Beranda Properti Menaruh Asa UMKM Kredit Perumahan Bawa Usaha Lebih Maju

Menaruh Asa UMKM Kredit Perumahan Bawa Usaha Lebih Maju

8
0

Di balik padatnya kawasan Tambora Jakarta Barat, ada momentum yang selalu diingat para ratusan penerima manfaat Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) lantaran kehadirannya di acara kolaborasi Program KUR Perumahan DKI Jakarta yang berlangsung di Lapangan Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat menjadi saksi bahwa mereka pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merasakan dampak kemudahan akses pembiayaan perumahan untuk menunjang usahanya.

Wahid Hasyim (40), pemilik warung makanan di Kali Deres Jakarta Barat ini mengatakan, KUR Perumahan yang didapatkannya dari BRI sangat membantu pengembangan usahanya dalam hal ini merenovasi warungnya. Tak hanya itu, selain bunganya yang 0,5% dan bebas jaminan adalah prosesnya yang cepat, “Saya dapat pinjaman Rp50 juta, tiga hari langsung cair tanpa ada biaya-biaya lainnya, “katanya kepada Neraca.

Sambil menunjukkan kertas dokumen pinjaman BRI, dirinya mencoba menyakinkan bahwa pinjaman KUR Perumahan sangat bebas biaya dan hal ini sangat membantu dirinya pelaku UMKM kecil yang bergantung dari hasil dagangannya. Rencananya, pinjaman KUR Perumahan tersebut akan digunakan untuk renovasi rumah yang juga jadi tempat usaha agar lebih besar dan usaha lebih maju lagi.

Hal senada juga disampaikan Rosia (53), pedagang sayuran di Cengkareng ini, KUR Perumahan dari BRI prosesnya cepat, tidak ribet dan tak ada pungli atau biaya tambahan, “Kridit KUR Perumahan sangat terjangkau bulannya bagi saya pedagang sayuran,”tuturnya.

Tak jauh berbeda pengalaman juga dirasakan Iin, pedagang buah di Pasar Kosambi, Jakarta Barat mengungkapkan, dirinya mendapatkan pinjaman KUR BRI untuk mengembangkan usahanya. Selama lebih dari tiga dekade menjalankan usaha, dia akhirnya memperoleh plafon pembiayaan hingga Rp250 juta dari BRI dengan sebulan bayar cicilan Rp4 juta. “BRI baik pak, tidak berbelit, dan cepat cair. Tidak ada biaya-biaya lain,”tegasnya.

Apa yang dirasakan Wahid, Rosia dan Lin, merupakan asa pelaku UMKM akan pentingnya kehadiran pemerintah berupa KUR Perumahan untuk menunjang usahanya berdagang menjadi lebih maju. Sebagian besar para penerima manfaat menyampaikan bahwa program KUR Perumahan memberikan kemudahan akses pembiayaan yang mendukung kebutuhan usaha sekaligus peningkatan kualitas hunian mereka.

Sementara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait yang hadir di kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan menyampaikan, program KUR Perumahan mendapatkan respon positif dari pelaku UMKM karena bunga rendah dan bebas jaminan pinjaman di bawah Rp100 juta dan hal ini akan meningkatkan mereka naik kelas.

Oleh karena itu, dirinya meminta pelaku UMKM tidak lagi perlu bergantung pada pinjaman tidak resmi yang kerap membebani usaha mereka.”Selamat kepada para pelaku UMKM. Bunga KUR Perumahan hanya 0,5%. Tidak perlu lagi meminjam dari renternir. Negara hadir melalui perbankan dengan proses yang lebih cepat, didampingi, dan dibimbing agar usaha semakin berkembang,” ujarnya.

Menteri Ara menyampaikan apresiasi kepada BRI atas komitmen dan kerja kerasnya dalam mendukung pelaksanaan program KUR Perumahan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disampaikannya, keberhasilan program KUR Perumahan menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki komitmen yang baik dalam memenuhi kewajiban pembiayaannya.”Program ini sangat bisa diterima oleh masyarakat dan rakyat kita. UMKM kita sangat rajin membayar kewajibannya, apalagi tingkat Non Performing Loan (NPL) berada di bawah dua persen. Ini adalah contoh nyata bahwa program ini benar-benar menyentuh rakyat,” ujar Menteri Ara.

