Beranda Ekonomi Gus Nabil Dorong Pembangunan Ekosistem Pencak Silat Berkelanjutan

Gus Nabil Dorong Pembangunan Ekosistem Pencak Silat Berkelanjutan

35
0

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Muchamad Nabil Haroen mendorong pembangunan ekosistem pencak silat yang profesional dan berkelanjutan.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Nabil itu, pembinaan atlet, kompetisi berkualitas, standardisasi profesi, dan pengembangan industri harus berjalan dalam satu kesatuan.

Ekosistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan prestasi sekaligus menciptakan jalur karier serta prospek ekonomi yang lebih baik bagi atlet, pelatih, perguruan, dan pelaku usaha terkait.

“Industri pencak silat harus mulai dibangun dengan serius,” kata Gus Nabil seusai pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar IPSI Masa Bakti 2026–2030 di Padepokan Pencak Silat Indonesia, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026).

Gus Nabil menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda PB IPSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Sugiono.

Seluruh pengurus, kata dia, harus bekerja dalam satu visi dan menerjemahkan arah kebijakan organisasi menjadi program sesuai tugas masing-masing.

“Seluruh pengurus berada dalam satu barisan untuk menerjemahkan dan menyukseskan visi Ketua Umum PB IPSI. Amanah yang diberikan kepada masing-masing pengurus harus menjadi kekuatan kolektif untuk membawa pencak silat Indonesia semakin maju,” ujarnya.

## Pembinaan dan Kompetisi Harus Terhubung

Gus Nabil mengatakan pembinaan atlet perlu semakin memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah itu harus ditopang oleh kompetisi berkualitas dan berkelanjutan.

Kompetisi yang konsisten akan memberikan kesempatan bertanding, meningkatkan jam terbang, dan membantu atlet membangun jenjang karier.

“Kita tidak boleh puas dengan apa yang telah dicapai. Pembinaan atlet harus semakin berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetisi harus semakin berkualitas,” katanya.

Menurut Gus Nabil, pembangunan sistem pemeringkatan atlet juga diperlukan untuk menghubungkan pembinaan dengan kompetisi.

Sistem tersebut diharapkan menjadi dasar seleksi dan evaluasi prestasi yang objektif, terbuka, dan terukur dari tingkat daerah hingga nasional.

Di sisi lain, standardisasi serta sertifikasi profesi dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan pengakuan yang jelas kepada pelatih, wasit-juri, dan tenaga profesional dalam ekosistem pencak silat.

“Profesionalisme pelatih dan wasit-juri harus diperkuat,” ujarnya.

## Menciptakan Nilai Ekonomi

Menurut Gus Nabil, industri pencak silat tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan. Ekosistemnya dapat melibatkan perguruan, promotor, media, sponsor, produsen perlengkapan olahraga, industri kreatif, dan usaha mikro.

Pengembangan industri diharapkan membuat pencak silat semakin mandiri dan membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa kehilangan orientasi pembinaan prestasi.

Namun, Gus Nabil mengingatkan modernisasi dan industrialisasi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai luhur pencak silat.

Pencak silat tidak hanya diwariskan sebagai teknik bela diri, tetapi juga merupakan jalan pembentukan manusia yang mengajarkan keberanian, kedisiplinan, pengendalian diri, akhlak, dan persaudaraan.

“Di dalam pencak silat ada keberanian tanpa kesombongan, kekuatan yang dikendalikan oleh akhlak, serta persaudaraan yang melampaui perbedaan perguruan dan daerah,” katanya.

## Potensi Tiga Juta Kader

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil menyatakan siap mengoptimalkan potensi sekitar tiga juta kader di seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program PB IPSI.

Jaringan tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pembinaan atlet, peningkatan kompetensi pelatih, pendidikan karakter generasi muda, penguatan organisasi, dan pengembangan pencak silat di berbagai daerah.

“Pagar Nusa dengan sekitar tiga juta kader siap mengambil bagian dan bergotong royong menyukseskan agenda PB IPSI,” ujar Gus Nabil.

Dia memastikan dukungan tersebut bukan untuk membawa kepentingan satu perguruan. Pagar Nusa akan bekerja bersama seluruh unsur pencak silat di bawah naungan IPSI.

“Ini bukan agenda satu perguruan, melainkan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar pencak silat untuk membawa Indonesia semakin berprestasi dan disegani dunia,” katanya.

## Tradisi dan Target Olimpiade

Dalam acara pelantikan, Gus Nabil tampil dengan gaya khasnya mengenakan blangkon dan sarung batik.

Penampilan itu mencerminkan kedekatannya dengan tradisi Nusantara yang menjadi akar pencak silat Indonesia.

Ketua Umum PB IPSI Sugiono menargetkan pencak silat dapat menembus panggung Olimpiade dan menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda melalui pendidikan formal.

“Pencak silat bukan sekadar warisan budaya, melainkan identitas dan instrumen diplomasi bangsa,” kata Sugiono.

Gus Nabil menilai target menuju Olimpiade membutuhkan pembinaan yang kuat, kompetisi berkualitas, sumber daya manusia profesional, ekosistem industri, dan diplomasi internasional yang konsisten.

“Ini bukan pekerjaan satu ketua umum, satu kepengurusan, atau satu periode. Ini adalah kerja panjang seluruh insan pencak silat Indonesia,” ujarnya.

Gus Nabil menegaskan jabatan sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI merupakan sarana untuk bekerja dan menyukseskan visi kepengurusan.

“Jabatan hanyalah alat untuk bekerja. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dapat kita wariskan setelah masa pengabdian ini selesai,” katanya.

Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar IPSI Masa Bakti 2026–2030 dilakukan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Acara itu turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, perwakilan Komite Olimpiade Indonesia, pimpinan perguruan historis IPSI, serta pengurus provinsi IPSI dari 38 provinsi.

Artikulli paraprakSejumlah Tokoh Dunia Bahas Dampak Teknologi AI
Artikulli tjetërPerkuat Budaya Zakat, BAZNAS RI Dorong Literasi Filantropi Modern pada Generasi Muda

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini