Beranda Industri CEO TransTrack Anggia Meisesari Raih Pengakuan Internasional di Industri Logistik

CEO TransTrack Anggia Meisesari Raih Pengakuan Internasional di Industri Logistik

16
0

 

NERACAONLINE – Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, terpilih sebagai satu dari tiga pengusaha perempuan di Asia Tenggara yang masuk dalam GLI in Action Case Study Series yang diluncurkan oleh Investing in Women, sebuah inisiatif yang didukung Pemerintah Australia melalui Australian Aid dalam rangka memperingati Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day. Pengakuan tersebut diberikan atas kepemimpinan Anggia dalam membangun TransTRACK sebagai perusahaan teknologi (tech enabler) yang mendorong digitalisasi operasional armada kendaraan melalui solusi Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator, sehingga berkontribusi terhadap transformasi digital industri logistik di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Anggia, TransTRACK terus berkembang sebagai perusahaan teknologi yang menghadirkan solusi digital bagi operasional armada dan rantai pasok. Saat ini, TransTRACK telah dipercaya oleh lebih dari 1.200 pelanggan korporasi di Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah. Dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan analitik data, TransTRACK membantu berbagai sektor industri meningkatkan efisiensi operasional, visibilitas armada, pengelolaan rantai pasok, keselamatan, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Pengakuan tersebut diberikan melalui GLI in Action Case Study Series, untuk menyoroti perempuan pemimpin bisnis di Asia Tenggara yang berhasil membangun perusahaan inovatif sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial. Program ini juga mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses terhadap pendanaan, jaringan bisnis, hingga bias gender, khususnya di sektor-sektor yang masih didominasi laki-laki.

Selain keberhasilannya membangun TransTRACK, laporan tersebut juga menyoroti perjalanan pertumbuhan perusahaan yang mendapat dukungan investasi dari YCAB Ventures sejak tahap awal pengembangannya. Investasi tersebut menghasilkan exit dengan return sebesar 8,6 kali dari nilai investasi awal, mencerminkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sekaligus menunjukkan potensi perusahaan teknologi Indonesia dalam menciptakan nilai bagi investor.

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan bahwa pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi dan kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh keberanian untuk menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan industri. “Merupakan sebuah kehormatan dapat menjadi bagian dari GLI in Action Case Study Series. Bagi saya, pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari siapa saja, termasuk perempuan yang memilih untuk berkarya di industri yang selama ini masih didominasi laki-laki. Saya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peluang, membangun solusi, dan memimpin perubahan di bidang yang mereka yakini,” ujar Anggia.

Menurut Anggia, transformasi digital yang tengah berlangsung di sektor logistik membuka peluang yang semakin besar bagi lahirnya berbagai inovasi baru. Sebagai industri yang terus berkembang dan semakin terdigitalisasi, logistik membutuhkan kolaborasi serta keberagaman perspektif agar mampu menghadirkan solusi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha yang terus berubah.

“Pencapaian ini tentunya tidak akan terwujud tanpa dedikasi seluruh tim TransTRACK yang terus berinovasi setiap hari, serta kepercayaan dari YCAB Ventures yang mendukung kami sejak tahap awal. Dukungan tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan TransTRACK hingga dapat terus menghadirkan solusi teknologi yang mendukung transformasi digital di industri logistik,” tambah Anggia.

Di tengah percepatan transformasi digital dan berkembangnya ekonomi berbasis inovasi, keberagaman dalam kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan solusi yang relevan dan berkelanjutan. Pengakuan dari Investing in Women ini sekaligus menegaskan bahwa ketika perempuan memperoleh kesempatan yang setara untuk memimpin dan berinovasi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dunia usaha, tetapi juga oleh perkembangan industri dan perekonomian secara lebih luas.

Artikulli paraprakPerkuat Fondasi Bisnis Teknologi, ITSEC Asia Perluas Lini Usaha Ke AI dan Perangkat Lunak
Artikulli tjetërPNM Raih GCG Awards 2026, Bukti Tata Kelola Berdampak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini