Beranda UMKM Gado-Gado Membawa Berkah Buat Keluarga

Gado-Gado Membawa Berkah Buat Keluarga

11
0

Layaknya seperti koki, Saefudin (37) dengan menggunakan celemek yang tak pernah lepas dari badannya dengan diiringi musik menemaninya bergadang selalu sibuk melayani konsumen yang memesan gado-gado, kredok atau ketoprak silih berganti datang ke warungnya. Gado-Gado Teh Nur, nama usahanya yang diambil dari nama sang istri asli Kuningan Jawa Barat.

Kebanyakan pelanggan ramai di jam makan siang baik itu makan di tempat atau dibungkus bawa pulang. Kelihaiannya mengulek gado-gado sudah paham betul permintaan pelanggan setianya, ada yang minta pedes, tidak pakai pare ataupun isi lainnya. Gado gado atau salad khas Indonesia yang merupakan makanan nusantara yang cukup populer karena memiliki ciri khas yang berbeda antara Gado-gado Betawi, Surabaya dan Padang.

Ya, gado-gado adalah hidangan yang mudah dijumpai dengan bumbu yang sama namun beda nama. Namun gado-gado bikinan Saefudin punya ciri khas tersendiri dengan lebih ke lalapan ciri khas makanan sunda. Maklum saja, bapak dua anak ini merupakan asli Bandung.

Keahliannya usaha gado-gado belajar dari saudara dan sudah dilakoni usaha ini di tahun 2012. Dari modal awal kala itu Rp3 jutaan, usahanya terus berkembang karena selalu menjaga cita rasa, kebersihan dan harga yang terjangkau.”Orang yang datang ke sini kebanyakan warga sekitar dan juga paling jauh dari Pondok Petir,”ujarnya kepada Neraca.

Usaha yang dibuka dari jam 10 pagi sampai 3 sore, tak pernah sepi dan bisa mengantongi omset Rp2 juta perharinya. Di bantu istri, usaha gado-gado miliknya masih bisa handle apabila pelanggan ramai. Menempati warung sederhana, Gado-Gado Teh Nur juga mudah ditemui diaplikasi Gofood. Tak hanya itu, Saefudin yang merupakan lulusa SMK ini juga memanfaatkan media sosial lainnya, seperti TikTok untuk memasarkan Gado-gado usahanya.”Kita juga ada live tiktok sebagai media iklan dan ada pula yang beli,”tuturnya.

Selain itu, strategi bisnisnya adalah harga yang terjangkau dibandrol dari harga Rp15 per bungkus hingga Rp23 ribu. Selain itu sikap ramah terhadap pelanggan menjadi penting. Sela (34), konsumen gado-gado Teh Nur mengaku ketagihan jajan gado-gado di sini,”Harga standar, pelayanan ramah dan ini terenak se Ciputat raya. Makanya saya selalu rekomendasikan saudara untuk coba gado-gado di sini “ujarnya.

Di balik ramainya pembeli dan majunya usaha gado-gado milik Saefudin, ada peran PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang selalu mensuport pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seperti dirinya. Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), salah satunyanya yang dirasakan manfaatnya.

Kata Saefudin, usaha miliknya sudah tiga kali disuport KUR BRI, pertama sebesar Rp7 juta, kedua Rp20 juta dan ketiga Rp25 juta. Berkat dukungan KUR BRI, usaha masih terus berkembang dan dari usahanya tersebut mampu meningkatkan ekonomi keluarga,”Alhmadulilah dari usaha gado-gado, bisa kebeli rumah di kampung, punya kendaraan dan yang pasti bisa mencukupi keluarga,”tadasnya.

 

Peran Penting KUR

 

Kisah sederhana Saeufudin menjadi gambaran, pentingnya peran KUR bagi pedagang kecil atau UMKM untuk maju dan berkembang dalam urusan permodalan. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia melalui kontribusinya dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat peran tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terus menghadirkan kemudahan berusaha, memperluas akses pembiayaan, termasuk melalui penyaluran KUR, serta mendorong transformasi digital agar UMKM semakin berdaya saing dan mampu naik kelas.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah terus berupaya memberikan program pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan “UMKM ini mendapatkan KUR yang besarnya hampir Rp 300 triliun dan capaiannya sudah mencapai 50,83%,” ujarnya.

Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur, atau sebesar 50,83% dari target plafon penyaluran KUR pada 2026. Capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Airlangga juga menegaskan, pemerintah terus memperluas instrumen pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Selain KUR, pemerintah juga menyediakan pembiayaan ekspor melalui lembaga pembiayaan ekspor, kredit industri bagi sektor padat karya dan padat modal, termasuk sektor tekstil, produk tekstil, furnitur, kayu, dan sektor strategis lainnya.

Artikulli paraprakJLL Ungkap 82% Perusahaan Tiongkok di Luar Negeri Hadapi Tantangan Pemilihan Lokasi
Artikulli tjetërAncaman Tergerus Mobile Banking, Semangat Azizah Menjaga Denyut Nadi Ekonomi Keluarga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini