Beranda CSR Menjadi Mitra Pengemudi Tuli Grab, Kisah Imelda Bisa Mandiri dan Berdaya...

Menjadi Mitra Pengemudi Tuli Grab, Kisah Imelda Bisa Mandiri dan Berdaya Dibalik Kemudi

39
0

NERACAONLINE-Berdaya dan mandiri secara ekonomi, hal inilah yang dirasakan Imelda Situmorang (36) salah satu mitra pengemudi Grab Indonesia yang telah bergabung sejak November 2025. Meski tuli, kondisi tersebut bukanlah halangan untuk bekerja dan memperoleh penghasilan. Apalagi Grab Indonesia memberikan ruang dan dukungan bagi mitra Grab tuli seperti dirinya  untuk berkarya dan berkarir.”Sebelumnya, saya tidak berpikir bahwa seorang tuli bisa bekerja sebagai pengemudi ojek online. Di Grab ternyata ada ruang bagi pengemudi tuli untuk berkarya,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Bagi Imelda, pekerjaan ini bukan hanya memberinya fleksibilitas dan peluang untuk memperoleh penghasilan. Kesempatan bergabung dengan Grab turut membangun keyakinannya bahwa mitra tuli dapat menjalankan pekerjaan yang sama dan memperoleh penghargaan yang setara dengan mitra dengar.

Perjalanan Imelda menunjukkan bahwa membuka kesempatan kerja merupakan bagian dari ekosistem yang inklusif. Fleksibilitas waktu, akses terhadap informasi, dukungan komunitas, serta perangkat komunikasi yang tepat juga dibutuhkan agar Mitra Tuli dapat bekerja dan berkembang sesuai dengan kebutuhannya.

Imelda membagikan pengalamannya saat Grab menggelar edukasi bahasa isyarat untuk 650 Mitra Pengemudi dalam acara Kopdar di Medan, Semarang, dan Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional yang jatuh pada 23 September 2026. Pada rangkaian yang sama, Grab juga mendistribusikan 1.000 Rompi “Teman Setara” kepada Mitra Pengemudi Tuli. Kegiatan ini diikuti ratusan mitra pengemudi Grab ini menjadi ruang bagi para Mitra untuk saling berbagi pengalaman, mengenal budaya Tuli, serta mempraktikkan cara berkomunikasi yang lebih inklusif dengan pengguna maupun sesama mitra.

Bagi Imelda, momen kegiatan seperti Kopdar menjadi kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang komunikasi yang inklusif, sekaligus berbagi tentang bagaimana ia menjalani perannya sebagai Mitra Pengemudi Tuli sehari-hari. Fleksibilitas waktu kerja, dukungan komunitas, dan cara berkomunikasi yang setara menjadi tiga hal yang membentuk perjalanan Imelda hingga hari ini. Simak kisahnya selengkapnya berikut ini.

Sebelum bergabung dengan Grab, Imelda bekerja selama tiga tahun di sebuah minimarket di Bandung. Pekerjaan tersebut memiliki jam kerja yang telah ditentukan. Setelah berkeluarga, pindah ke Bekasi dan memiliki anak, dirinya membutuhkan pekerjaan yang memberikannya keleluasaan lebih besar untuk membagi waktu dengan keluarga.

Kesempatan itu datang ketika Imelda memperoleh informasi tentang pendaftaran Mitra Pengemudi Grab dari grup Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI). Berbekal sepeda motor yang diberikan suaminya yang juga seorang mitra pngemudi Grab, dirinya pun mendaftarkan diri dan mulai menjadi mitra pengemudi Grab pada November 2025,“Kalau menjadi driver atau Mitra Grab, saya bisa bebas mengatur waktu untuk bekerja. Saya sendiri biasanya bekerja di area Bekasi, supaya lebih dekat dengan anak saya yang berada di rumah,” kata Imelda.

Dia dan suaminya memilih wilayah serta mengatur waktu masing-masing agar dapat bergantian menjalankan tanggung jawab keluarga bersama-sama. Menjadi mitra pengemudi tuli juga membuat Imelda mengandalkan tulisan, ekspresi, dan gestur saat berkomunikasi dengan pengguna. Pada awal bergabung dengan Grab, dirinya menggunakan tulisan untuk menjelaskan kepada pengguna maupun sesama Mitra Pengemudi bahwa dirinya tuli.

Cara berkomunikasi tersebut membutuhkan pemahaman dari kedua belah pihak. Tak jarang, Imelda juga menemukan banyak pengguna yang memberikan apresiasi melalui senyuman dan penilaian positif setelah perjalanan selesai.

 

Dukungan Komunitas dan Rompi

 

Disampaikan Imelda, menjadi mitra Grab tuli bukan pekerjaan tanpa kendala. Sebagai teman tuli, Imel pernah beberapa kali kesulitan berkomunikasi dengan pengguna dan mendapat penilaian yang tidak diinginkan. Tetapi, hadirnya komunitas antar mitra pengemudi menjadi sebuah support system yang telah mendampingi Imelda sejak awal perjalanannya.

Dia memperoleh informasi pendaftaran melalui Komunitas Ojol Tunarungu Indonesia (KOTRI) dan mendapatkan bantuan untuk memahami penggunaan aplikasi serta menerima pesanan. Setelah Imelda bergabung, KOTRI tetap menjadi wadah untuk memperoleh informasi, bertukar pengalaman, dan saling memberikan dukungan kepada sesama Mitra Pengemudi Tuli.

Ruang belajar yang ditemukan di KOTRI kemudian diperluas melalui kegiatan komunitas Mitra Pengemudi Grab lainnya, salah satunya adalah agenda Kopdar Spesial Hari Bahasa Isyarat. Kegiatan ini mempertemukan Mitra Pengemudi Tuli dan Mitra Dengar untuk mengenal budaya Tuli serta mempraktikkan cara berkomunikasi yang lebih inklusif.“Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk saling belajar dan berbagi pemahaman tentang budaya Tuli, termasuk mengenalkan fitur inklusif Grab yang dapat digunakan dalam keseharian. Kalau kegiatan seperti ini diadakan kembali, saya akan ikut lagi karena banyak ilmu baru yang bisa didapatkan,” kata Imelda.

Dalam rangkaian yang sama, Grab mendistribusikan 1.000 Rompi “Teman Setara” kepada Mitra Pengemudi Tuli. Inisiatif tersebut didukung oleh kontribusi pelanggan melalui pembelian produk IM3 dan Tri di aplikasi Grab. Rompi “Teman Setara” memuat panduan visual dan ilustrasi bahasa isyarat dasar untuk membantu pengguna menyampaikan petunjuk arah hingga ungkapan sederhana.“Rompi ini membantu memperlancar komunikasi karena memuat informasi visual yang dapat dilihat penumpang, misalnya untuk memberi arahan ke kiri atau kanan, serta menggunakan bahasa isyarat sederhana seperti ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’,” kata Imelda.

Kini, setelah Rompi Teman Setara didistribusikan, penumpang bisa mempelajari bahasa isyarat sederhana untuk mengekspresikan apresiasi kepada mitra pengemudi tuli. Salah satu cara menyampaikan terima kasih adalah bentuk penghargaan yang bisa menyenangkan hati sesama.

Bagi Imelda, dukungan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi Teman Tuli untuk bekerja, bertumbuh, dan saling menguatkan. “Saya berharap rekan-rekan Tuli bisa terus didukung dan tetap menjaga semangatnya. Dan saling mendukung,” jelas Imelda.

Melalui inisiatif Teman Setara, Grab juga mengajak Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal untuk terus belajar memahami kebutuhan penyandang disabilitas, mengurangi hambatan komunikasi, dan menciptakan interaksi yang setara bagi seluruh ekosistem. Rangkaian tersebut melanjutkan upaya Grab dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif melalui GrabAccess.

Sepanjang 2025, Grab telah mendukung lebih dari 6.207 Mitra disabilitas di Asia Tenggara untuk mengakses peluang ekonomi. Perjalanan selama hampir satu dekade ini mencerminkan komitmen Grab untuk menghadirkan manfaat pemberdayaan komunitas dan inovasi teknologi yang dapat diakses dan dirasakan oleh lebih banyak orang di Tanah Air. Dengan mempertemukan edukasi, aksesibilitas, dan pemberdayaan, Grab merajut ekosistem yang memberi ruang bagi Teman Tuli untuk berinteraksi, bekerja, dan bertumbuh bersama untuk Indonesia.

 

 

Artikulli paraprakBRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan Keluarga melalui Aurora Plus  
Artikulli tjetërBAZNAS RI Beri Pembekalan Pengelolaan Zakat untuk Pengurus UPZ di Kementerian PU

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini