Beranda Ekonomi Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Pengembangan Teknologi VLEO dan Direct-to-Device di Indonesia

Telkomsat dan UNIVITY Jajaki Pengembangan Teknologi VLEO dan Direct-to-Device di Indonesia

22
0

Paris dan Jakarta, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), operator satelit nasional Indonesia yang merupakan bagian dari TelkomGroup, menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan UNIVITY, perusahaan penyedia infrastruktur konektivitas berbasis antariksa bagi operator telekomunikasi.

Kerja sama ini menjadi langkah awal bagi Telkomsat dan UNIVITY untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi serta pengembangan solusi konektivitas berbasis satelit guna mendukung kebutuhan telekomunikasi di Indonesia.

Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan akan mengkaji berbagai potensi pemanfaatan konektivitas satelit, termasuk arsitektur Very Low Earth Orbit (VLEO) serta layanan Direct-to-Device pada masa mendatang. Kolaborasi akan diarahkan pada pemanfaatan kapabilitas dan keunggulan jaringan berbasis antariksa yang dimiliki kedua perusahaan secara saling melengkapi.

MoU ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menjajaki penguatan kapabilitas konektivitas satelit yang berdaulat bagi Indonesia. Salah satu aspek yang akan dikaji adalah pemanfaatan infrastruktur stasiun bumi yang berlokasi di dalam negeri dan terintegrasi dengan konstelasi VLEO pada masa mendatang.

Telkomsat dan UNIVITY juga akan mengevaluasi potensi pengembangan arsitektur hybrid multi-orbit dengan mengintegrasikan keandalan jaringan satelit geostasioner Telkomsat dan sistem VLEO yang dikembangkan UNIVITY. Integrasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan solusi konektivitas yang aman, tangguh, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan nasional, termasuk untuk mendukung prioritas sektor publik serta aplikasi keamanan nasional.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro K. Widiawan, mengungkapkan, “Konektivitas satelit terus memainkan peran penting dalam mendukung ekosistem digital Indonesia, khususnya di wilayah terpencil dan tersebar secara geografis. Melalui MoU bersama UNIVITY ini, kami berharap dapat mengeksplorasi bagaimana arsitektur satelit yang berkembang dan kapabilitas jaringan nonterestrial pada masa mendatang dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang di seluruh Indonesia.”

Sebagai operator satelit nasional, Telkomsat memiliki kapabilitas dalam mengintegrasikan layanan komunikasi satelit dan terestrial melalui dukungan aset satelit, infrastruktur stasiun bumi, kemampuan operasional, serta pemahaman terhadap regulasi nasional.

Founder dan CEO UNIVITY, Charles Delfieux, menambahkan, “Indonesia merupakan salah satu pasar konektivitas paling dinamis di dunia, dengan peluang bagi konvergensi jaringan terestrial dan jaringan berbasis antariksa. Melalui MoU bersama Telkomsat ini, kami berharap dapat menjajaki bagaimana solusi konektivitas satelit masa depan dapat melengkapi infrastruktur yang telah tersedia serta mendukung berbagai penerapan baru seiring waktu.”

UNIVITY saat ini tengah mengembangkan infrastruktur antariksa bersama yang bersifat netral dan dirancang untuk menempatkan operator telekomunikasi sebagai bagian utama dalam rantai nilai layanan konektivitas.

Melalui pengembangan konstelasi Very Low Earth Orbit yang memanfaatkan spektrum 5G milik operator telekomunikasi, UNIVITY mengembangkan konektivitas berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah sebagai pelengkap jaringan terestrial.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan konektivitas hybrid multi-orbit sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi satelit masa depan untuk mendukung transformasi digital dan kedaulatan konektivitas Indonesia.

Artikulli paraprakEmpat Kesalahan Trader Pemula yang Harus Dihindari
Artikulli tjetërLaporan AMS 2025–2026, AFTECH Petakan Lima Transisi Fintech Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini