Beranda Industri Sambut Era Agentic, Google Cloud Dorong Percepat AI Ke Produksi Skala Besar

Sambut Era Agentic, Google Cloud Dorong Percepat AI Ke Produksi Skala Besar

28
0

Tren meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor, mendorong permintaan data Cloud yang meningkat. Berangkat dari hal tersebut, Google Cloud menegaskan kapabilitas uniknya dalam membantu organisasi menjalankan beban kerja AI yang kompleks dalam lingkup Indonesia, dengan tetap memastikan keamanan yang kuat, cost predictability, dan tata kelola yang baik.“Di era agentic AI, salah satu tolak ukur penting bagi kapabilitas engineering adalah kemampuan untuk menghadirkan solusi dalam skala Indonesia yang sesungguhnya,” ujar Karim Siregar, Country Director Google Cloud yang baru ditunjuk di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, dengan jutaan pengguna yang mengutamakan perangkat mobile dan tersebar dari pusat metropolitan hingga kota tier-2 dan tier-3, Indonesia menjadi pasar yang benar-benar menguji kemampuan dalam menangani volume dan kompleksitas.

Google Cloud menawarkan AI stack terpadu dan platform Gemini Enterprise yang powerful untuk menghilangkan beban integrasi dari sistem yang terfragmentasi, sehingga membantu perusahaan-perusahaan terbesar di Indonesia memodernisasi infrastruktur lama mereka secara lebih mulus, mengelola tokenomics dengan lebih terukur, serta mengukur autonomous agents secara aman dari tahap eksperimen ke produksi dengan ROI yang nyata.

Ditambahkan Karim, peluangnya kini bukan lagi sekadar bereksperimen dengan teknologi baru. Peluang sesungguhnya adalah menggunakan AI untuk menyelesaikan masalah nyata, di dalam organisasi nyata, dan dalam skala yang nyata. “Keberhasilan di era AI bukan tentang menggunakan AI ‘di suatu tempat,’ melainkan tentang mengintegrasikannya secara langsung ke dalam alur kerja dengan hasil bisnis yang jelas,”katanya.

Kemudian untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia memanfaatkan inovasi AI full-stack secara optimal dan mempercepat transformasi bisnis berbasis agentic AI, Google Cloud memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia. Melalui investasi ini, Google Cloud menempatkan para spesialis AI secara langsung di lingkungan kerja pelanggan sebagai perpanjangan dari tim engineering internal mereka.

Dengan dukungan langsung dari tim produk dan riset Google, pelanggan dapat memperoleh dukungan yang membantu mengurangi risiko dalam penerapan AI, mempercepat implementasi solusi ke lingkungan produksi, serta memaksimalkan nilai dari investasi AI mereka. Perluasan ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia akan dukungan teknis yang lebih mendalam untuk mempercepat realisasi manfaat dari investasi AI mereka.

Dengan menghadirkan keahlian teknis Google secara langsung kepada pelanggan, program ini membantu mengatasi berbagai tantangan dalam mengintegrasikan AI generatif ke proses bisnis inti—mulai dari menghadirkan agen layanan pelanggan yang cerdas, mengotomatisasi analisis data yang kompleks, hingga meningkatkan efisiensi operasional rantai pasok.

 

Diadopsi Korporasi

Di sektor media dan teknologi, Emtek Group terus mendorong visi “Studio of the Future” dengan memanfaatkan generative AI untuk mendukung para profesional media dalam proses produksi konten. Inisiatif ini dibangun di atas VidioGen, platform produksi berbasis AI yang dikembangkan oleh tim teknologi Vidio, yang berhasil mengurangi waktu dan biaya redevelopment untuk serial New Keluarga Somat sebesar 30%, sambil tetap menjaga storytelling yang diarahkan oleh manusia. Kini, Emtek memperluas pemanfaatan AI di seluruh organisasi, mulai dari no-code agents untuk karyawan, Gemini Enterprise agents, hingga AI Center of Excellence.

Di sektor telekomunikasi, Indosat menunjukkan bagaimana AI dapat mendukung pengalaman pelanggan, pengambilan keputusan terkait infrastruktur, serta ambisi digital nasional melalui pembangunan sovereign AI Grid. Dalam periode 90 hari, Indosat berhasil menurunkan user churn (pelanggan yang berhenti menggunakan layanan) sebesar 50%, meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) lebih dari 6%, serta mengidentifikasi potensi penghematan sekitar US$86,5 juta dari keputusan kapasitas jaringan berbasis AI.

Di sektor jasa keuangan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bermitra dengan Google Cloud dan Artefact untuk meluncurkan enterprise AI agents yang dirancang khusus oleh AI Center of Excellence (CoE) internal bank. Solusi ini mencakup Relationship Manager AI Agent, yang dirancang untuk merangkum sentimen pasar harian dan tren keuangan agar wealth advisors dapat memberikan panduan yang lebih sesuai dengan tahapan hidup nasabah, serta Contact Center AI Agent, yang mendampingi tim layanan saat panggilan berlangsung untuk menampilkan detail prosedur dan spesifikasi produk secara real time. Untuk memenuhi regulasi residensi data lokal, seluruh infrastruktur knowledge management pendukung CIMB Niaga di-host di region Jakarta Google Cloud.

Artikulli paraprakLaba Bersih BTN Tumbuh 40,8% dan NPL Turun 2,99%
Artikulli tjetërBAZNAS Hadirkan Balai Ternak Kambing Perah di Wonogiri, Perkuat Ekonomi Peternak Mustahik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini