Beranda Ekonomi Daerah BSN Perkuat Infrastruktur Mutu Nasional untuk Kawal Perdagangan Global

BSN Perkuat Infrastruktur Mutu Nasional untuk Kawal Perdagangan Global

22
0

 

Yogyakarta – Dinamika geopolitik global dan kebutuhan akan kemandirian sumber daya menuntut negara di dunia untuk beralih pada praktik ekonomi sirkular. Menjawab tantangan tersebut, sistem pengukuran yang tepercaya menjadi prasyarat utama implementasi ekonomi sirkular sekaligus fondasi bagi perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based decision-making).

Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus berupaya memperkuat infrastruktur mutu nasional untuk mendukung inovasi dan daya saing industri, memfasilitasi perdagangan internasional serta meningkatkan perlindungan konsumen. Metrukturologi merupakan salah satu pilar infrastruktur mutu nasional bersama standardisasi dan akreditasi, yang dikembangkan untuk memastikan bahwa setiap alat ukur yang digunakan dalam industri, laboratorium, hingga perdagangan terhubung langsung dengan standar nasional maupun internasional.

Komitmen untuk memperkuat metrologi nasional ditegaskan oleh BSN melalui penyelenggaraan Asia Pacific Metrology Programme Mid-Year Meetings (APMP MYM) pada 13–17 Juli 2026 di Yogyakarta. Forum yang mempertemukan berbagai National Metrology Institute (NMI) dan pemangku kepentingan dari kawasan Asia Pasifik ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi teknis, menyelaraskan sistem pengukuran, serta membangun saling pengakuan atas kemampuan metrologi antarnegara.

Salah satu agenda utama APMP MYM 2026 adalah penyelenggaraan simposium internasional yang mengusung tema “Circular Economy for Future Sustainability” yang akan membahas peran metrologi dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular.  Simposium ini menjadi forum penting untuk membahas peran metrologi dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular melalui sistem pengukuran yang akurat, tertelusur, dan diakui secara internasional.

Chairperson APMP, Dr. Gregory Goh menegaskan bahwa tema tersebut sangat krusial saat ini. Menurutnya, metrologi memainkan peran vital sebagai fondasi sistem pengukuran terpercaya yang tidak hanya mendukung keberlangsungan industri, tetapi juga memfasilitasi pengambilan keputusan yang akurat di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian regional.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN sekaligus Pimpinan NMI Indonesia, Y. Kristianto Widiwardono, menekankan pentingnya kolaborasi teknis guna membangun rasa saling percaya antarnegara.

“Dengan meningkatkan kerja sama teknis dan membangun rasa saling percaya, kita dapat memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, serta inovasi untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Kristianto.

Kristianto menambahkan bahwa melalui partisipasi aktif dalam APMP, BSN terus memperkuat ketertelusuran pengukuran nasional ke Sistem Satuan Internasional (SI), sehingga hasil pengukuran Indonesia diakui dan dipercaya secara global.

Komitmen Indonesia dalam mengawal keandalan sistem pengukuran global juga dibuktikan melalui kapasitas infrastruktur metrologinya yang mumpuni. Hingga saat ini, BSN mencatatkan 165 kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capabilities (CMC)) yang diakui secara internasional. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia Tenggara dan menjadi modal penting agar hasil pengukuran nasional memperoleh pengakuan internasional sehingga mendukung kelancaran perdagangan lintas negara.

Selain itu, guna memastikan kebutuhan industri domestik terpenuhi di tengah transisi ekonomi hijau, sepanjang tahun 2025 BSN telah menerbitkan sebanyak 2.549 sertifikat kalibrasi untuk berbagai sektor strategis.

Melalui wadah pertukaran pengetahuan APMP MYM 2026 ini, diharapkan kawasan Asia-Pasifik memiliki standar dan kemampuan pengukuran yang harmonis untuk menjawab tantangan masa depan.

Lebih dari sekadar partisipan, Indonesia telah mengambil peran sebagai inisiator dan pemimpin dalam ekosistem metrologi internasional. Peran kepemimpinan Indonesia dibuktikan dengan menempatkan personelnya sebagai Ketua Komisi Negara Berkembang APMP (APMP Developing Economies’ Committee / APMP DEC), APMP Co Convener Asia Pacific Metrology Programme – Asia Pacific Accreditation Cooperation Joint Proficiency Testing Working Group (APMP APAC PTWG), dan 3 orang DEC Champion, masing-masing untuk APMP Technical Committee for Length, APMP Technical Committee for Photometry & Radiometry, dan APMP Technical Committee for Electricity and Magnetism.

Selain itu, menjadi tuan rumah APMP MYM 2026 juga menjadi bukti nyata peran ndonesia dalam mendorong kerja sama kawasan. Peran aktif ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya, BSN telah sukses memimpin berbagai agenda strategis internasional, di antaranya penyelenggaraan APMP Energy Efficiency Focus Group (EEFG) 2025 dengan tema “Strengthening Collaboration for Quality of Sustainable Energy”, DEC Workshop on Digital Transformation with DCC Hands-On Training 2025, serta 2nd Workshop on the Development of APMP DEC Strategic Planning 2027–2029 pada April 2026 lalu.

Selama lima hari penyelenggaraan, APMP MYM 2026 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari rapat komite, simposium internasional, workshop teknis, hingga kunjungan laboratorium. Seluruh rangkaian tersebut diarahkan untuk memperkuat harmonisasi sistem pengukuran, mengevaluasi perkembangan metrologi di kawasan Asia Pasifik, serta mempererat kolaborasi antar NMI.

Melalui penyelenggaraan APMP MYM 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan metrologi internasional guna mendukung perdagangan yang adil, daya saing industri, dan implementasi ekonomi sirkular yang berkelanjutan.

Artikulli paraprakWaka BAZNAS RI Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat
Artikulli tjetërPTPN I Kembangkan Bioetanol Perkuat Ketahanan Energi Nasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini