Beranda Ekonomi BAZNAS Kembangkan Layanan Kurban yang Lebih Bermakna dan Berdampak

BAZNAS Kembangkan Layanan Kurban yang Lebih Bermakna dan Berdampak

11
0

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membuka BAZNAS Fundraising Forum 2026 dengan mengusung visi “Kurban Experience: Memberi Makna Lebih untuk Indonesia” secara daring, Jumat (8/5/2026). Forum ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam mengembangkan layanan kurban yang lebih bermakna dan berdampak bagi masyarakat.

Membuka forum tersebut, Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menekankan pentingnya penguatan ekonomi umat sebagai fondasi kemajuan bangsa. Ia mengajak seluruh jajaran BAZNAS dan mitra lembaga zakat untuk mengelola potensi dana umat secara lebih serius dan profesional.

“Maka kita ingin sekarang membangun visi baru. Visi baru beragama adalah membangun ekonomi umat itu harus seserius, sesungguh-sungguh kita ketika berpolitik, ketika menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren, dan rumah sakit,” jelas Sodik.

Ia juga menyampaikan, ke depan BAZNAS akan fokus pada tiga hal utama, yakni penguatan penghimpunan dana umat, pendayagunaan yang adil dan berdampak, serta percepatan digitalisasi secara terpadu.

Turut membuka acara, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menekankan pentingnya penguatan sinergi antara lembaga amil zakat (LAZ) dan para penyuluh agama untuk memperluas jangkauan layanan kurban kepada masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat syiar kurban agar mampu memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menekankan pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam layanan kurban, agar tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan.

Ia mengajak para pengelola zakat untuk menguatkan pesan-pesan keagamaan yang menyentuh dimensi spiritual, filosofis, dan sosial dalam setiap aktivitas kurban.

“Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan layanan kurban dilakukan melalui peningkatan kualitas komunikasi dakwah, perluasan kanal pembayaran, percepatan digitalisasi, serta penguatan layanan amil, termasuk transparansi pelaporan kepada pekurban.

Sementara itu, Pakar Digital Fundraising sekaligus Direktur Eksekutif LAZNAS Salam Setara, Ahmad Mujahid, menjelaskan pentingnya pemanfaatan platform digital untuk memudahkan masyarakat dalam berkurban, termasuk melalui skema pembayaran yang lebih fleksibel.

Menurutnya, layanan digital juga harus didukung dengan transparansi dan dokumentasi yang baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.

Acara ini dihadiri secara daring oleh pimpinan BAZNAS dari seluruh Indonesia serta perwakilan lembaga amil zakat dari berbagai daerah. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi nasional dalam menghadirkan layanan kurban yang lebih baik, bermakna, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Artikulli paraprakBTN Bikin Layanan Publik Pemkab Tapanuli Utara Makin Modern
Artikulli tjetërANGKASA Malaysia Kembali Salurkan Infak Koperasi Masjid Melalui BAZNAS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini