan memperkuat fleksibilitas pendanaan, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, memperbaiki tata kelola perusahaan, serta meningkatkan daya tarik perusahaan bagi investor domestik maupun global.

Di sektor kimia, pembangunan pabrik Chandra Asri Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan memasuki tahap pembangunan infrastruktur utama. Proyek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Perseroan juga telah mengambil keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD 80 juta. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, sekaligus mengoptimalkan integrasi operasi Aster di Singapura dengan fasilitas hilir Chandra Asri Group di Indonesia.

Pada lini bisnis energi, Chandra Asri Group melanjutkan integrasi pascaakuisisi melalui penyatuan jaringan SPBU Esso dan fasilitas cold storage. Selain itu, proyek Condensate Splitter Unit (CSU) dan revitalisasi Single Buoy Mooring (SBM) di Pulau Bukom terus berjalan sesuai rencana dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026.

Perseroan memperkirakan kedua fasilitas tersebut dapat memberikan tambahan EBITDA sekitar USD 20 juta per bulan, sehingga memperkuat kontribusi bisnis energi terhadap kinerja perusahaan.

Sementara itu, di sektor infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDI) terus memperluas bisnis kepelabuhanan, penyimpanan, logistik, dan maritim. CDI menjalin kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS), mencatat progres pembangunan fasilitas tangki bitumen sebesar 75%, serta menyelesaikan pelayaran perdana kapal Novah.

Selain itu, pembentukan kemitraan Aster Power bersama Sembcorp dan CDI serta mulai beroperasinya Aster Ports & Terminals sejak 1 Juli 2026 disebut menjadi fondasi baru dalam pengembangan platform infrastruktur regional.

Dengan diversifikasi portofolio bisnis, penyelesaian berbagai proyek strategis, serta disiplin keuangan yang terus dijaga, Chandra Asri Group optimistis dapat memperkuat daya saing regional sekaligus menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Artikulli paraprakbank bjb Bukukan Kinerja Positif, Aset Tembus Rp228,2 Triliun dan Laba Tumbuh 58,8%
Artikulli tjetërFox Logger Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 12%

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini