Beranda Ekonomi BAZNAS RI Bersama Sabana Foundation Bahas Penguatan Program Pemberdayaan ZChicken

BAZNAS RI Bersama Sabana Foundation Bahas Penguatan Program Pemberdayaan ZChicken

13
0

Jakarta, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Sarana Bina Nusantara (Sabana) Foundation membahas kolaborasi untuk memperkuat ekosistem program pemberdayaan ZChicken melalui penguatan branding, pendampingan usaha, serta pengembangan sistem monitoring berbasis data. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Penjajakan kerja sama ini dirancang guna mematangkan penguatan pada aspek branding, operasional, pendampingan, hingga penerapan sistem monitoring berbasis data yang lebih terintegrasi.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc. menegaskan pentingnya peningkatan sistem dan pendampingan agar program pemberdayaan ZChicken yang telah diserahkan kepada mustahik tidak mengalami stagnasi atau berhenti di tengah jalan, melainkan terus berjalan dan berkembang secara produktif.

“Jadi, dengan penguatan, insyaallah program ini tidak membasi, bahkan berkembang. Sebab kalau tidak berkembang, mati, jadi membasi ya,” jelas Sodik Mudjahid yang turut menghadiri audiensi tersebut, Rabu (24/6/2026).

Ia juga memberikan apresiasi terhadap penjajakan kolaborasi ini karena dinilai menjadi momentum krusial untuk memodernisasi pengelolaan dan memastikan usaha ZChicken milik mustahik dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sodik menjelaskan bahwa dibanding mengejar opsi pendampingan berbiaya rendah yang berisiko mandek, ia terbuka untuk skema investasi anggaran yang rasional namun mampu memberikan garansi keberlanjutan usaha bagi para mustahik.

“Bisa jadi ada dana-dana yang lebih murah tapi kemudian mati, tapi ada dana yang mungkin ada tambahan, tapi ada jaminan kelangsungan, tinggal tadi cari solusinya bagaimana,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat mengarahkan tim teknis untuk mulai menyusun draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai landasan legalitas ke depan.

Sementara itu, CEO Sabana Foundation M. Haden Aulia H. memaparkan rencana taktis penguatan brand, pendampingan intensif, hingga digitalisasi manajemen rantai pasok guna mendongkrak kelas (scale up) usaha ZChicken milik mustahik agar tampil lebih kompetitif.

Pihak Sabana mengusulkan integrasi sistem teknologi informasi (IT) untuk pemantauan omzet harian sekaligus mengawal standardisasi mutu produk dengan mengandalkan pengalaman rantai pasok mereka yang telah teruji selama 20 tahun.

“Bagaimana scale up-nya, mau kita up scale dari skala desainnya atau branding-nya, dan pendampingan kita, monitoring akan kita pakai teknologi IT, jadi update-nya day by day sehingga penjualan itu dari kantor pusat pun bisa melihat integrasinya,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut dari pihak BAZNAS RI yaitu Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Direktur Pendayagunaan Eka Budhi Sulistyo. Sementara itu, dari pihak Sabana Group dihadiri oleh Owner & CEO Sabana Group Syamsalis, CEO Sabana Foundation M. Haden Aulia H., CFO Sabanafood Boga Nusantara Saad Ubadah, beserta jajarannya.

Artikulli paraprakDari Hal Receh, Popi Agen BRI Link Bantu Cegah Penipuan
Artikulli tjetërPTPN I (Persero) Kedepankan Dialog Damai di Tananahu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini