Beranda Kesehatan Tekonologi Modern RS Premier Bintaro Permudah Penanganan Batu Saluran Kemih

Tekonologi Modern RS Premier Bintaro Permudah Penanganan Batu Saluran Kemih

37
0

 

NERACAONLINE – Batu saluran kemih masih menjadi salah satu penyakit urologi yang paling sering dijumpai dan angka kejadiannya terus meningkat di berbagai negara. Selain menimbulkan nyeri hebat, penyakit ini juga memiliki risiko kekambuhan yang cukup tinggi apabila penyebabnya tidak ditangani secara menyeluruh. Karena itu, perkembangan teknologi kedokteran kini tidak hanya berfokus pada menghilangkan batu, tetapi juga mencegah pembentukannya kembali.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, FICS, Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dalam Media Gathering bertajuk “Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih” yang diselenggarakan RS Premier Bintaro di Jakarta.

Menurut dr. Teguh, batu saluran kemih merupakan kondisi ketika terbentuk endapan mineral di ginjal maupun saluran kemih akibat gangguan metabolisme, kurangnya asupan cairan, pola makan tertentu, infeksi, hingga faktor genetik. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada laki-laki dibanding perempuan, terutama pada usia produktif 40–50 tahun. Risiko juga meningkat pada individu dengan obesitas, gaya hidup sedentari, serta mereka yang tinggal di daerah beriklim panas.

“Banyak masyarakat menganggap batu saluran kemih hanya menyebabkan nyeri. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, batu dapat menyebabkan sumbatan saluran kemih, infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, bahkan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan yang tepat sangat penting,” jelas dr. Teguh.

Nyeri Pinggang Hebat Bukan Satu-satunya Gejala

Gejala batu saluran kemih yang paling khas adalah nyeri hebat pada pinggang yang datang tiba-tiba dan dapat menjalar ke perut bagian bawah, selangkangan, hingga alat kelamin. Intensitas nyerinya bahkan sering disamakan dengan nyeri persalinan. Selain itu, penderita dapat mengalami mual, muntah, darah dalam urine, nyeri saat berkemih, hingga demam apabila sudah terjadi infeksi. Tidak jarang pula batu ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan kesehatan karena pada beberapa kasus tidak menimbulkan keluhan.

Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan diawali dengan ultrasonografi (USG) sebagai modalitas pertama karena aman, praktis, dan tidak menggunakan radiasi. Bila diperlukan, pemeriksaan dilanjutkan dengan CT Scan tanpa kontras (Non-Contrast CT Scan/NCCT) yang saat ini menjadi standar emas untuk menentukan ukuran, lokasi, serta karakteristik batu sehingga membantu dokter memilih terapi yang paling tepat.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Pasien

Perkembangan teknologi urologi memungkinkan penanganan batu saluran kemih dilakukan secara lebih efektif dan minim invasif. Tidak semua pasien harus menjalani operasi terbuka. Pada batu berukuran kecil, terapi dapat berupa pengobatan untuk membantu batu keluar secara alami. Namun bila batu menyebabkan sumbatan, infeksi, nyeri berulang, berukuran besar, atau berisiko merusak ginjal, tindakan aktif perlu segera dilakukan.

RS Premier Bintaro menyediakan berbagai pilihan terapi sesuai ukuran, lokasi, dan kondisi pasien, di antaranya:

  • Shock Wave Lithotripsy (SWL/ESWL), yaitu memecahkan batu menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa sayatan.
  • Ureteroscopy (URS) dan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), prosedur endoskopi menggunakan alat yang dimasukkan melalui saluran kemih sehingga batu dapat dihancurkan menggunakan laser tanpa membuat sayatan pada kulit.
  • Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) dan Mini-PCNL, yang digunakan untuk batu ginjal berukuran besar atau kompleks melalui sayatan yang sangat kecil pada kulit.

Menurut dr. Teguh, perkembangan terbaru di bidang endourologi juga menghadirkan penggunaan Thulium Fibre Laser, teknologi laser generasi baru yang memberikan hasil penghancuran batu yang efektif dengan waktu tindakan yang lebih singkat. Selain itu, penggunaan sistem suction modern membantu menjaga tekanan di dalam ginjal selama tindakan sehingga dapat menurunkan risiko infeksi dan mempercepat pemulihan pasien.

Pencegahan Kekambuhan Sama Pentingnya dengan Pengobatan

Salah satu tantangan terbesar pada batu saluran kemih adalah tingginya angka kekambuhan. Karena itu, setelah batu berhasil ditangani, pasien tetap perlu menjalani evaluasi penyebab terbentuknya batu serta melakukan perubahan gaya hidup.

“Pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan. Kami juga melakukan evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu sehingga kekambuhan dapat dicegah. Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali,” ujar dr. Teguh.

Melalui layanan Urologi yang didukung teknologi modern dan tim dokter berpengalaman, RS Premier Bintaro berkomitmen memberikan penanganan batu saluran kemih secara komprehensif, mulai dari diagnosis yang akurat, terapi yang sesuai dengan kondisi pasien, hingga program pencegahan kekambuhan agar kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga.

Artikulli paraprakASUS Hadirkan ExpertBook P5 G2 (AMD), Andalan Profesional di Era Kerja Hybrid
Artikulli tjetërKejar Peningkatan Produksi, BPDP Bersama Ditjenbun dan PT SIB Latih Pekebun Sawit Bengkalis Riau

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini