Beranda Market Dorong Literasi Keuangan Gen Z, IPOT Bidik Komunitas eSport Mobile Legends

Dorong Literasi Keuangan Gen Z, IPOT Bidik Komunitas eSport Mobile Legends

29
0

Ramaikan turnamen eSport Mobile Legends yang digelar Polda Jawa Tengah (Jateng), PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menggelar program literasi keuangan bertajuk “Generasi Jateng Cerdas Rupiah” yang menyasar komunitas eSports dan generasi muda. Inisiatif ini memanfaatkan momentum festival gen-z ini untuk edukasi finansial yang mengubah cara pandang komunitas digital terhadap masa depan keuangan mereka.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The dalam siaran persnya di Surakarta, kemarin menyoroti adanya irisan besar antara komunitas eSports Mobile Legends dan investor muda (Gen Z & Milenial) yang kini menjadi tulang punggung pasar modal nasional. Namun, di balik lonjakan masif tersebut, terdapat anomali kritis berupa fenomena FOMO (Fear of Missing Out).

Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan ketimpangan tajam. Meski inklusi keuangan anak muda (18–25 tahun) melesat hingga 89,96%, literasi finansial mereka baru menyentuh 73,22%. Kesenjangan sebesar 16,74% ini menjadi alarm keras bahwa 1 dari 5 anak muda nekat berinvestasi tanpa paham risiko, yang berujung pada rendahnya keaktifan pasar, dimana hanya 1 dari 14 investor terdaftar yang aktif bertransaksi setiap bulannya.

Dia menegaskan, sebagai institusi platform investasi yang lengkap mulai dari reksa dana, obligasi, ETF dan investasi saham yang tepercaya, serta memiliki Dana Kelolaan (AUM) mencapai kisaran Rp312 triliun dan didukung lebih dari satu juta nasabah, IPOT terus memperkuat perannya sebagai pelopor National AI Transformation Platform, platform investasi berbasis AI yang menggabungkan literasi finansial, teknologi, dan edukasi bagi generasi muda.

Melalui keterlibatan di Kapolda Jateng Cup 2026, IPOT mendemokratisasikan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit yang dahulu hanya diakses institusi global besar agar dapat digunakan gratis oleh seluruh investor ritel muda Indonesia. Transformasi ini mengubah peran IPOT melampaui sekuritas konvensional menjadi pusat literasi finansial terintegrasi, dimana teknologi AI Robo Trading berfungsi otomatis sebagai pelindung modal dan penegak disiplin investasi demi menghindari bias emosional. Seluruh ekosistem digital ini dipayungi oleh arsitektur keamanan siber berlapis yang sangat ketat (meliputi SIM OTP, ASDI Device Lock, hingga AI Threat Detection 24/7) untuk mengarahkan kompetensi anak muda dari sekadar pengguna teknologi biasa menjadi investor cerdas AI yang mandiri secara finansial.”Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, dan sebagai pelopor AI transformation Platform di Indonesia, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik.”ujarnya.

IPOT hadir membawa misi besar sebagai AI Transformation Platform for Indonesia dalam turnamen ini. Melalui pendekatan yang sangat relevan dengan dunia gaming, edukasi ini berhasil menjaring minat ratusan anggota komunitas eSports yang hadir di lokasi.

Disampaikannya, perseroan membuktikan bahwa ketangkasan digital, pembacaan data, dan taktik makro yang biasa digunakan para pemain di arena MLBB memiliki kemiripan substantif dengan strategi mengelola modal di pasar keuangan dunia nyata.”Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelola uangnya. Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial,” tegas Moleonoto

Oleh karena itu, dirinya mengajak komunitas gamers untuk menyelaraskan skill set di dalam permainan mereka menjadi 4 kemampuan Smart Money: Pertama, Map Awareness (Baca Kondisi). Jika dalam game pemain harus jeli melihat pergerakan musuh, gold, dan objektif pada peta, maka di pasar modal investor dituntut membaca data tren makro, laporan keuangan, serta risiko sebelum menempatkan dana.

Kedua, Timing (Kapan Harus Bertindak). Mengetahui momentum yang tepat untuk masuk ke dalam pertempuran (war), mempertahankan posisi, atau mundur. Di dunia investasi, ini tercermin pada keputusan kapan harus membeli saham, menahan (hold), atau menjual demi membatasi kerugian.

Ketiga, Item Build (Pemilihan Instrumen). Memilih dan meracik kombinasi item yang sesuai dengan peran (role) karakter. Di dunia nyata, ini setara dengan melakukan diversifikasi serta alokasi aset sesuai profil risiko individu.

Keempat, Disiplin (No All-In). Bermain bagus berarti tidak emosional, tidak asal maju, dan tidak melakukan all-in tanpa kalkulasi matang.

 

Artikulli paraprakSinergi BAZNAS RI dan Kemenkop Dorong Usaha Mikro Mustahik Naik Kelas
Artikulli tjetërCatatkan Pengguna 2,3 Juta, OVO Nabung by Superbank Banyak Dipakai Gen Z

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini