Beranda Hukum Bisnis I Nyoman Adi Peri Soroti Nama Reda Manthovani sebagai Figur Potensial Jaksa...

I Nyoman Adi Peri Soroti Nama Reda Manthovani sebagai Figur Potensial Jaksa Agung

39
0

NERACAONLINE — Di tengah kebutuhan akan kepemimpinan Kejaksaan Agung yang kuat dan berintegritas, nama Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., M.H., LL.M. dinilai layak dipertimbangkan sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia. Aspirasi tersebut disampaikan advokat dan Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS), I Nyoman Adi Peri, S.H., yang menilai pengalaman serta kapasitas Reda relevan dengan tantangan penegakan hukum saat ini.

Menurut I Nyoman, kepemimpinan Kejaksaan Agung membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki pengalaman teknis sebagai penegak hukum, tetapi juga memahami persoalan strategis, kelembagaan, dan kebijakan publik.

“Menurut saya, Reda Manthovani memiliki pengalaman yang cukup lengkap untuk memimpin institusi penegak hukum. Pengalaman di lapangan, manajemen kelembagaan, serta pemahaman akademiknya menjadi kombinasi yang penting bagi seorang Jaksa Agung,” ujar I Nyoman, Selasa (6/10).

Pandangan tersebut disampaikan I Nyoman dengan latar belakang pengalaman di bidang hukum dan kebijakan strategis. Ia merupakan alumnus Lemhannas PPRA Angkatan 43 Tahun 2009, pernah mengikuti Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) di Australia, serta pernah menjadi Tenaga Ahli di MPR/DPR RI.

Reda saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI. Sebelumnya, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kepala Biro Perencanaan Kejaksaan Agung. Reda juga memiliki latar belakang akademik di bidang hukum dan telah dikukuhkan sebagai profesor.

I Nyoman menilai tantangan Kejaksaan ke depan semakin kompleks, mulai dari pemberantasan korupsi dan tindak pidana narkotika hingga penguatan kepercayaan publik dan integritas kelembagaan.

“Kejaksaan membutuhkan kepemimpinan yang tegas, profesional, dan tetap menjunjung tinggi integritas. Harapannya, siapa pun yang nantinya dipercaya menjadi Jaksa Agung dapat memperkuat penegakan hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan,” katanya.

Ia berharap proses penentuan kepemimpinan Kejaksaan Agung dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kompetensi, integritas, pengalaman, dan kapasitas kepemimpinan setiap figur yang masuk dalam pertimbangan.

I Nyoman menegaskan, dukungan terhadap Reda Manthovani merupakan aspirasi dan pandangan pribadi, bukan pernyataan mengenai adanya keputusan resmi terkait pergantian Jaksa Agung.

Artikulli paraprakBAZNAS RI Beri Pembekalan Pengelolaan Zakat untuk Pengurus UPZ di Kementerian PU
Artikulli tjetërSaham GOTO Bangkit, Mulai Jadi Bidikan Investor?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini