Beranda UMKM Ada Mimpi dan Asa Dibalik Kepulan Asap Sate Padang Uni Efnida

Ada Mimpi dan Asa Dibalik Kepulan Asap Sate Padang Uni Efnida

18
0

Siang menjelang sore, Efnida Yeny (42) bersama sang suami, mulai sibuk menyusun dagangan sate padang di gerobak depan rumahnya. Meski tidak jualan keliling, persiapan selalu rutin dilakukan agar pelanggan yang sengaja makan di tempat nyaman. Bila sang suami sibuk memasukkan potongan kecil daging sapi ke tusuk sate, dirinya menyiapkan bumbu gulai sate dan masak ketupat. Ketika semua sudah siap, bara batok kelapa siap dibakar sebagai alat membakar sate. Dipilihnya batok kelapa ketimbang arang kayu bakar, kata Efnida atau dikenal uni panggilan akrabnya karena lebih mudah pembakaran dan bersih.

Usaha sate padang yang sudah digeluti sejak tahun 2016, sebenarnya bukan usaha pertama kalinya. Dimana usaha pertamanya adalah berdagang buah tetapi gagal dan pada akhirnya memilih dagang sate Padang. Keahliannya memasak sate Padang sendiri didapat dari sang kakek. Berawal dari dagang dari gerobak, kini usaha satenya lebih memilih di depan kontrakan rumahnya. Dimana rumah kecil disulap menjadi mini restoran sate Padang pada malam hari.

Ibu tujuh anak ini bercerita, usaha sate yang digelutinya ini menjadi penopang ekonomi keluarga. Oleh karena itu, di setiap kepulan asap pembakaran sate ada mimpinya untuk membawa kehidupan lebih baik buat keluarga.”Berkat usaha sate, saya bisa sekolahkan anak hingga perguruan tinggi dan membeli rumah di Jonggol, meski saat ini tempat usaha masih ngontrak,”kata Uni kepada Neraca.

Selain itu, dampak ekonomi dari usahanya tersebut mampu membuka cabang di Cirendue dan Sasak Tinggi yang saat ini dipegang sang anak. Uni yang merupakan lulusan sarjana pendidikan di salah satu universitas swasta di Padang ini tak merasa gengsi berdagang sate kendati dirinya sempat mencoba peruntungan mendaftar CPNS guru selalu gagal.”Mungkin tuhan punya rencana lain, sehingga saya diberikan jalannya menjadi pengusaha sate Padang,”ujarnya dengan tawa.

Geliat usaha satenya mampu mengantongi omset sebulan Rp10 juta dan bahkan lebih. Pasalnya, larisnya penjualan mampu mengambil rumah baru dan aset kendaraan hingga menyisihkan untuk bisa menabung.

Sikap ramah dan harga jual yang terjangkau serta citra rasa yang dijaga menjadi strategi bisnis hingga membawa usaha satenya tak pernah sepi pengunjung. Bahkan pernah mendapatkan order atau pesanan dalam jumlah besar untuk pesta pernikahan.”Saya tidak buka untuk katering, namun kalau ada pasar dan pembeli kenapa gak diambil,”tuturnya.

Dirinya bercerita, pernah mendapatkan pesan katering 150 tusuk sate hanya sebatas lewat whatsapp tanpa pernah ketemu muka dan kenal dengan orangnya.”Gak pernah kenal muka, cuma ada pesen masuk minta order 150 tusuk sate, lalu transfer. Ini bukti kepercayaan konsumen yang harus dijaga,”tandasnya.

Diakuinya, usaha sate ini bisa menyasar pelanggan hingga ke Bekasi dan Tangerang hanya sebatas iklan dari mulut ke mulut kendati usaha juga memakai platform Gofood.

Shinta (38), salah satu pelangganya menuturkan, sate Padang uni bumbunya terasa dan tekstur dagingnya lembut,”Bumbu gulai yang dibakar menyerap kedalam daging, sehingga empuk saat dikunyah dan bikin nagih,”ujarnya.

Dirinya selalu menyempatkan mampir untuk membeli saat pulang kerja dengan harga yang terjangkau. Selain itu, pembayaran juga bisa dilakukan dengan QRIS sehingga makin mudah tanpa ribet kembalian uang receh.

 

Perkuat Permodalan

Geliat usaha sate, menuntut uni Efnida untuk perkuat modal guna menunjang operasional dagangannya. Apalagi, uni sempat memiliki empat cabang yang pasti butuh modal besar. Asa itu kembali terjaga karena ditopang dukungan pinjaman modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar Rp30 juta ketimbang harus berurusan pinjaman rentenir.”Dukungan BRI untuk usaha mikro kecil dan menengah seperti dirinya sangat berarti kendati baru sekali pinjaman,”katanya.

Perkenalan dirinya dengan KUR BRI, disampaikan uni sebenarnya sebatas ingin tahu saja lantaran kabar saudaranya yang dagang ditopang permodalan oleh BRI. “Dari awal hanya sekedar tanya-tanya, malah diapprove pinjaman dari BRI dengan proses cepat. Hari ini masuk berkas, sorenya dana langsung cair,”tuturnya.

Menurutnya, peran BRI memberikan harapan pelaku UMKM dirinya untuk maju tidak hanya sebatas pinjaman modal tetapi juga pendampingan. Apalagi kedepan, dirinya memiliki target membuka cabang baru di Jakarta Pusat yang sudah tentu berpeluang membuka pinjaman baru ke BRI.

Corporate Secretary BRI, Dhanny pernah bilang, komitmen BRI untuk terus mendampingi pelaku UMKM, termasuk di sektor kuliner.“Lewat pembinaan berkelanjutan dan program pemberdayaan yang terintegrasi, BRI percaya UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang, menghadirkan inovasi produk, sekaligus memperkenalkan kuliner Nusantara hingga ke mancanegara,” ujarnya.

Disampaikannya, BRI membuka peluang luas bagi UMKM untuk tumbuh, berdaya saing, dan menjadi bagian dari kebanggaan Indonesia di kancah dunia. BRI melaporkan, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 84,36 triliun hingga Mei 2026, atau setara 46,87% dari total alokasi 2026 yang sebesar Rp 180 triliun.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan, mayoritas penyalurannya diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.”Dengan porsi mencapai 67,18% dari total KUR yang telah disalurkan,” kata Akhmad.

Dia menyampaikan, penyaluran KUR memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha di berbagai daerah.“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” ujar Akhmad.

Disampaikannya, melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

 

Artikulli paraprakDari Gerobak Bakso Braling, Ada Harapan Sederhana Stabilitas Usaha Tetap Terjaga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini