Beranda Keuangan Cerita Hartati, Agen BRILink Yang Bantu IRT dan ART Gaptek Transaksi Digital

Cerita Hartati, Agen BRILink Yang Bantu IRT dan ART Gaptek Transaksi Digital

14
0

Menjadi wanita tangguh, tegar dengan keadaan siap bantu ekonomi keluarga di saat suami menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi motivasi yang dialami Hartati (53) tahun. Membuka warung sembako, menjadi ojek jemput anak sekolah hingga menambah usaha Agen BRI Link dilakukannya demi urusan dapur tetap ngebul.

Dirinya bercerita, sejak suami PHK pemasukan hanya mengandalkan warung dan berjalannya waktu, usaha warung sembako terus merugi hingga harus tutup dan menjadi gantinya, ibu tiga anak ini lebih fokus sebagai Agen BRI Link sebagai mata pencarian utama. “Usaha sembako abis karena gak ada modal, akhirnya saya fokus ke Agen BRILink yang masih menjanjikan,”ujarnya kepada Neraca.

Awal mula menjadi Agen BRILink tepatnya 10 tahun lalu saat dirinya mengajukan pinjaman ke bank sebesar Rp50 juta untuk renovasi rumah dan ditawarkan menjadi Agen BRILink. Sebelumnya, wanita asli Betawi asal Rempoa ini sudah melakoni usaha yang sama menjadi Agen Bank Bukopin. Namun lokasinya yang jauh dan adanya pinjaman ke BRI, memaksa memilih salah satu dan tidak boleh dobel. “Saya pilih  Agen BRILink karena deket dari rumah ketimbang ke Bukopin jauh di BDS,”tuturnya.

Manisnya usaha menjadi Agen BRILink sempat dirasakannya dengan transaksi sebulan bisa tembus lebih dari 600 transaksi dan kebanyakan 70% pelanggan melakukan transfer dana.”Pelanggan disini kebanyak pekerja proyek dan pembantu rumah tangga komplek perumahan,”katanya.

Namun seiring dengan pesatnya pertumbuhan pengguna mobile banking di era digital saat ini, menjadi tantangan tersendiri agar transaksi di Agen BRILink miliknya tetap ramai. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) menunjukkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026. Jumlah tersebut tumbuh 28,14% secara tahunan atau year on year (YoY). Kenaikan itu ditopang transaksi mobile banking yang tumbuh 26,16%  YoY serta internet banking yang meningkat 15,51% YoY.

Maka menjaga kepercayaan, literasi, komunikasi yang ramah dengan pelanggan menjadi strategi usahanya agar pelanggan yang ada tetap bertahan dan tidak pindah kelain hati. Diakuinya pula, maraknya layanan tranfer dana di beberapa warung juga menjadi persaingan semakin ketat.”Sekarang udah banyak warung layani transfer atau topup, maka siasatnya tetap menjaga harga yang kompetitif walau margin kecil,”jelasnya.

Perubahan prilaku masyarakat yang menggunakan transaksi digital lewat mobile banking atau dompet digital, kata Hartati membuat bisnisnya semakin berat. Namun demikian, optimisme masih tetap tumbuh karena banyak pula masyarakat yang belum tersentuh inklusi keuangan.”Mereka inilah pasar bagi saya yang kebanyakan di sini ibu rumah tangga dan juga asisten rumah tangga,”tuturnya.

Terlebih lagi dari Agen BRILink dirinya bisa sekolahkah anak dan mencukupi ekonomi keluarga, maka pantang menyerah menjadi Agen BRILink apapun kondisinya. Kemudian menjembatani gap tersebut, Hartani tetap melihat bisnis Agen BRI Link masih menjanjikan. Apalagi, orang transaksi tarik uang tunai di Agen BRI Link bisa nominal recehan.

Dewa Penolong

Wakiah (55), pembantu rumah tangga yang juga pelanggan Agen BRILink mengaku, keberadaan Agen BRILink menjadi dewa penolang atau membantu dirinya yang gaptek keuangan dan jarang bersentuhan langsung dengan bank.”Saya habis gajian selalu setor di sini, kalau sudah transfer berhasil tinggal di whatsapp anak di kampung. Meskipun ada biaya, tak jadi masalah dari pada ke bank langsung jauh,”ujarnya.

Selain kirim uang, wanita asal Lampung ini juga langganan top up pulsa dan token listrik di kampung. Menurutnya, transaksi Agen BRILink nyaman dan bisa dilakukan sore hingga malam hari tanpa perlu antri ke kasir bank.

Hal senada juga disampaikan Tika (45), ibu rumah tangga ini cukup nyaman transaksi di Agen BRILink. Selain deket dengan rumah juga memudahkan tanpa harus keluarkan hp,”Saya sering transaksi bayar token listrik juga tarik tunai kalau anak transfer,”jelasnya.

Pengalaman yang sama juga disampaikan Dani (46), lokasi deket rumah, pelayanan ramah dan mudah membuat transaksi di Agen BRILink tidak terasa ribet. “Jam 11 malam juga bisa transaksi selama belum tutup. Tapi karena saya tetangga, tengah malam juga dilayani karena udah kenal,”tandasnya.

Ya, diakui Hartati, transaksi di malam hari dijabaninya apabila pelanggan sudah kenal dan ada saldonya. Namun kalau orang lewat, dirinya harus hati-hati. Apalagi, modus penipuan juga marak.”Karena saya sering layani orang, kenal mana tetangga dan orang lewat dan mana pula yang niatnya jahat dan tidak,”ungkapnya.

Dirinya juga menceritakan, beberapa kali berupaya menggagalkan praktek penipuan yang menimpa konsumennya dan juga pelanggan, seperti kabar anak masuk rumah sakit atau menang undian,”Saya selalu edukasi mereka yang panik karena dapat kabar anak masuk rumah sakit minta ditransfer, apalagi kalau minta ditalangin,”jelasnya.

 

 

 

 

Artikulli paraprakKemenperin Tempa IKM Logam Permesinan Masuk Rantai Pasok Manufaktur
Artikulli tjetërPercepat Adopsi Enterprise AI, Altos Computing Bantu Industri, Bisnis dan Institusi di Indonesia Naik Kelas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini