Jakarta, Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) kembali menyalurkan infak koperasi masjid melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.
Hal itu disampaikan Wakil Presiden ANGKASA merangkap Pengurus Kumpulan Pembangunan Koperasi ANGKASA Malaysia, Dato’ Haji Kamarudin bin Ismail, saat berkunjung ke Kantor Bupati Pasaman Barat, Simpang Empat, Pasbar, Sumatera Barat.
Wakil Presiden ANGKASA sekaligus Pengurus Kumpulan Pembangunan Koperasi ANGKASA, Dato’ Haji Kamarudin bin Ismail mengatakan, kedatangan ANGKASA ke Pasaman Barat tidak hanya memberikan bantuan saja, tapi juga memperkenalkan konsep koperasi kariah (jemaah) masjid sebagai upaya memaksimalkan fungsi masjid dalam pemberdayaan ekonomi umat di Indonesia.
Menurut dia, koperasi masjid dapat membuka berbagai peluang usaha sederhana yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar masjid.
“Paling tidak kita boleh buka warung kopi di masjid. Orang datang beribadah juga boleh duduk dan minum kopi. Dari situ ekonomi umat boleh berkembang,” ujar Wakil Presiden ANGKASA sekaligus Pengurus Kumpulan Pembangunan Koperasi ANGKASA Dato’ Haji Kamarudin bin Ismail, di Kantor Bupati Pasbar, Jumat (8/5/2026). Ia disambut Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, SH, MM; Sekda, Dodi Syahnan; dan jajaran Pemkab Pasbar.
Dari pihak Malaysia ikut serta Wakil Presiden ANGKASA, Dato’ Haji Ibrahim bin Haji Abdullah; Pengurus Kanan (Senior Manager), Departemen Pembangunan dan Perniagaan Koperasi Kariah Masjid, Kumpulan Pembangunan Koperasi, ANGKASA, Mohd Safian bin Abdul Rahman; dan Pengurus Seksyen Penerbitan Departemen Korporat ANGKASA, Mohd Zakuan bin Azmi.
Hadir juga Kepala Kantor Kementerian Agama Pasbar, Ketua BAZNAS Kabupaten Pasbar, Ketua BAZNAS Kabupaten Agam dan jajaran pimpinan dan pelaksana masing-masing.
Penyerahan infak koperasi masjid dari ANGKASA Malaysia untuk koperasi jemaah Masjid Agung Pasaman Barat RM3.000 berlangsung usai shalat Jumat. Donasi diserahkan kepada Pengurus DKM Masjid Agung Pasbar dan BAZNAS Kabupaten Pasbar oleh Wakil Presiden ANGKASA Malaysia.
Secara terpisah, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS RI Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kedua belah pihak. “Ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional,” ucap Rizaludin secara terpisah di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Dia menambahkan, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi umat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Jangan karena terlalu konservatif, kita justru meninggalkan kemaslahatan yang lebih besar,” ucap dia.
Rizaludin berharap, kehadiran ANGKASA dapat meningkatkan kapasitas koperasi masjid di Indonesia, baik dari sisi tata kelola maupun skala usaha. “Kalau generate income, koperasi yang semula level income-nya segini (rendah), kalau ANGKASA sentuh, level income-nya akan naik,” ujarnya.
Sebelumnya, penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir Sumatra juga disampaikan secara simbolis oleh dua Wakil Presiden dan Pengurus Kanan ANGKASA Malaysia kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Pasbar dan perwakilan masyarakat korban bencana dalam bentuk hewan kurban sapi dan kambing senilai RM7.500 (Ringgit Malaysia).
Di tempat yang sama, kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Agam dan perwakilan masyarakat korban bencana, juga disalurkan hewan kurban serupa seharga RM7.500.
Sebagai tuan rumah, Bupati Pasaman Barat, H. Yulianto, SH, MM, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai pengembangan koperasi yang diinisiasi BAZNAS dan ANGKASA sejalan dengan program pemerintah pusat yang saat ini mendorong penguatan koperasi di daerah.
“Alhamdulillah saat sekarang Bapak Presiden Prabowo juga sedang menggalakkan koperasi merah putih. Tentunya kami sebagai pimpinan daerah akan menjalankan program-program pemerintah dengan sebaik-baiknya,” kata Yulianto.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman Barat, Devi Irawan, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan ANGKASA Malaysia kepada masyarakat Pasaman Barat, terutama bagi warga yang terdampak bencana banjir. “Bantuan ini akan kami optimalkan dan koordinasikan bersama pemerintah daerah agar tepat sasaran,” ujar Devi.
Usai penyerahan bantuan, bersama Bupati Pasbar dan jajaran, BAZNAS dan rombongan ANGKASA Malaysia meninjau bekas lokasi bencana banjir Sumatra 2025 di Nagari Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat.
Sebagai informasi, pada Februari 2026, BAZNAS RI dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan koperasi masjid.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Acara ini dihadiri Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, dan jajaran Pimpinan BAZNAS RI 2020-2026.
Turut hadir pula jajaran pengurus ANGKASA, antara lain Pengurus Besar Kanan Kumpulan Pembangunan Koperasi Tn. Hj. Nor Azmi Abd. Jalil, Pengurus Kanan Bahagian Pembangunan dan Perniagaan Koperasi Kariah Masjid Ustaz Mohd Safian Abdul Rahman, Pengurus Bahagian Antarabangsa Hjh Wan Azwati Wan Mohamed, Isteri Presiden ANGKASA Datin Seri Fauziah binti Talib, Pegawai Bahagian Antarabangsa Nur Farhana Zabha, serta Pegawai Bahagian Korporat Mohd Idzdihar Nooridzahir.
Dalam acara tersebut, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah mengatakan, kerja sama ini bertujuan mempromosikan dan mengembangkan koperasi berbasis komunitas masjid sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
“Anggota koperasi adalah ahli kariah (jemaah atau masyarakat sekitar masjid), termasuk nonmuslim. Ini merupakan konsep baru yang sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Nonmuslim juga memiliki hak sebagai anggota kariah, sebagaimana konsep bertetangga dalam Islam,” ujar Datuk Fattah.
Menurut dia, ANGKASA ingin membentuk jejaring antar-masjid di seluruh dunia melalui aktivitas ekonomi, yang ke depan diharapkan menjadi konsorsium koperasi terbesar di dunia.
Datuk Fattah berharap, melalui kerja sama ini masjid di Indonesia dapat berkembang dalam berbagai sektor. “Masjid harus kembali menjadi center of excellence, sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW, di mana masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, ekonomi, dan penyelesaian persoalan umat. Koperasi masjid dapat menjadi instrumen penting untuk menghidupkan kembali peran tersebut,” ujarnya.
Program ini telah diimplementasikan di sejumlah masjid yang tersebar di tiga wilayah, yakni Jakarta, Bogor, dan Bandung, termasuk di antaranya Masjid An-Ni’mah di Ciracas, Jakarta Timur; Masjid At-Taqwa di Jatinegara, Jakarta Timur; Masjid As-Sholihin di Cisarua, Bandung Barat; Masjid Daarul Rihlah di Rancabali, Kabupaten Bandung; serta Masjid Al-Hurriyah di Kampus IPB, Bogor.





