Bagi Maruarar, pembiayaan bukan sekadar pinjaman modal. Kredit menjadi jembatan agar usaha mikro mampu naik kelas menjadi usaha yang lebih besar.”UMKM harus naik kelas, supaya ada perubahan. UMKM kita tertib membayar cicilan kepada BRI, kredit macetnya tak sampai 2%,” katanya.

Dirinya juga menegaskan, pentingnya kecepatan dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat agar program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh rakyat.”Kita harus memastikan seluruh program pemerintah benar-benar memudahkan rakyat. Jangan sampai aturan yang dibuat justru menyulitkan masyarakat untuk memperoleh manfaat. Dengan regulasi yang baik dan solusi yang tepat, rakyat akan lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan dan hunian yang layak,” ujarnya.

Berdasarkan data Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank penyalur, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan secara nasional hingga 11 Juni 2026 telah mencapai Rp9,76 triliun. Sementara itu, khusus wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya, realisasi penyaluran telah mencapai Rp340 miliar dengan jumlah penerima manfaat atau debitur sebanyak 867 orang.

 

Disiplin dan Tertib

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, jangan anggap remeh UMKM karena mereka tertib bayar bunga dan ini menjadi contoh UMKM Indonesia memiliki fondasi kuat,”Mereka rajin bayar bunga dan mampu bayar cicilannya sehingga NPLnya rendah di bawah 2%,”tuturnya.

Disampaikannya, perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat perkotaan semakin nyata melalui berbagai program yang dijalankan Kementerian PKP.”Hari yang membahagiakan bagi kita semua datang kembali ke Tambora. Tambora, Jakarta Barat, termasuk wilayah yang masih memiliki rumah tidak layak huni sekitar 824 unit. Adanya alokasi 1.350 unit bedah rumah dari Kementerian PKP untuk Jakarta Barat menunjukkan bahwa Presiden Prabowo peduli terhadap masyarakat yang ada di perkotaan,” ujar Tito Karnavian.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan dukungannya terhadap program KUR Perumahan yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.”Selain ada program bedah rumah, KUR Perumahan juga memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rakyat. Program ini sangat bermanfaat dan kami mendukungnya melalui penyediaan data statistik yang akurat untuk rakyat,” ujar Amalia.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto mengatakan bahwa BRI terus mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, program pembiayaan perumahan rakyat memerlukan kolaborasi lintas lembaga agar akses pembiayaan dapat semakin luas dan tepat sasaran.

BRI, sebut Aris, terus meningkatkan target penyaluran pembiayaan dalam setiap pelaksanaan kegiatan kolaborasi. Dirinya mencontohkan, pada kegiatan serupa yang digelar di Yogyakarta satu pekan sebelumnya, realisasi pembiayaan BRI mencapai Rp 320 miliar.

Sementara itu, dalam kegiatan di Tambora, BRI mencatat booking pembiayaan sebesar Rp 340 miliar.“Hanya dalam satu minggu, kami sudah bisa membukukan Rp 340 miliar untuk 863 debitur,” kata Aris kepada awak media.

Aris menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan perumahan masih tinggi. Capaian ini menggembirakan karena program dapat menjangkau lebih banyak debitur.“Sekali lagi, terima kasih atas semua pihak yang terus mendorong agar Program 3 Juta Rumah ini bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Aris juga menyampaikan bahwa BRI mendapatkan tambahan kuota KUR perumahan dari pemerintah menjadi Rp 12 triliun hingga akhir Desember 2026. Hingga pekan lalu, realisasi penyaluran KUR perumahan BRI tercatat mencapai Rp 9,7 triliun. Dengan capaian tersebut, BRI optimistis target pembiayaan yang diberikan pemerintah dapat terserap dengan baik.“Pembiayaan perumahan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh hunian layak, tetapi juga menggerakkan ekosistem ekonomi di sekitar sektor perumahan,” kata Aris.

Artikulli paraprakTampil Perdana di Jakarta Fair, Haier Hadirkan Inovasi Global dan Pengalaman Interaktif
Artikulli tjetërKERUSUHAN AGUSTUS 2025 DAN TEORI SOSIAL BARU YANG MENJELASKANNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini