Beranda Properti Tepis Kekhawatiran Rumah Mangkrak, Grahayana Homes Resmi Serah Terima Tepat Waktu

Tepis Kekhawatiran Rumah Mangkrak, Grahayana Homes Resmi Serah Terima Tepat Waktu

17
0

Menepis kekhawatiran konsumen soal rumah mangkrak, Grahayana Homes sebagai proyek hunian yang dikembangkan oleh Citanusa Group di pusat Kota Karawang resmi melaksanakan serah terima perdana kepada konsumen kemarin. Seluruh unit pada fase pertama berhasil diserahterimakan sesuai komitmen waktu yang telah ditetapkan sejak awal pemasaran, sehingga mencatatkan tingkat ketepatan serah terima sebesar 100%.

Nerisa Arviana, Direktur Grahayana Homes dalam siaran persnya di Karawang, kemarin mengatakan bahwa serah terima unit merupakan salah satu tahapan paling krusial dalam perjalanan konsumen memiliki rumah. Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek hunian tidak hanya diukur dari seberapa banyak unit yang berhasil terjual, tetapi juga dari kemampuan pengembang memenuhi janji pembangunan hingga rumah benar-benar dapat ditempati.“Bagi kami, serah terima bukan sekadar menyerahkan kunci. Di balik setiap kunci ada kepercayaan konsumen yang harus kami jaga. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa apa yang kami janjikan sejak awal dapat kami wujudkan, mulai dari proses pembangunan hingga rumah benar-benar siap untuk ditempati,” ujar Nerisa.

Dia menambahkan, capaian 100% ketepatan waktu pada fase pertama ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan pembangunan yang matang, pengawasan konstruksi yang ketat, serta manajemen proyek yang disiplin — sebuah pendekatan yang menurutnya telah menjadi budaya kerja Citanusa Group selama tiga dekade terakhir.

Menurutnya, pencapaian ini sekaligus menegaskan konsistensi Citanusa Group dalam membangun hunian selama lebih dari 30 tahun, di mana kepastian dan ketepatan waktu senantiasa menjadi prinsip utama dalam setiap proyek yang dikembangkan. Pencapaian ini datang di tengah keresahan publik terhadap maraknya kasus perumahan mangkrak di berbagai daerah, termasuk Karawang, yang membuat calon pembeli rumah semakin selektif dalam memilih pengembang.

Serah terima perdana Grahayana Homes, lanjut Nerisa, menjadi jawaban konkret atas kekhawatiran tersebut sekaligus bukti bahwa komitmen yang disampaikan Citanusa Group kepada konsumen sejak proses penjualan benar-benar diwujudkan hingga kunci rumah diserahkan.

 

Fenomena Perumahan Mangkrak

 

Asal tahu saja, berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karawang, sebanyak 65 dari 473 perumahan yang terdata di wilayah tersebut masuk kategori terlantar akibat ditinggalkan pengembang.

Angka ini menjadi cerminan bahwa kepastian pembangunan dan keberlanjutan sebuah kawasan hunian menjadi faktor penting yang wajib dipertimbangkan konsumen sebelum memutuskan membeli rumah. Menanggapi hal tersebut, Nerisa menegaskan bahwa sejak awal pengembangan Grahayana Homes, perusahaan selalu memastikan seluruh aspek perizinan dan legalitas proyek berjalan aman, sekaligus menjaga tata kelola manajemen proyek yang terencana, baik dari sisi konstruksi maupun pendanaan.“Kami selalu memastikan dari awal bahwa perizinan proyek aman dan lengkap. Selain itu, manajemen proyek juga kami jaga dengan baik, baik dari segi konstruksi di lapangan maupun dari sisi pendanaan, agar setiap tahapan pembangunan bisa berjalan sesuai rencana hingga rumah siap diserahkan kepada konsumen,” ujar Nerisa.

Di tengah tantangan tersebut, Karawang justru menunjukkan tren yang berlawanan dari sisi investasi. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karawang, realisasi investasi di wilayah ini mencapai Rp11,38 triliun pada triwulan I 2026, capaian yang menempatkan Karawang di posisi kedua tertinggi se-Jawa Barat.

Dari 17 sektor investasi berdasarkan klasifikasi BPS, industri pengolahan masih mendominasi dengan nilai Rp8,08 triliun, diikuti sektor informasi dan komunikasi sebesar Rp1,5 triliun, serta sektor real estat di posisi ketiga dengan realisasi Rp1,25 triliun. Meski belum menjadi sektor terbesar, posisi real estat dalam tiga besar ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian di Karawang tumbuh beriringan dengan derasnya investasi industri dan urbanisasi di kawasan tersebut.

Grahayana Homes hadir sebagai bagian dari sektor real estat yang tengah tumbuh ini. Nerisa menilai, pertumbuhan investasi di sektor properti Karawang membawa konsekuensi tanggung jawab yang besar bagi pengembang, mengingat setiap rupiah investasi di sektor ini berbanding lurus dengan ekspektasi masyarakat yang membeli hunian sebagai kebutuhan riil, bukan sekadar instrumen investasi semata.“Masuknya real estat sebagai salah satu sektor investasi terbesar di Karawang menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap pasar properti di sini masih tinggi. Tapi kepercayaan itu harus dijaga dengan bukti.. Serah terima tepat waktu ini adalah cara kami menunjukkan bahwa investasi masyarakat di sektor real estat Karawang berada di tangan yang tepat,”kata Nerisa.

Ke depan, Citanusa Group menyatakan akan melanjutkan proses serah terima untuk unit-unit pada fase berikutnya dengan standar dan komitmen waktu yang sama, sekaligus terus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri properti di Karawang.

Artikulli paraprakHadir RM Pribadi, PINTU Luncurkan Pintu VIP Private
Artikulli tjetërFeel Good Network Sambut Lengua sebagai Social-First Creative Agency

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini