NERACAONLINE- Dorong kemajuan dan membangun daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai ekonomi kerakyatan, NEO rheumacyl dan Tempomart.com memberikan akses bagi UMKM untuk membuka lapak tanpa komisi penjualan, dilengkapi dengan dukungan peningkatan visibilitas agar lebih siap bersaing di ekosistem perdagangan digital,”Lewat NEO rheumacyl Peduli UMKM, perseroan berkomitman membuka akses pasar melalui Tempomart.com. Kami ingin membantu UMKM bukan sekadar memiliki toko online, tetapi juga meningkatkan visibilitas, menjaga margin, dan membangun bisnis yang lebih siap bertumbuh,”kata Diana Theodora, General Manager Brand Creative Content & Communication Health Care Division, PT Tempo Scan Pacific Tbk dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.
Disampaikannya, dukungan yang diberikan meliputi akses berjualan di Tempomart.com tanpa komisi penjualan selama 6 bulan serta paket dukungan bisnis untuk membantu UMKM meningkatkan visibilitas, mengelola toko, dan mengembangkan penjualan online secara lebih efektif melalui support promosi berupa voucher diskon dan gratis ongkos kirim.
Dukung terhadap UMKM menjadi komitmen perseroan. Apalagi berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Maret 2026 mencatat lebih dari 64 juta UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar, dengan porsi hampir 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
Sementara Tempomart.com sendiri merupakan platform online commerce milik Tempo Scan Group yang telah hadir sejak 2019 untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Seiring perkembangannya, Tempomart.com juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar melalui kanal digital.
Melalui ekosistem yang dibangun, Tempomart.com tidak hanya berperan sebagai kanal penjualan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung UMKM menjangkau lebih banyak konsumen dan mengembangkan usahanya dengan komisi penjualan yang lebih efisien dibandingkan e-commerce lainnya.
Suli Anggara, Deputy Managing Director Sales & Marketing PT Tempo Digital Nusantara menambahkan, kehadiran Tempomart.com sebagai mitra dalam program NEO rheumacyl Peduli UMKM membawa semangat bahwa inovasi lokal tidak hanya hadir melalui produk, tetapi juga melalui ekosistem digital yang dapat membuka ruang tumbuh bagi pelaku usaha Indonesia. “Sebagai perusahaan nasional yang telah berkarya selama lebih dari tujuh dekade, Tempo Scan terus mengembangkan kemampuan distribusi dan teknologi untuk menghadirkan akses yang lebih luas serta memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia agar dapat terus bergerak, berkembang, dan menangkap peluang baru,”ujarnya.
Sebagai informasi, NEO rheumacyl Peduli UMKM merupakan program CSR dari NEO rheumacyl untuk kali ketujuh sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020. Selama enam tahun terakhir, program ini terus berkembang dengan menghadirkan berbagai bentuk dukungan bagi UMKM Indonesia, mulai dari promosi, penguatan kapasitas usaha, hingga bantuan pengembangan bisnis. Tahun ini, NEO rheumacyl memperluas dukungan melalui penguatan modal sekaligus peningkatan kemampuan berjualan di ekosistem digital bersama Tempomart.com.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, sekitar 27 juta UMKM telah masuk ke ekosistem digital melalui media sosial dan marketplace. Namun tekanan biaya berjualan di marketplace menjadi tantangan bagi pelaku UMKM. Pada 2026, sejumlah platform melakukan penyesuaian biaya administrasi dan komisi pada beberapa kategori produk. Perubahan struktur biaya tersebut membuat pelaku UMKM perlu semakin cermat dalam menjaga margin usaha. Dalam kondisi ini, akses terhadap kanal penjualan tanpa komisi menjadi semakin relevan untuk memberi ruang yang lebih besar bagi UMKM dalam mengembangkan dan menjaga kelangsungan bisnisnya dalam jangka panjang.
Kementerian UMKM pada 2026 menyebut biaya layanan yang dikenakan marketplace kepada penjual berada pada kisaran 10% hingga 18% dari setiap transaksi, di luar biaya promosi atau iklan. Kondisi ini membuat pelaku UMKM perlu semakin cermat mengelola biaya, menjaga margin, sekaligus memastikan produknya tetap mampu bersaing dan menjangkau konsumen di tengah pasar yang semakin padat.






































